Browsing Pendidikan

Guru Ku Tukang Bully..! 

June5

Bismillah,…kira nya semua pengalaman adalah guru terbaik untuk kita semua. 

Sore itu, ketika kami begitu bosan di rumah, dan anak-anak sedang asik sendiri dengan kegiatan nya. Kami meminta ijin untuk pergi berdua saja. Alhamdulillah mereka paham dan mau ditinggal. Kemana..? walah hanya kesana kemari tanpa turun mobil. Sembari bawa krupuk dan es teh dari rumah hehehe. 

Sengaja kami memilih jalanan yang isinya hanya persawahan. Bukan jalan utama. Lebih adem lah ya. Banyak hijau hijauan hehe. Sembari jalan, tetiba suami membuka pembicaraan tentang masa masa SMP nya..SMA nya.Sampai saat kuliah. 

Kalau boleh diberi tema, saat itu temanya “bullying”. 

“Ditiap tempat pasti ada tukang bully ya Bun, pernah ndak di bully..? kabar mereka yang doyan nge-bully gimana ya..? Kalimat tanya itu menjadi pembuka. 

“Ya pernah atuh Yah,  dibully sih bukan jadi tukang bully. Cuma sebab dibully nya yang ndak banget…perkara cemburu, soalnya pacar nya naksir bunda hahahaha.” 

Obrolan semakin serius ketika yang dibahas adalah pengalaman dipermalukan di depan kelas. Dan, pelaku nya adalah guru kita. Tadinya begitu hormat, begitu mengidolakan guru tersebut. Tetapi ketika dipermalukan rasanya pataah hati sepatah patahnya. 

Itu lah, yang menjadi alasan saya pengen banget jadi guru yang terlope-lope. Susah sih, tapi dengan segala usaha InsyaAllah bisa. Ternyata, mempermalukan murid di muka kelas adalah hal yang tak bisa dilupakan. Bahkan ketika murid itu sudah memiliki gelar dan jabatan yang sama. Sama-sama menjadi guru. 

Hai, kawan kawan yang berprofesi guru. Pernah seperti ini kah..? 

1. Ketika Presensi (mengecek kehadiran siswa) terlebih ketika awal masuk ajaran baru. Kita memanggil nama murid kita satu persatu. Dengan gaya yang sok tau, mencoba mengartikan nama murid kita kata per kata dengan menyematkan arti yang konyol. Bahkan bukan arti nama dia sebenarnya. Demi apa..? Demi seisi kelas tertawa terbahak-bahak. Dan mendapatkan predikat Guru lucu. Padahal, dimata murid kita. Khusus nya yang punya nama. Sikap dan perbuatan kita itu sangat menyebalkan. Bahkan memberi kesan pertama yang super buruk. 

2. Membandingkan kecerdasan murid satu dengan yang lainnya. “Duuh, masak giru aja kamu ga bisa, tuh lihat teman sebangku kamu. Nilai ga pernah jelek. Mbok belajar yang bener, biar kayak teman mu. Ndak malu ta..?. Uluuuuuuuh, Bapak..Ibu..orang tua kami kan emang beda. Kecerdasan berbeda jelas wajarlah. Emang kalau satu kelas kecerdasan, kepintaran dan keahlian harus sama ya..? 

3. Menghina secara fisik hingga memiliki julukan yang memalukan. Ingat kan dalam satu kelas teman kita beragam secara fisik. Ada yang tinggi, kurus, gemuk, berkulit putih, sawo matang dan lain-lain. Jika memang sudah jelas berbeda satu sama lain, mengapa Bapak atau ibu masih menaggil kami dengan julukan tambahan. Misal, menyebut namanya tetapi ditambahin ceking, karena postur tubuh yang tinggi dan kurus. Atau ditambah kata Kriwul gegara rambutnya yang ikal. Padahal mereka yang di panggil dengan nama tambahan yang tidak penting memiliki nama yang cukup baik. Dan tentunya mengandung doa dan harapan bagi orang tua mereka. 

4. Menghukum secara verbal dan fisik di depan teman-teman satu kelas nya. Gegara tidak bisa mengerjakan soal atau beberaoa tes. Dengan leluasa dan tanpa berdosa mengatakan, ” Otak kok ga ada encer-encernya, masak soal seperti ini aja kamu ndak becus.” Bicara seperti itu sembari mendorong kepala dengan telunjuk atau bulpoin. Duh duh duh sediiiiiih. Ditambah lagi ada yang pernah menjewer bahkan menampar muridnya di muka kelas. Hanya karena kesalahan yang sebetulnya masih bisa di komunikasikan dan di cari tahu kebenarannya. Demi Allah, itu luka bukan hanya di tempat yang dipukul atau digampar. Tapi di dalam hati. 

5. Membandingkan seisi kelas dengan kelas yang disemati kata “Unggulan”. Adanya spesifikasi tentu ada tujuannya. Salah satunya supaya metode dan media ajar bisa di sesuaikan dengan kemampuan seisi kelas. JIka memang anak akselerasi yang isi nya anak-anak yang bisa belajar dengan mandiri. Tentunya akan sangat berbeda dengan kondisi kelas yang butuh pembelajaran dengan cara yang unik. So, sudahi ya membandingkan kelas A tidak sepeti kelas B,C,D dan seterusnya. 

6. Mengumbar aib atas nama curhat di ruang guru. Ada yang pernah mendapat tugas masuk ke ruang guru untuk mengambil tas, atau buku guru kita yang tertinggal..? daaaan tetiba kita mendengarkan ada nama teman sekelas atau teman beda kelas kita yang aibnya sedang diumbar oleh seorang guru ke guru yang lain..? Parahnya, semua yang mendengarkan “curhatan” guru tersebut menertawakan bahkan mengumbar aib yang lainnya. Heeeeemmmm apalah daya seorang murid. 

Bukan bermaksud mengorek luka lama. Kiranya hal semacam ini bisa menjadi pelajaran. Bahwa murid kita yang beragam itu memiliki hati dan memori. Jika memang harus menghukum dan menasehati. Lakukan dengan personal tanpa harus menyakiti, meremehkan, hingga mempermalukan.  

Jangan sampai, selama beberapa tahun sekolah. Yang dikenang oleh murid kita adalah “Guru Ku Tukang Bully..!” 

posted under Pendidikan | No Comments »

Salam,..Salim,..dan Senyum Ala Little Camel School Mojokerto

March10

Melihat kolom komentar ternyata banyak beberapa komentar yang menunggu disetujui. Komentar terbanyak berisi pertanyaan tentang Little Camel Mojokerto. Sudah ada beberapa tulisan saya yang membahas tentang Little Camel School Mojokerto.

kali ini yang akan saya tulis adalah tentang rutinitas Abi dan Umi di pagi hari. Monggo di lanjutkan membacanya :). kalau penasaran sih 🙂 Read the rest of this entry »

posted under Pendidikan | No Comments »

Liburan 4 In 1 di “Kampung Inggris” Pare,…Dicoba Yuk !!!

December31

Libur telah tiba,..libur telah tiba,…hore,..hore,..hore !!!!

Tasya semangat banget ya nyayiin lagu ini. Tentu saja, liburan menjadi masa yang dinanti. BAnyak hal yang dilakukan untuk mengisi waktu liburan. Setelah beberapa bulan dihabiskan untuk belajar dan bekerja. Tentu hari libur menjadi istimewa.

Libur sekolah kali ini bertepatan dengan libur pergantian tahun. Untuk berlama-lama di kota wisata tentu saja harus dengan persiapan yang matang. Terlebih dalam segi finansial, lebel harga melambung tinggi. Apalagi harga sewa kamar hotel dan Villa. weleh weleh pokoknya. Pernah berpikir untuk liburan sambil belajar ndak ?  Read the rest of this entry »

posted under Pendidikan | No Comments »

Draf Tulisan Untuk Bapak dan Ibu Guru,…

December30

67735_1648736707950_3136791_nPak,..masih jelas dalam ingatan, 14 tahun lalu. Gayamu yang nyentrik, wajahmu yang tegas tanpa senyuman. Kepalan tangan kanan dan tangan kiri yang berkacak pinggang. Seolah tak berikan toleransi untuk kami yang berlawanan jenis untuk berdekatan. Betapa engkau ditakuti, bahkan teman laki-laki yang memberi tumpangan hanya mampu sebatas perempatan , jarak yang masih jauh dari gerbang sekolah. Mengapa ? karena kami takut kepadamu pak. Takut pada hukumanmu.

Ya,..kami awalnya takut kepada mu, bukan kepada Allah. Namun, didikan mu itu membuat kami paham bahwa terlalu sering berdekatan dengan lawan jenis. Bukan mahramnya adalah salah dan dosa. Namun,… ada kekecewaan, sangaaaat dalam, ketika melihat akun Facebook Bapak dengan komentar “WOOOW” pada postingan foto sexy salah satu murid bapak, teman lama kami.

Ibu,..masih ingat dalam ingatan, ketika engkau Memotong rambut kami yang lebih panjang dari kerudung kami. Masih ingat ketika kerudung kami yang terawang kau beri julukan “saringan tahu”. Dan tak akan pernah kami lupakan ketika engkau merobek rok sekolah kami yang panjangnya diatas lutut. Dari tindakanmu kami tahu, bahwa berbusana haruslah yang santun. Demi kehormatan diri sendiri.
Tapi kenapa bu? di pasar itu, Ibu tak kenakan jilbab yang biasa ibu pakai mengajar. Ibu tak kenakan baju muslimah Ibu. Kenapa hanya daster berlengan pendek dengan panjang selutut Bu ? Dan rambut yang diikat ala kadarnya.

Bapak,…
Ketika engkau mengajarkan kami tentang batalnya wudhu karena menyentuh lawan jenis yang bukan mahram. Akun Facebook mu penuh foto dengan pose yang bersentuhan. Meskipun yang menggandeng mu di foto adalah muridmu. Tetap saja mereka bukan mahram mu pak.

Ibu,…
engkau yang sering mengatakan, “jangan pacaran”. Perempuan hanya dirugikan dari status salah kaprah ini. Ya,…kami menuruti semua nasihat mu. Meskipun kami menggerutu, Merasa bahwa ibu tak paham dunia remaja. Tapi mengapa bu ? Di pameran itu, ibu bergandengan tangan dengan lelaki yang kami tahu bukan kakak, adik, apalagi ayah mu. Dan kami tahu engkau belum menikah Bu.

Bapak dan Ibu Guru kami tercinta….
Betapa kami menghormati segala apa yang menjadi aturan dan keputusan mu.
Kami marah dan selalu membangkang ketika engkau melarang ini itu, yang tak baik untuk kami. Kami sadar ini cara mu mendidik kami. Cara yang bisa kami wariskan kepada anak-anak kami.

Tentu tak akan ada artinya kami tanpa ilmu yang kau berikan. Tapi kenapa ? mata ini harus melihat banyak hal yang mengecewakan. Guru juga manusia,..memang benar. Tapi guru adalah manusia yang selalu pantas untuk digugu lan ditiru segala perangai baiknya.

Bapak dan Ibu Guru kami Tercinta,…
Mohon maaf kan kami, jika kami kecewa akan apa yang kami lihat.
Yang terlihat adalah pelajaran bagi kami, bahwa kami adalah guru bagi anak-anak kami. Dan kami harus menyamakan apa yang kami nasihatkan kepada mereka dengan segala tindakan kami.

Bapak,..Ibu,..kami Rindu Engkau yang Dulu 🙂

posted under Pendidikan | No Comments »

Miris !!! Artis Dibayar Mahal untuk Merusak Moral, Guru Dibayar Murah untuk Perbaikinya.

December11

Sudah nonton video ini ?

http://www.youtube.com/watch?v=uJNP9ZGeP6M

Judul lagu sebenarnya “JASAMU GURU”. Dengan lirik seperti ini :

Kita jadi bisa menulis dan membaca
Karena siapa
Kita jadi tahu beraneka bidang ilmu
Dari siapa
 
Kita jadi pintar dibimbing Pak Guru
Kita jadi pandai dibimbing Bu Guru
Guru bak pelita penerang dalam gulita
Jasamu tiada tara 
 

Betapa guru diberi sebuah penghormatan akan semua jasa-jasanya. Mungkin, banyak guru yang telah resah di tengah kengataan. Bahwa media elektronik, terutama TV begitu mudah merusak mental dan perilaku generasi penerus bangsa. Dalam kegelisahan, terciptalah lagu dengan nada yang sama, namun berbeda lirik. Kurang lebih liriknya seperti ini :

 
Kita jadi bisa pacaran dan ciuman
karena siapa 
Kita jadi tahu masalah artis cerai 
karena siapa 
kita pintar dandan dibimbing TV 
kita jadi lebai dibimbing TV 
TV Pemerintah Membuat gelap gulita 
Jasamu tiada,…..
 

