Suami Idaman

Bismillahirrahmanirrahim.
Semoga menjadi keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah…..
Ini adalah doa yang tiap orang ucapkan pada pengantin baru ketika berkunjung. Sesuatu yang baru tentunya masih nampak bagus, indah, dan selallu dijaga. Sama halnya dengan sebuah rumah tangga. Rumah tangga dengan konflik adalah wajar. Karena terbangun dari dua pribadi yang berbeda. Pemikiran, Ide, hingga prinsip hidup harus bisa saling beriringan. Jika konflik itu datang, solusilah yang harus dicari, bukan perdebatan (waduh kayak konsultan pernikahan aja neh hehe).

Kebutuhan rumah tangga jelas beda jauh dengan kebutuhan seorang bujang. Apalagi ada anak yang semakin memberikan pengalaman lebih. Jika sebelumnya tak ada si kecil bertengkar bisa sampai tiga hari. Karena si kecil bertengkar hanya beberapa jam saja. Si kecil pula yang memberikan semangat untuk terus bekerja (maksud saya Ayah). Bahkan merelakan bekerja di luar kota hanya untuk kebahagiaannya dan keluarga.

kebanyakan kepala keluarga yang bekerja di luar kota tidak bisa pulang setiap saat. Minimal seminggu sekali baru bisa pulang. Anggap saja tak ada lembur akhir pekan :P. Senin sampai jumat di tempat kerja, kadang ada yang senin sampai sabtu. Tentunya berat meninggalkan kebersamaan dengan anak istri di rumah. Rasa rindu kadang mengganggu konsentrasi (cieee rindu). Supaya tetap merasa dekat dengan keluarga selama hari kerja, monggo dicoba beberapa kebiasaan keluarga saya hehe

Ayahnya anak-anak, di kantor dari senin sampai jumat. Dulu sih kerjanya di rumah aja. Selama jaringan internet on kerjaan aman. Suami benar-benar menepati janjinya sebelum menikah. Yakni bisa tetap membantu saya mengatasi pekerjaan rumah tangga sembari dia bekerja. Alhamdulillah kami dikaruniai dua jagoan yang sehat. Suami selalu membuat kami dekat meskipun sedang berjauhan.

1. Menjaga komunikasi.
komunikasi menjadi kunci utama menjaga keutuhan sebuah keluarga. Era sekarang bukanlah hal sulit untuk tetap lancar berkomunikasi. Adanya HP membuat pesan singkat begitu cepat samapai. Internet memberikan kemudahan yang beragam (YM, FB,) dapat menjadi alternatif untuk tetap berkomunikasi. Jika kurang lega, bisa langsung telepon :). Cukup kan utuk mengobati kangen ?
2. Berkirim Foto.
Foto keluarga dapat memberikan semangat tersendiri ketika jenuh dengan rutinitas kantor. Sebaliknya dengan si istri yang tentunya lelah dengan urusan rumah tangga. Berkirim foto melaui MMS atau e-mail boleh di coba lo….:)
3. Membawa oleh-oleh ketika pulang.
Ketika datang kerumah, usahakan suami membawa oleh-oleh. Tak perlu yang mahal. Cukup sesuatu yang menjadi kegemaran anak dan istri. (sebentar anak saya bangun,…saya lanjutkan nanti :P). Lanjut lagi hehe,…kalau suami saya sering bawa makanan kesukaan….hehe…ingat ya ndak kudu mahal kok untuk nyenengin keluarga.
4. Selalu mengajak kami jalan-jalan walau dekat dan sebentar.
Sabtu dan minggu adalah dua hari paling berharga buat kami sekeluarga. Biasanya kami tawarkan pada Qays anak kami,..kalo dedeknya mah ngikut aja hehe. Qays biasanya minta ke alun-alun kota naik kereta-keretaan mini sembari beli pentol. Minggu pagi agenda Qays motoran ke sawah dilanjutkan beli robot-robotan ke pasar. kalau tinggal di kota besar mungkin bisa berkunjung ke taman-taman kota.
5. Pelukan dan Ciuman.
Selain komunikasi secara lisan dan virtual. Sentuhan fisik adalah salah satu cara mengungkapkan perasaan. ketika si ayah pulang dengan oleh-oleh dan langsung memeluk serta mencium anak istrinya tentunya sangat menyenangkan. Senyuman dan keceriaan pasti menjadi hiasan. Begitu pula ketika si ayah harus kembali keluar kota. Selalu berikan pelukan dan ciuman pada anak istri sebagai ucapan pamit.

Semoga setiap ayah yang ikhlas mencari nafkah untuk keluarga dilindungi dalam tiap langkahnya oleh Allah. Tiap ibu yang menjaga amanah suami diberikan keikhlasan selalu. Dan tiap anak yang dimiliki menjadi anak sholeh/sholihah…amin.

4 Comments

  1. ada lagi mbak lala, selipin kartu ucapan di tempat yang mudah ditemukan secara diam-diam (misalnya di kantong baju). Isinya ucapan “rahasia”, sesuatu yg bisa membuat tersenyum si pembaca dan cukup untuk menjadi “amunisi” selama 5 hari gak ketemu 😀

    jangan lupa kartunya disemprot biar wangi hehe.. 😛

  2. hehehehe ak seneng bgt bc topik ini cos calon suamiku kerjaanya jg bakal sering luar kota,kdg ak mikir apa bs LDR gtu yaah…3 bln lg kami menikah…smg kedepannya bs jalani hdup bsama walau msti bjauhan beberapa hari…:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *