CONTOH KONTRAK BELAJAR

July25

Dalam kegiatan belajar mengajr bukan hanya kerja sama antara pendidik dan peserta didik saja yang menjadi poin penting. Sarana dan prasarana yang memadai dan mendukung pun ikut memberikan peranan dalam keberhasilan belajar siswa. Peraturan sekolah yang dibuat secara sepihak kadang-kadang menciptakan pemberontakan kecil pada diri siswa. Seandainya semua aturan sekolah berasal dari kesepakatan Guru dan Siswa mungkin saja akan ada cerita yang berbeda. Masing ingat dengan kontrak belajar?
Kontrak belajar ialah salah satu aturan yang diciptakan sendiri atas dasar kesepakatan. Tentunya antara pihak pendidik dan pihak yang dididik. Siswa dilibatkan langsung ketika proses pembuatan kontrak belajr berlangsung. Berikut contoh kontrak belajar yang saya buat dengan siswa MAN 2 Madiun ketika berPPL. Kebetulan, kontrak belajar ini berlaku untuk mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Tetapi, dapat disesuaikan dengan setiap mapel karena pada dasarnya sama saja.

KONTRAK BELAJAR
MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
1. Siswa harus datang tepat waktu, dispensasi waktu hanya 15 menit.
2. Siswa yang datang lebih dari dispensasi waktu yang ditentukan, dapat mengikuti pelajaran dengan membawa ijin tertulis dari Wali Kelas dan Kepala Sekolah.
3. Siswa harus berseragam rapi dan sopan sesuai ketentuan umum dari sekolah.
4. Siswa harus bersikap sopan dan santun selama pembelajaran berlangsung.
5. Siswa dilarang mengaktifkan telepon genggam ketika pelajaran berlangsung.
6. Siswa dilarang makan dan minum diluar jam istirahat.
7. Siswa harus menggunakn bahasa Indonesia yang baik dan benar selama pembelajaran berlangsung.
8. Siswa harus mengerjakan semua tugas dari Guru yang berhubungan dengan pelajaran.
9. Siswa bersama dengan Guru menentukan hukuman bagi siswa yang melanggar kontrak belajar (hukuman yang mendidik).
10. Siswa harus menaati dan melaksanakan kontrak belajar yang telah dibuat dan disepakati oleh Guru dan siswa.
Contoh kontrak belajar di atas, merupakan contoh kontrak belajar yang sederhana. Kontrak belajar dapat disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan. Tentunya dengan bertolok ukur pada kesepakatan siswa dan Guru. Kontrak belajar di atas dapat dikembangkan dalam beberapa kategori. Misalnya, menyertakan kewajiban dan hak siswa, begitu pula dengan kewajiban dan hak Guru. Dengan begitu kegiatan belajar mengajar akan lebih lancar,…semoga saja hehehehe ☺. Selamat mencoba ya Bapak dan Ibu Guru terhormat!

posted under Pendidikan | 5 Comments »

10 Alasan Kenapa Cowok Gak Siap Nikah

July11

Sebagai perempuan pernah ngerasain gak enaknya nunggu keputusan yang pasti ga dari tambatan hati? Kadang-kadang pas ditanyain siap atau enggak nikah tuh cowok muteeeeeeeer aja kek kincir angin. Mending ada daya listrik yang dihasilkan kan bermanfaat. Tapi, kalo dari muternya tuh cowok cuma ngasilin ketidakjelasan bikin sebel kan? Kenapa ya cowok ga siap nikah? Padahal nikah itu kan seru heheheh (pengalaman neh).
Ada berapa alesan sih kepa cowok itu takut banget diajakin nikah. Aku coba tanya-tanya ke Suamiku soal alasan-alasan itu (sama aja kan Suamiku cowok juga hehehe). Kayak gini nih hasilnya. Ada 10 faktor kenapa cowok ga siap nikah, bisa nambah lo…heheh diantaranya:
1. Tingkat kemapanan.
Hal pertama yang bakal ditanyain sama Ortu si cewe adalah soal kerjaan ma pendapatan. Wajar lah Ortunya kan ga mau anak tercintanya itu sengsara. Cowo yang udah punya kerjaan sekalipun kadang-kadang ga pede karena belum mapan. Punya kerjaan bukan berarti udah mapan lo…

2. Takut belum bisa bahagiain ortu.
Ketakutan pada diri seseorang adalah hal yang biasa terjadi. Apalagi kalau seorang anak yang merasa banyak ngerepotin Ortu. Cara ngebales semua yang dikasi ma Ortu ya dengan cara bikin mereka bahagia dengan bentuk apapun. Takut belum bahagiain Ortu menjadi alasan yang cukup diminati oleh cowok yang belum siap nikah.
3. Belum tuntas studi.
Pernah dengar kan rencana anak-anak kuliahan yang mau cari kerjaan dulu setelah lulus sekolah. 1001 kali yang punya cita-cita nikah sambil sekolah, karena itu urusan ini dipilah-pilah dan bisa jadi alesan yang ampuh buat nolaj ajakan nikah. Sekolah ya sekolah, nikah ya nikah. Ntar aja nikahnya bis sekolah.
4. Belum yakin ma ceweknya.
Selalu berkata cinta, bukan berarti sebuah ukuran bahwa semua ungkapan mesra tersebut adalah jawaban untuk sebuah masa depan. Kadang-kadang cowok males banget ngomongin nikah karena ceweknya terlalu memaksa dan menuntut terlalu banyak tentang sebuah pernikahan. Jadinya cowok males nanggepin, ketidakyakinan pun datang dari emosional semacam ini.
5. Asumsi bahwa nikah itu butuhin banyak duit.
Tidak dipungkiri, sebuah persiapan pernikahan memang membutuhkan materi yang tidak sedikit. Perhitungannya banyak, untuk bayar penghulu, bayar gedung, beli baju pengantin dan bla bla bla. Alasan ini jurus jitu untuk ngeles soal nikah. Tapi, tahukah kalian para cowok biaya yang seabrek itu ga bakal ditanggung kalian seorang. Ada orang tua kalian ma ortu cewek kalian to? Dibagi rata lah. So,..ga usah takut.
6. Ga berani bilang ma ortu.
Ada banyak cowok yang dah yakin ma ceweknya, yakin bakal bisa ngiudupin dan nyukupin kebutuhan calon istri. Intinya yakinlah buat tanggungjawab sebelum dan sesudah nikah. Tapi, ketika mau minta restu Ortu nyalinya maju-mundur. Takut Ortu ga setuju poko’e. dalam sebuah hubungan dengan siapapun dan dalam bentuk apapun yang paling penting ialah komunikasi. Kalau ga berani bilang ma ortu soal keinginan untuk nikah secara lisan ya,…ditulis aja pake bahasa yang sopan pati dibaca kok, setelah itu pasti dipertimbangkan. Mulai deh ada pembicaraan.
7. Ada saudara yang ga boleh dilangkahin.
Pernah denger ga ada sebuah adat yang menyatakan kalau kakaknya belum nikah adiknya ga boleh nikah dulu. Sekalipun bisa harus pake pelangkah gitu deh. Biasanya berlaku untuk saudara-saudara yang cewek. Tapi jangan salah, cowok juga ada yang pake alesan itu, kasian kakaknya kalo dilangkahin ma dia. Menurut saya sih, ngomong aja ma kakak kalian masing-masing kalau setuju dilangkahin ya Alhamdulillah, kalau ga ya diomongin lagi gimana enaknya.
8. Merasa belum cukup umur.
Alesan yang satu ini kadang-kadang ga masuk akal, mau nungu sampek umur berapa sih untuk siap kawin eh nikah? 40 tahun? Ketuaan Bang hehehe. Soal umur yang penting dah baligh alias dewasa. Berarti 17 tahun pun boleh nikah kan?
9. Faktor emosional si cewek.
Buat cewek-cewek yang punya sifat suka maksain kehendak dan ga sabaran hati-hati aja. Bisa jadi cowok kamu males diajakin nikah gara-gara ceweknya yang terlalu memaksa dan minta macem-macem.
10. Merasa belum cukup berpendidikan.
Pendidikan yang diaksud di sini bukan pendidikan akademik, tapi pendidikan seksual. Banyak lo cowok yang takut ga bisa nyukupin hal satu itu. Meskipun dah belajar dari buku, pengalaman orang sampai audio visual hehehehehehe. Wajarlah ketakutan itu ada, tapi kalo dah nikah dan dilakuin lebih pinter kok dari pakar seksiologi wkwkwkwkwk.

Tulisan ini sesuai pengalaman yang udah dialami sama aku dan suami aku, buat kalian yang masih ragu nikah bakal rugi lo!. Soalnya ga serumit soal yang ada di otak kalian, atau serumit alur sinetron yang ga jelas endingnya. Yang penting komunikasi. Masih takut nikah? Kendalanya apa sih? Komentar aja ok!.

HYMNE GURU YANG TERLUPAKAN

July10

Masih ingat dengan lagu ini?
Terpujilah wahai Engkau Ibu Bapak Guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan ku ukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terimakasihku tuk pengabdianmu,…
Dulu, waktu masih dibangku SD, SMP, terakhir SMA lagu ini masih sering kita nyanyikan pada hari-hari tertentu. Terutama peringatan hari guru nasional, acara lain ya,..waktu perpisahan kelas tiga sebagai pengiring puisi yang dipersembahkan untuk Guru tercinta.
Kalau sekedar bernyanyi semua siswa pasti bisa, tapi memahami dan menghayati setiap arti lirik lagu tersebut belum tentu. Lihat saja pada lirik namumu akan selalu hidup dlam sanubariku,…benarkah demikian?
Baca cerita berikut ini…Somat sedang berkencan dengan pacar barunya yang ia dapat di SMA ketika MOS berlangsung. Sore itu di sebuah pertokoan Somat sedang memilihkan ceweknya sepatu kaca. Tiba-tiba matanya tertuju pada seorang perempuan paruh baya yang sedang memilih kemeja bersama Suaminya. Dalam angannya Somat berpikir dan bertanya-tanya,”itu kan Guru SD aku, namanya siapa ya…?aduh siapa ya? Bu IPS tuh”. Somat menyebut Bu Guru tersebut Bu IPS karena waktu SD Ibu guru itu mengajar IPS di kelasnya. Somat terus berpikir keras, namun hasilnya nihil. Dia sma seklai tak ingat siapa nama Gurunya itu.
Ketika antri di kasir untuk membayar belanjaan, ternyata Somat bersebelahan dengan Guru Sdnya itu. “Aduh,..dah deket banget nih, negor ga ya? Mana lupa ma namanya lagi, piye iki Rek?” gerutu Somat dalam hati. Guru Somat bersikap wajar, maklum saja kalau Guru lupa sama muridnya. Karena lebih banyak murid kan dari pada Guru hehehehe.
Somat tidak berani menegur sampai acara belanjanya selesai, dan pulang dengan membawa rasa penasaran, siapa nama Guru IPS itu.
Jika dihubungkan dengan lirik lagu di atas, apakah benar nama sang Guru selalu hidup dalam sanubari sang murid?….buktinya Somat lupa tuh sama nama Guru IPSnya…jadi kebenaran dan pertanggungjawaban dari lagu tersebut mana dong? Sebagai calon Guru saya sedikit kecewa lo.
Ada lagi cerita lain yanng kadang bikin Guru kecewa. Ketika bertemu si murid lupa nama beliau. Dengan Pdnya ia menyapa,”Bu/Pak Geografi…!!!” pernah seperti ini? Kuarang sopan sih,…tapi lumayan lah tidak lupa Guru itu ngajarin apa waktu di sekolah. BUAT KALIAN YANG MASIH SERING BERSIKAP DEMIKIAN, NYANYIKAN LAGI HYMNE GURU ITU, DAN HAYATI ARTINYA! OKE….

posted under Pendidikan | 6 Comments »

GAYA BERHUBUNGAN GURU DENGAN SISWA

July5

Jangan berpikiran aneh dulu ya,…!!! Judul tidak selalu mencerminkan isi tulisan lo hehehe.
Supaya tahu,…baca lengkap tulisan ini ya. Syarat pertamanya jauhin piktor (pikiran kotor) kalian sepakat?
Kalau berbicara tentang gaya berhubungan, banyak yang berasumsi pada hubungan **** (termasuk Anda kan?). sebenarnya bergantung topik yang dibahas. Gaya berhubungan Guru dengan siswa maksudnya apa ya?
Maksud saya, gaya berhubungan disini bukan berhubungan **** tetapi cara guru berkomunikasi dan menjalin kerja sama dengan siswanya. Sebagai anak didik, tentunya Anda pernah merasakan bagaimana jadi anak emas Bapak/Ibu Guru kan? Atau merasakan bagaimana jadi bahan omelan? Semua itu pengalaman yang menarik dan banyak pelajaran yang dapat diambil dari sikap Bapak/Ibu Guru tersebut.
Tahukah Anda, bahwa sikap yang seperi itu ialah cara mereka menjalin sebuah gaya berhubunga dengan siswanya. Siswa yang menjadi anak emas pasti akan merasakan pengalaman yang luar biasa menyenangkan dan membanggakan. Begitu pula sebaliknya.
Hubungan baik atau buruk antara siswa dan Guru akan menciptakan sebuah pengalaman yang selamanya menjadi kenangan dan cerita yang tak lekang dimakan zaman.
Gaya berhubungan siswa dengan Guru bentuknya bermacam-macam. Masih ingat tulisan yang berjudul “Kriteria Guru Nyebelin di Mata Siswa”. Beberapa kriteria yang disebutkan dalam tulisan itu ialah buah dari gaya berhubungan Guru dan siswa yang kurang baik dan menyenangkan.
Lalu, bagaimana dengan gaya berhubungan Guru dengan siswa yang menyenangkan. Lihat beberapa contoh berikut ini.
1. Guru yang tidak pernah membeda-bedakan siswa mana yang lebih unggul dan tidak akan memberikan kesan kepada siswa bahwa Guru tersebut berlaku adil. Ini salah satu gaya berhubungan Guru dengan siswanya supaya siswanya ketika belajar tidak merasa dikotak-kotakkan. Dengan begitu guru dengan gaya berhubungan semacam ini akan menjadi pengajar yang banyak mendapatkan perhatian dari siswa.

2. Guru yang suka memberikan penghargaan setiap kali siswanya melakukan suatu hal yang baik dan menghasilkan prdikat memuaskan. Misalnya Guru yang memberikan permen atau minuman secara cuma-cuma kepada siswanya ketika semua siswa di kelas yang dia ajar tidak ada yang remidi. Gaya berhubungan semacan ini menjadikan Guru dan siswa saling menghargai. Guru menghargai jerih payah siswanya dengan memberikan hadiah karena hasil belajar yang memuaskan. Begitu pula sebaliknya siswa akan belajar giat setiap kali ada tes dengan pertimbangan hadiah kecil namun berarti dari Guru mereka menjadi penghargaan yanng luar biasa.

3. Guru yang selalu menemani siswanya ketika ada pertandingan. Biasanya hal semacam ini dilakukan oleh wali kelas. Gaya berhubungan Guru dengan siswa yang satu ini dapat mempengaruhi siswa secara mental. Karena siswa yang berkompetisi merasa mendapatkan dukungan yang lebih. Sekalipun siswanya kalah dalam kompetisi tersebut, rasa kecewa yang dibawa tidak begitu membebani.

4. Guru yang selalu memasukkan permainan disela-sela mengajar. Gaya berhubungan semacam ini akan membantu siswa mengatasi kejenuhan selama kegiatan belajar mengajar. Dengan begitu Guru akan lebih dapat mengontrol siswa, begitu pula dengan siswa, ketika mengetahui Guru yang berada dihadapan mereka sik dan menyenangkan mereka tidak akan sungkan untuk mengutarakan keinginan mereka ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Semua yang tersebut di atas merupakan gaya berhunbungan Guru dengan Siswa. Semua gaya tersebut belum punya nama yang mearik memang. Namun, tujuannya menciptakan situasi dan kondisi yang baik selama pembelajaran berlangsung. Sementara yang bisa dicantumkan adalah gaya nomor 1 sampai nomor 4, kalau ada yang mau nambahin ya tidak masalah, komentar saja hehehe…

posted under Pendidikan | 6 Comments »

Tunagrahita Tidak Selalu Idiot

July1

Pendidikan ialah salah satu hal penting bagi manusia. Betuk pendidikan bisa secara akademik atau non akademik. Pemerintah telah melakukan berbagai cara untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia tercinta ini. Mulai dari Program Wajar (wajib belajar) Sembilan Tahun sampai Wajar Dua Belas Tahun. Pembagian beasiswa dalam dan luar negeri pun termasuk dalam salah satu program pemerintah.

Adanya UU tentang pendidikan memberikan garis tebal bahwa pendidikan harus dilaksanakan secara merata dan tanpa pengecualian. Sekolah negeri, sekolah swasta, bahkan sekolah luar biasa (SLB) menjadi tempat formal untuk mendapatkan pendidikan.Berbicara tentang SLB, tidak akan lepas dari keberadaan anak luar biasa (ABK). ABK ialah anak yang memiliki grafik perkembangan yang berbeda dari anak normal. Grafik tersebut bisa naik dan turun. Ada beberapa kategori ABK diantaranya Tunagrahita, Tunawicara, Tunarungu, Tunalaras, Tunanetra, Tunadaksa, Anak berkesulitan belajar, dan anak yang terlampau pintar.

Sementara ini yang akan saya bahas ialah tentang anak tunagrahita. Banyak yang berasumsi bahwa anak tunagrahita sama dengan anak idiot. Asumsi tersebut kurang tepat karena sesungguhnya anak tunagrahita terdiri atas beberapa klasifikasi. Tunagrahita ialah istilah yang digunakan untuk anak yang memiliki perkembangan intelejensi yang terlambat. Setiap klasifikasi selalu diukur dengan tingkat IQ mereka, yang terbagi menjadi tiga kelas yakni tunagrahita ringan, tunagrahita sedang dan tunagrahita berat.

1. Tunagrahita Ringan

Anak yang tergolong dalam tunagrahita ringan memiliki banyak kelebihan dan kemampuan. Mereka mampu dididikdan dilatih. Misalnya, membaca, menulis, berhitung, menjahit, memasak, bahkan berjualan. Tunagrahita ringan lebih mudah diajak berkomunikasi. Selain itu kondisi fisik mereka tidak begitu mencolok. Mereka mampu berlindung dari bahaya apapun. Karena itu anak tunagrahita ringan tidak memerlukan pengawasan ekstra.

2. Tunagrahita Sedang

Tidak jauh berbeda dengan anak tunagrahita ringan. Anak tunagrahita sedang pun mampu diajak berkomunikasi. Namun, kelemahannya mereka tidak begitu mahir dalam menulis, membaca, dan berhitung. Tetapi, ketika ditanya siapa nama dan alamat rumahnya akan dengan jelas dijawab. Mereka dapat bekerja di lapangan namun dengan sedikit pengawasan. Begitu pula dengan perlindungan diri dari bahaya. Sedikit perhatian dan pengawasan dibutuhkan untuk perkembangan mental dan sosial anak tunagrahita sedang.

3. Tunagrahita Berat

Anak tunagrahita berat disebut juga idiot. karena dalam kegiatan sehari-hari mereka membutuhkan pengawasan, perhatian, bahkan pelayanan yang maksimal. Mereka tidak dapat mengurus dirinya sendiri apalagi berlindung dair bahaya. Asumsi anak tunagrahita sama dengan anak Idiot tepat digunakan jika anak tunagrahita yang dimaksud tergolong dalam tungrahita berat.

Melalui sedikit penjelasan tentang anak tunagrahita, semoga pembaca yang masih menganggap semua anak tunagrahita itu anak idiot dan tidak memiliki kemampuan apa-apa tidak lagi berpikiran semacam itu. Setelah mengetahui hal ini pula kiranya dapat disosialisasikan kepada siapa saja yang masih belum tahu.

Anak luar biasa hanya sdikit berbeda dari anak normal. Namun sesungguhnya dibalik “keluarbiasaannya” mereka benar-benar luar biasa. Kepercayaan ialah hal yang sangat dibutuhkan dan menjadi bagian yang sangat berharga. Jangan pernah memandang sebelah mata akan apa yang hanya terlihat dari luarnya saja 🙂

posted under Pendidikan | 26 Comments »