Hampir semua acara TV didominasi dengan tayangan-tayangan dewasa. Sinetron-sinetron yang tidak masuk akal, hingga pemberitaan tentang artis yang sebenarnya adalah aib yang mestinya di tutupi. Benar adanya jika Artis dibayar mahal untuk merusak moral. Sedangkan guru dibayar murah untuk memperbaiki akhlak.

 
posted under Pendidikan | No Comments »

Mengingat Letak Ide Pokok Paragraf Deduktif, Induktif, dan Campuran dengan Bantuan “Si Pa’De yang Lupa PIN ATM karena Asik PaCaRan”.

December5

Paragraf adalah rangkaian kalimat yang saling berhubugan dengan membentuk satu kesatuan pokok pembahasan. Paragraf merupkan satuan bahasa yang lebih besar daripada kalimat. Secara umum, paragraf terbentuk dari dua unsur. Yakni gagasan utama dan beberapa gagasan penjelas. Gagasan utama adalah gagasan yang menjadi dasar pengenbangan sebuah paragraf. Gagasan penjelas adalah gagasan yang fungsinya menjelaskan gagasan utama.

Berdasarkan gagasan utamanya, paragraf dibedakan menjadi tiga macam. Yakni, paragraf Deduktif, Paragraf Induktif, dan Paragraf Campuran. Waduh,..ada tiga nih, yang gagasan utamanya di depan Deduktif atau Induktif ya ? Jangan-Jangan terbalik !!!!. Ada cara mudah untuk mengingatnya. Mau coba ???? Read the rest of this entry »

posted under Pendidikan | No Comments »

Media Pembelajaran Bahasa Indonesia “Puzzle Deskripsi” Memudahkan Siswa dalam Menulis Paragraf Deskripsi.

December4

Setalah “Puzzle Dongeng” ada satu media lagi yang berhubungan dengan “Puzzle”. Sebut saja “Puzzle Deskripsi”. Bahan dan alat yang dibutuhkan jauh lebih mudah dan murah. Dan ini bisa dilakukan berkelompok.

Bahan yang diperlukan adalah “puzzle” yang sudah jadi, dapat dibeli di pasaran (toko buku atau mainan). Karena ini berkelompok, carilah pazzle yang potongannya kecil-kecil. Jika terlalu besar, akan terlalu mudah bagi siswa dalam memecahkannya. Jika mau yang rumit, bisa membuat sendiri. Caranya sama dengan membuat “puzzle dongeng”. Bedanya, yang ditempelkan disini adalah gambar, bukan tulisan. Nanti nya gambar-gambar ini akan diceritakan dalam bentuk tertulis, yakni paragraf deskripsi.  Read the rest of this entry »

posted under Pendidikan | No Comments »

Membuat “Puzzle dongeng” dengan Majalah Bekas untuk Media Pembelajaran Bahasa Indonesia.

December4

Pelajaran bahasa Indonesia adalah pelajaran yang banyak diremehkan oleh para siswa. Mengapa ? karena bahasa Indonesia bukanlah bahasa yang Asing. Tidak perlu memikirkan rumus ketika akan mengucapkannya. Karena bahasa Indonesia adalah milik pribumi yang hampir semua bisa dan paham dalam menggunakannya.

Supaya tidak membosankan, pengajar bahasa Indonesia harus memiliki 1001 jurus untuk menyampaikan materinya. Supaya tidak dianggap remeh dan tidak membosankan. Tentunya, berlaku juga pada pelajaran lainnya ya :).
Menganalisis dongeng menjadi salah satu materi yang kurang diminati siswa. Mengapa ? selain harus membaca, siswa kurang suka mengaanalisis dongeng tersebut. Baik dari unsur intrinsik dan ekstrinsiknya. Supaya lebih menarik, ada resepnya lo. Mau coba ??? Read the rest of this entry »

posted under Pendidikan | 3 Comments »

Supaya Anak Tak “Gila” Masuk Sekolah Fullday !!!

December3

Beberapa waktu lalu, media sosial marak dengan pemberitaan tentang seorang anak yang masuk RSJ karena terlalu banyak mengikuti les. Membaca kisahnya membuat setiap orang prihatin, marah, bahkan meneteskan air mata. Sempat bertanya, “targetnya apa sih, kok sampai kebablasan ?”.

Seorang teman bertanya, “Lala, anaknya kan sekolah di TK fullday, gak takut stres tuh. udah ada contohnya. Hati-hati lo!”. Weleh-weleh maksudnya awas masuk RSJ begitu ???? Dulu jaman pelecehan seksual di JIS juga ngomongin hal yang dihubung-hunbungkan, “Anak mu kan sekolahnya di internasional school, ga takut tuh???”. Waaah sepertinya anak ente yang kudu masuk sekolah fullday. Biar ndak asal ngomong hehe.

Semua orang tua pasti menginginkan anak-anaknya berprestasi ketika sekolah. Berharap anak-anaknya sukses di masa depan, baik dunia dan akhirat. Tidak ada yang salah dengan membekali anak-anak dengan ilmu. Bahkan menjadi keharusan. Pada kenyataannya, yang berlebihan pasti tidak baik. Bisa jadi berantakan, tidak dapat apapun.

Lomba kreativitas kakak dan Bunda di Little Camel Mojokerto

Lomba kreativitas kakak dan Bunda di Little Camel Mojokerto

Sempat dianggap orang tua yang “mentala” karena menyekolahkan kakak di sekolah fullday. Tak beda jauh dengan “menitipkan anak” dan macam-macam istilah lainnya. Meskipun jenjangnya masih TK, jam sekolahnya sama dengan jenjang SMA. Berangkat jam 7 pagi dan pulang jam 2 siang. Tak kenal maka tak sayang, karena itu banyak yang berkomentar negatif.

Awalnya, ada ketakutan kakak akan merasa bosan dan stres. Namun, setelah dibuktikan, semua ketakutan itu hilang. Sempat mogok sekolah memang, selama seminggu. Karena harus pindah ke gedung SD, kebetulan gedung TK sedang direnovasi. Selama kakak mogok sekolah dapat satu hikmah, bisa tahu semua kegiatan kakak dari jam 7 pagi hingga jam 2 siang. Kegiatan Belajar mengajarnya sangat menyenangkan, dan porsi bermain lebih banyak.

Setiap pulang sekolah, ketika ditanya bagaimana di sekolah, apa yang diajarkan abi dan umi, dll kakak selalu menjawab,”tidak tahu, atau hanya menaikturunkan bahu”. Dari sini ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh ayah dan bunda ketika mamasukkan kakak di sekolah fullday.

1. Mengubah pertanyaan seputar sekolah. Ketika kakak baru pulang sekolah, jangan langsung ditanya, “gimana sekolahnya tadi kak ?” atau “kakak ngapain aja tadi di sekolah?”. Mungkin kakak masih capek dan bosan dengan rutinitas di sekolah. “Assalamualaikum kak, bunda masak makanan kesukaan kakak lo, cepat pulang yuk!”. “Assalamualaikum, kak, di rumah ada om Falih, om bawa oleh-oleh lo!”. Ketika kakak sudah merasa nyaman dengan makanan atau oleh-oleh dari om nya. Dengan sendirinya akan menceritakan kegiatannya di sekolah.
2. Mengerjakan PR di pagi hari. PR pasti diberikan kepada kakak sebagai bahan evaluasi dan menjaga kekompakan antara ayah, bunda, dan kakak dalam memecahkan sebuah masalah. Tiap anak pasti berbeda, ada yang begitu sampai di rumah langsung mengerjakan. Ada juga yang tidak mau mengerjakan sama sekali. Sejauh ini mengerjakan PR di pagi hari, setelah mandi pagi, lebih efektif. Dibandingkan setelah pulang sekolah atau malam harinya. Tentunya kakak dibangunkan lebih awal, sembari melatih kakak sholat subuh.
3. Tidak memberi les tambahan. Karena kakak sudah cukup lama di sekolah. Memberikan les tambahan belum dirasa penting. Mengingat usianya yag masih kanak-kanak, memberikan waktu lebih banyak untuk bermain tentu sangat disarankan. Sesekali, ayah dan bunda mengajak melakukan permainan edukatif. Misalnya, “jari-jari ABC”, tahu kan cara mainnya ? semua jari dihitung,..A…B…C…D….E…berakhir di huruf…..K….!!!! nama hewan,…Ayah, bunda dan kakak bergantian menyebutkan nama hewan yang berawalan huruf K. kodok,…kadal,…keledai…..hihihi.

4. Memberi motivasi melalui dongeng sebelum tidur kepada kakak agar selalu semangat. Kakak tidak akan menerima jika nasihat atau motivasi diberikan dengan gayanya pak Mario Teguh. Karena kakak masih kanak-kanan, dongeng lebih mudah masuk. Akan lebih baik jika bunda dan ayah yang menciptakan dongengnya, sesuai usia dan kebutuhan kakak. Misalnya, kakak sedang malas sekolah. Ayah dan bunda bisa membuat cerita yang berisi mengapa harus sekolah, manfaatnya apa, dll.

