Temen-temen PPL ku di Madiun

September12

kalau inget-inget waktu itu seruuuuuuuuuuu banget

kami ngambil foto ini pas ada pengajian lo….hehehe bandel ya

cantik-cantik tapi narsis

Memilih TPA yang Klik di Hati Bunda,…

September11

Sebagai seorang Bunda tentunya ingin melakukan hal terbaik untuk buah hati. termasuk memberikan fasilitas secara fisik maupun psikis. Saya memilih TPA sebagai rumah kedua Qays,karena saya dan suami sadar bahwa Qays butuh teman sebaya dalam perkembangan sosialnya. Hidup di kota besar memang harus benar-benar cermat, apalagi sebagai pasangan muda kami tidak memiliki keluarga yang bisa dijadikan orang tua. Keluarga kami waktu itu adalah Bapak dan Ibu kost yang dermawan,Keluarga Mama Echa, keluarga Pak Bahril, dan Mama Kinan. Merekalah yang selalu berbagi pengalaman dengan kami mengenai kehidupan rumah tangga.

Ketika Mama Echa menyarankan saya untuk memasukkan Qays ke TPA, saya merasa cukup terbantu. Pada akhirnya saya dan suami tahu bagaimana memilih TPA yang klik di hati :).

1. Ketahui dengan Pasti Latar Belakang TPA.
Zaman yang serba canggih memberikan fasilitas kepada kita untuk mengetahui segala informasi dengan mudah dan cepat. contohnya internet. Sebelum memasukkan Qays ke TPA saya dan suami mencari info selengkap-lengkapnya melalui internet. Mulai dari nama TPA, visi-misi, hingga berapa lama TPA tersebut berdiri. Demi anak, tentunya kita menginginkan keamanan dan kenyamanan. Saran saya carilah TPA yang menjadi pusat laboratorium penelitian psikologi anak usia dini.

2. Cerita Teman Perlu dipertimbangkan.

Sebagai makhluk sosial, tentunya kita punya banyak kenalan. Jika memiliki teman yang seprofesi, Bunda dapat berbagi banyak pengalaman tentang merawat buah hati. Begitu halnya dengan info peneitipan anak yang klik dihati. Teman akan lebih dapat dipercaya pengalamannya dibanding dengan promosi yang berasal dari luar. Namun, telaah kembali baik dan buruknya. Jika teman bunda cocok, belum tentu dengan kita.

3. Jarak Antara Kita (Bunda dan Si Kecil).

Jarak menjadi sebuah pertimbangan yang sama pentingnya. Jika Bunda bekerja diluar, pastikan TPA yang Bunda pilih jaraknya tidak terlalu jauh dengan kantor. Hal ini bertujuan, jika ada sesuatu yang tak disangka daan berhubungan dengan si kecil, Bunda bisa dengan cepat menuju ke TPA.

sementara ini dulu ya,..lagi blank neh hihi

Ciri-Ciri Cowok Siap Nikah

September11

Tulisan terdahulu mengenai beberapa alasan cowok ndak siap nikah. Ternyata banyak juga yang mencari kriteria cowok siap nikah. Menurut tanya jawab saya dengan makhluk berjenis kelamin laki-laki ini. Ciri-ciri cowok yang siap nikah lahir batin itu seperti ini. Read the rest of this entry »

posted under Umum | 3 Comments »

Ospek Siapa Takut !

September8

Musim Ospek, mengingatkan saya pada kejadian tujuh tahun lalu. Ketika saya masih dikatakan anak cupu, penakut, anak mami, dan lain sebagainya. Kalau Ospek belum usai maka sebutan kita sebagai lulusan putih abu-abu adalah Calon Mahasiswa atau MaBa. Sebagai MaBa segala hal akan terasa baru. Pengalaman baru, lingkungan baru, dan status baru.

Saya begitu penasaran kenapa kakak-kakak MaLa (Mahasiswa Lama) begitu “Over Acting”. Ada yang judes banget, sok kuasa, sok disiplin,dll. Bahkan ada juga MaLa yang saya sebut “Timer Berjalan”. Kemana-mana pasti liat tampang kucel yang suka bilang gini, “Semua MaBa cepat ke lapangan, saya hitung sampek sepuluh,..1…2…..3…”. Kalau telat pasti dihukum.Eits,…jangan salah ada juga lo kakak-kakak MaLa yang bisa bikin adem hati. hehehe biasanya kakak-kakak SKI (Rohis).

Rasa penasaran itu menuntun saya untuk bergabung dengan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Dari sini saya tahu kenapa kakak-kakak MaLa begitu “Over Acting”. Alasannya adalah

  • Sebagai MaLa yang lebih segala-galanya, mereka tidak ingin kelihatan NOL di hadapan adek-adek MaBa.
  • Tujuannya tulus kok, pengen mendidik mental MaBa untuk jadi “Generasi Elang” dan meninggalkan “Generasi Bebek”.
  • Ingin mencari kader-kader baru yang bisa meneruskan kepemimpinan mereka.

Namun niat tulus MaLa ini terkadang tidak bisa diterima dengan tulus oleh MaBa. Akhirnya terciptalah dendam kesumat antar Mahasiswa. Sebenarnya, kalau siap jadi MaBa berarti harus siap dengan segala risikonya. Intinya, menghadapi Ospek itu kudu percaya sama diri sendiri >>> disiplin >>> berpikiran simpel.

  • Percaya Diri >>> sebagai makhluk Tuhan yang sempurna manusia diberikan akal dan kemampuan masing-masing. Sebanyak dan Serumit apapun tugas dan kegiatan Ospek jalani dengan percaya pada kemampuan diri sendiri.
  • Disiplin >>> kata yang satu ini Susah sih, tapi bisa. Disiplin waktu, sikap, dan perkataan.
  • Berpikir Simpel >>> Ospek dkk adalah masalah bagi setiap MaBa. So,…percaya diri dengan kedisiplinan bisa menghadapi segalanya selama Ospek. Dan, jangan pernah menimbulkan masalah baru hanya karena tidak berpikir simpel. Contoh, instruksi MaLa setiap MaBa harus memakai kaos warna kuning. JAngan pernah bertanya kuning apa Kak ? kuning jeruk ? kuning gading ? atauuuuuuu ? >>> ini yang namanya ndak berpikir simpel dan menimbulkan masalah diatas masalah.

Nah,…ini gambaran sederhana tentang Ospek. Buang jauh-jauh bahwa Ospek itu menakutkan ! Selamat jadi MAHASISWA 🙂

posted under Umum | No Comments »
Newer Entries »