CERPEN SI BOIM

Pernah merasa pengorbanan kita sia-sia? Padahal yang kita korbankan segenap jiwa dan raga, tenaga dan biaya. Demi mendapatkan sesuatu yanng kelak membuat kita menjadi orang yang lebih mulia. Kalau kalian jadi Boim respon apa yang akan timbul? Ceritanya seperti ini!
Boim adalah Mahasiswa jurusan X di Universitas XXL. Setiap hari dia harus naik ojek dari gang rumahnya ke jalan raya, dengan ongkos Rp.1500,00 sekali jalan. Kemudian, Boim harus naik bus kota untuk sampai diterminal AIUEO dengan ongkos Rp.3000,00. Selanjutnya, Baim harus naik Angkot XYZ dengan ongkos yang sama ketika naik bus kota yakni Rp.3000,00 barulah Boim bisa sampai di kapus XXL tercinta.
Turun dari angkot, Boim harus jalan kaki kurang lebih 10 menit untuk sampai di jurusannya, kalau udah sarapan jalannya bisa rada cepet 5 menit hehehehe perjuangan Baim belum berakhir lo… sesampai di Jurusan Boim harus menaiki kurang lebih 100 anak tangga untuk bisa berkuliah di salah satu ruangan jurusan.
Saudara-saudara, tahukah Anda apa yang terjadi? Pengorbanan dan jerih payah si Boim untuk mengemban tugas mulia gagal total. Padahal pagi itu semangat menuntut ilmu lebih dari 45!. Begitu sampai di kelas ternyata ada pemberitahuan bahwa Dosen mata kuliah hari itu tidak bisa mengajar. Alasannya apa belum jelas, yang jelas hari itu tidak ada kuliah. Mungkin hal semacam ini pengalaman yang sering terjadi selama proses studi berlangsung. Ciri-ciri Cerita Pendek (Cerpen)

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *