Penyebab Siswa Tidur di Kelas

March18

Ketika proses belajar mengajar berlangsung, terkadang kita jumpai ada saja siswa yang suka tidur di kelas. Waktu yang paling banyak adalah pagi pada jam pelajaran pertama, dan jam pelajaran terakhir. Lonjakan jumlah siswa yang tidur di kelas akan terjadi ketika bimbingan belajar sekolah (kelas fullday) berlangsung.

Siapakah yang salah ? tak ada yang salah menurut saya,..:) kira-kira penyebab siswa tidur di kelas apa ya ? Pengalaman saya, saat mengajar pasti ada saja anak yang tidur di kelas. Alasan mereka tentu beragam.

1. Begadang Bu. Ini alasan yang paling umum dilontarkan anak-anak. Ketika ditanya kenapa harus begadang. Tugas kimia buwanyaaaak e bu,…tugas melukis ndak kelar-kelar e bu,…dll. Pokoknya begadangnya karena sibuk mengerjakan mata pelajaran lain.
2. Semalem bantu Keluarga yang,…..pindah rumah, nikahan, sunatan, dll. pokoknya berhubungan dengan hajatan keluarga. Tak ada hajatan keluarga , hajatan tetanggapun jadi 🙂
3. Merasa jenuh di kelas. Entah jenuh dengan mapel dan gurunya atau jenuh dengan  masalah dan keseharian mereka sendiri sebagai siswa.
4. Tak menyukai sang guru. Hal ini wajar terjadi, karena perbedaan visi dan misi antara murid dan guru. Karena rasa kurang suka tersebut, siswa lebih memilih untuk tidur saja lah,…
5. Bekerja. Ada beberapa siswa yang memang harus membantu keuangan keluarga. Tentunya mereka harus bekerja. Pekerjaan yang memungkinkan adalah di luar jam sekolah, yakni sore sampai malam. Biasanya jaga warnet, jaga rental PS, bahkan menjadi pramuniaga paruh waktu.

Nah,..kalau sudah seperti ini biasanya harus ada solusi untuk mengatasi rasa kantuk di kelas. Bukan hanya siswa yang harus sadar, tapi guru pun harus membantu supaya tak ada lagi siswa yang tidur di kelas dengan alasan apa pun. 🙂

posted under Pendidikan | No Comments »

Ketika Rumah Penuh Konflik

March17

Sebuah keluarga terbentuk atas beberapa anggota. Jika awal pernikahan, masih terdiri dari suami dan istri, lain hal jika sudah ada buah hati. Anak menjadi jembatan akan beberapa hal. Misalnya, mencegah pertengkaran yang berlarut-larut. Memiliki anak merupakan hal penting bagi kebanyakan pasangan.

Selanjutnya, sang pengantin baru dipanggil ayah dan ibu. Tentunya setelah adanya anak. Pendidikan anak menjadi hal penting dalam pembentukan masa depan mereka. Seyogyanya sebagai orang tua, mampu memberikan suasana rumah yang hangat, kondusif, dan minim konflik. Beberapa murid saya sering bercerita melalui SMS, FB, bahkan sebuah surat. Banyak yang mengeluhkan, rumah mereka tak nyaman dijadikan tempat belajar. Jangankan untuk belajar, untuk istirahat saja rasanya malas berlama-lama di rumah.

Hasilnya,..anak yang sudah mengerti segala hal yang terjadi mengalami perubahan yang kurang positif. Bahkan, orang tua mereka tak sadar bahwa anak mereka sudah tumbuh menjadi remaja yang matang. Konflik yang biasanya dikeluhkan adalah seringnya orang tua mereka bertengkar. Entah karena hal serius atau hal sepele yang mengakar. Selebihnya, masalah lain seperti, orang tua yang terlalu sibuk, rumah yang sepi, dan anggota keluarga yang cuek.

Konflik terbesar adalah, pertengkaran orang tua. Ketika orang tua bertengkar, sebaiknya tidak di depan anak-anak mereka. Terkadang bahasa orang tua lebih rumit dipahami. Cara mereka menyelesaikan masalahpun sedikit rumit. Padahal, masalah mereka sebenarnya simpel. Dampak pertengkaran orang tua terhadap anak bermacam-macam. Read the rest of this entry »

posted under Umum | No Comments »

Belanja With Batita

March11

Sebagian orang berpendapat jadi ibu rumah tangga biasa itu ndak keren. Hoho,..kalau menurut saya sih keren abis,..hihi. KTP (Kartu Tanda Penduduk) menobatkan bahwa ibu rumah tangga adalah jenis pekerjaan. Wow,..kalau jenis pekerjaan berarti kudu digaji dong…yang gaji siapa ya,…suami dong hoho,…

Kalau dilingkungan saya,..bu RT ini ndak pake pembantu lo. Nyuci sendiri, masak sendiri, strika sendiri, ngurus anak sendiri, semua serba sendiri. Padahal kalau dilihat, mampu kok sewa tenaga pembantu RT. katanya, “Eman,..mending masuk kantong, buat perawatan rambut, muka, dll. itung-itung bikin suami betah di rumah hihi”.

Seabrek tugas rumah tangga ternyata bisa lo dilakukan sendiri. Dibilang payah, ya iya lah,…tapi terbayar pas gaji alias nafkah dateng pas awal bulan. Tentunya ndak pake dicicil dong hihi. Saya pun belajar dari mereka semenjak pindah ke desa. Dulu mah, pas di Surabaya enak,..masih bisa nitipin Qays anak sulung saya di TPA. Sekarang ndak bisa,..maklum TPA belum masuk desa,..klo TPA (Taman Pendidikan Alquran mah banyak hihi).

Punya kontrakan, adanya cuma sumur. Semua kegiatan yang berhubungan sama air ya kudu nimba. Alhasil hanya bertahan 5 bulan doang bersahabat sama si timba. Nabung deh, buat beli pompa air otomatis,…siiip kerjaan lebih ringan semenjak punya pompa air. Dasar manusia, ndak puas hanya dengan pompa air otomatis. Saya sebagai ibu rumah tangga yang manja, merengek setiap kali selesai cuci baju. Ternyata ngucek itu capeeeeeeeekkkk buuuuuuuk.

Genap setahun, suami tercinta ngasih kejutan mesin cuci. walah,..makin seru aja jadi ibu RT. Thank you ayah,..hehe. Setelah semua fasilitas yang memudahkan saya itu, bukan berarti tak ada masalah. Sedikit,..eh banyak cerita aja ya bu,..masalah saya adalah ketika harus belanja kebutuhan rumah tangga. Semua kegiatan saya mau tak mau harus melibatkan Qays yang masih 3 tahun. Termasuk belanja. Bagaimana caranya supaya anak aman belanja nyaman. Ini trik saya. Read the rest of this entry »

posted under Umum | No Comments »