Bisnis UAS (UAng Saku)

July26

Pernah denger ini ?

“Yaaaaah Ibu,..kok cuman 20 ribu sih,…mana cukup,…belom pulsanya,…ntar juga bayar uang kas, bla..bla..bla”. Bukannya bersyukur masih dikasih uang saku,..ini malah ngedumel aja. Jangan-jangn yang lagi baca juga pernah bilang kek gini,..hayooooo.

Bersekolah dengan keadaan siswanya serba berkecukupan kadang menciptakan suasana saling “ter”. Si Nina terkaya, uang jajannya sehari 50 ribu. Si Anton terkeren, motor yang diapake sekolah keluaran terbaru. Lalu, siapa yang akan jadi siswa tercerdas dan terkreatif ? kamu dong !!!

Masalah uang jajan dari ortu sebenarnya bukan seberapa banyak jumlahnya. Tapi seberapa bisa kalian menyikapi uang tersebut. Ibarat Bu RT neh,..uang belanja 500 ribu atau sejuta sebulan, kalo ngomong kurang ya kurang. Kalo ngomong lebih kebutuhan segudang hehe. Pernah ga nyadar, kalian yang masih bisa dapet uang jajan (uang saku) lebih beruntung dan punya banyak kesempatan untuk nabung lebih banyak dibanding Bu RT. Keberuntungan kalian adalah Read the rest of this entry »

posted under Pendidikan | No Comments »

Gadget VS Gengsi

July20

Beberapa hari lalu, Admin kedatangan saudara dari kampung halaman hehe. Sempat berbincang dengan salah satu keponakan yang mulai beranjak gede. Bahasa gaulnya sih ABG. Dia berasal dari keluarga berada memang. Apapun yang dipakai jelas aja nunjukin banyaknya kocek yang kudu dirogoh. Baik pakaian, sepatu, bahkan gadget yang dibawa.

Apa sih yang ga menarik kalo udah bicara dunia remaja?. Berita Curanmor aja jadi menarik kalo yang nyuri anak remaja, alias masih dibawah umur. Sering tanya sama ABG sekarang (di Bimbel). Mending mana ? ketinggalan HP apa dompet ? hampir 90% jawab mending ketinggalan dompet. Alasannya,..kalo ketinggalan dompet ga jajan ga papa Bu,..lah kalo ketinggalan HP ga bisa eksis dong,..hehe. Lagian Bu,..kalo ketinggalan dompet, HP bisa digadein dulu ke temen, dapet duit bisa pake ongkos pulang. Lah, kalo ketinggalan dompet belom tentu bisa beli HP baru,..paling tuh dompet isinya 20 rebu Bu,…:) Read the rest of this entry »

posted under Pendidikan | 2 Comments »

Suami Idaman

July19

Bismillahirrahmanirrahim.
Semoga menjadi keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah…..
Ini adalah doa yang tiap orang ucapkan pada pengantin baru ketika berkunjung. Sesuatu yang baru tentunya masih nampak bagus, indah, dan selallu dijaga. Sama halnya dengan sebuah rumah tangga. Rumah tangga dengan konflik adalah wajar. Karena terbangun dari dua pribadi yang berbeda. Pemikiran, Ide, hingga prinsip hidup harus bisa saling beriringan. Jika konflik itu datang, solusilah yang harus dicari, bukan perdebatan (waduh kayak konsultan pernikahan aja neh hehe).

Kebutuhan rumah tangga jelas beda jauh dengan kebutuhan seorang bujang. Apalagi ada anak yang semakin memberikan pengalaman lebih. Jika sebelumnya tak ada si kecil bertengkar bisa sampai tiga hari. Karena si kecil bertengkar hanya beberapa jam saja. Si kecil pula yang memberikan semangat untuk terus bekerja (maksud saya Ayah). Bahkan merelakan bekerja di luar kota hanya untuk kebahagiaannya dan keluarga.

kebanyakan kepala keluarga yang bekerja di luar kota tidak bisa pulang setiap saat. Minimal seminggu sekali baru bisa pulang. Anggap saja tak ada lembur akhir pekan :P. Senin sampai jumat di tempat kerja, kadang ada yang senin sampai sabtu. Tentunya berat meninggalkan kebersamaan dengan anak istri di rumah. Rasa rindu kadang mengganggu konsentrasi (cieee rindu). Supaya tetap merasa dekat dengan keluarga selama hari kerja, monggo dicoba beberapa kebiasaan keluarga saya hehe

Ayahnya anak-anak, di kantor dari senin sampai jumat. Dulu sih kerjanya di rumah aja. Selama jaringan internet on kerjaan aman. Suami benar-benar menepati janjinya sebelum menikah. Yakni bisa tetap membantu saya mengatasi pekerjaan rumah tangga sembari dia bekerja. Alhamdulillah kami dikaruniai dua jagoan yang sehat. Suami selalu membuat kami dekat meskipun sedang berjauhan.

1. Menjaga komunikasi.
komunikasi menjadi kunci utama menjaga keutuhan sebuah keluarga. Era sekarang bukanlah hal sulit untuk tetap lancar berkomunikasi. Adanya HP membuat pesan singkat begitu cepat samapai. Internet memberikan kemudahan yang beragam (YM, FB,) dapat menjadi alternatif untuk tetap berkomunikasi. Jika kurang lega, bisa langsung telepon :). Cukup kan utuk mengobati kangen ?
2. Berkirim Foto.
Foto keluarga dapat memberikan semangat tersendiri ketika jenuh dengan rutinitas kantor. Sebaliknya dengan si istri yang tentunya lelah dengan urusan rumah tangga. Berkirim foto melaui MMS atau e-mail boleh di coba lo….:)
3. Membawa oleh-oleh ketika pulang.
Ketika datang kerumah, usahakan suami membawa oleh-oleh. Tak perlu yang mahal. Cukup sesuatu yang menjadi kegemaran anak dan istri. (sebentar anak saya bangun,…saya lanjutkan nanti :P). Lanjut lagi hehe,…kalau suami saya sering bawa makanan kesukaan….hehe…ingat ya ndak kudu mahal kok untuk nyenengin keluarga.
4. Selalu mengajak kami jalan-jalan walau dekat dan sebentar.
Sabtu dan minggu adalah dua hari paling berharga buat kami sekeluarga. Biasanya kami tawarkan pada Qays anak kami,..kalo dedeknya mah ngikut aja hehe. Qays biasanya minta ke alun-alun kota naik kereta-keretaan mini sembari beli pentol. Minggu pagi agenda Qays motoran ke sawah dilanjutkan beli robot-robotan ke pasar. kalau tinggal di kota besar mungkin bisa berkunjung ke taman-taman kota.
5. Pelukan dan Ciuman.
Selain komunikasi secara lisan dan virtual. Sentuhan fisik adalah salah satu cara mengungkapkan perasaan. ketika si ayah pulang dengan oleh-oleh dan langsung memeluk serta mencium anak istrinya tentunya sangat menyenangkan. Senyuman dan keceriaan pasti menjadi hiasan. Begitu pula ketika si ayah harus kembali keluar kota. Selalu berikan pelukan dan ciuman pada anak istri sebagai ucapan pamit.

Semoga setiap ayah yang ikhlas mencari nafkah untuk keluarga dilindungi dalam tiap langkahnya oleh Allah. Tiap ibu yang menjaga amanah suami diberikan keikhlasan selalu. Dan tiap anak yang dimiliki menjadi anak sholeh/sholihah…amin.

posted under Umum | 4 Comments »