Bekerjasama dengan pihak sekolah sangat penting dilakukan. Bagaimana proses KBM nya, Bagaimana kakak menerima materi di sekolah, bagaimana sikap kakak di sekolah, dan lain-lain. Semua bisa terjawab jika kominikasi terjalin dengan baik.

Bagi yang tinggal di lingkungan yang kurang kondusif (dalam pergaulan) sekolah fullday sangat disarankan 🙂 !!!!.

posted under Pendidikan | No Comments »

Jutaan Rupiah Untuk Preschool / TK. Berlebihan ?

October4

Qays Imam SholatSebelumnya saya sudah menulis tentang Little Camel Islamic International School Mojokerto. Mulai dari nilai plus dan minusnya dan Model Seragamnya. Kali ini yang akan saya bahas adalah hasil pembelajaran di sekolah tersebut. Khususnya pada pembelajaran sholat. Dari awal saya dan suami berharap, kakak lebih menguasai materi keagamaannya. Bukan berarti yang lainnya tidak penting. Namun, pada kenyataannya mengajarkan anak tentang agama lebih susah dibandingkan yang lainnya. Contoh nyata, banyak murid saya, yang masuk dalam rangking 10 besar di sekolah. Menangis karena putus asa menghafal doa sholat. Terutama pada bacaan tahiyat akhir. Ketika saya tanya mengapa bisa demikian ? jawaban mereka semua sama, “saya ndak pernah sholat bu”.

Pengalaman ini memberikan pelajaran yang sangat berharga. ketika menjemput kakak, karena hanya sebatas gerbang sekolah. Untuk mengusir rasa jenuh dan panas, sesama wali member saling berbincang. Saya lebih suka menjadi pendengar, kalau ditanya ya baru jawab :). Banyak wali member yang mengeluhkan, kok anak saya belum bisa baca ya ? kok anak saya belum bisa berhitung ya ? kok anak saya nulisnya masih terbalik dll. Dalam hati, kenapa ndak ada yang bahas ini ya ? kok anak saya belum hafal doa sholat ya ?

Bukannya sok agamis, tapi bagi saya dan suami pendidikan agama jauh lebih penting :). Ini tahun ke-2 kakak bersekolah di Little Camel Mojokerto. Sebutan kerennya sih Kindy-B hihi, umumnya dalah kelas TK- Nol Besar. Haduh sebesar apa ya nol nya ^_^. Tahun pertama kami sanngat puas dengan hasil raport kakak. Walaupun dalam pembelajaran bahasa inggris kakak belum begitu menonjol. Mungkin karena kakak memang tidak tertarik dengan bahasa asing tersebut. Kecuali soundtrack nya Ryokendo hihi (itu tuh tokoh super hero yang paling ganteng katanya). Ah,..kami tak khawatir akan masalah ini, suatu saat ketika kakak butuh untuk bisa menggunakan bahasa asing, pasti kakak akan mempelajarinya.

kembali pada pelajaran sholat tadi ya. Awalnya saya tidak percaya, ketika pulang sekolah. kakak selalu bercerita, “bunda, aku tadi jadi imam.” Hal yang membuat saya tidak percaya adalah, ketika saya tanya kakak belajar apa hari ini sama Abi ? jawabnya pasti, “ndak tau, lupa”. ok, gpp. Ketika ada ksempatan saya tanyakan langsung kepada Abi di sekolah. Tenyata apa yang dikatakan kakak semua benar.

Dalam waktu 3 bulan kakak sudah bisa menghafal bacaan sholat. Yang paling mengejutkan, kakak juga hafal doa sholat dhuha. Aduuuuuh jadi malu sendiri. Bukan hanya itu, kakak bisa menghafal beberapa hadist, dan 77 asmaul husna. Subhanallah,…kalau kami sendiri yang mendidik dan mengajarkan itu semua. Jujur saja kami tidak mampu.

Entah metode apa yang Abi dan Umi ajarkan. kami pun tak dapat mengawasi proses pembelajarannya secara langsung, tapi kami mendapatkan hasil yang luar biasa. Menurut kami, salah besar kalau membayar mahal itu rugi, apalagi jenjang TK. Justru pondasi awal haruslah dibangun dengan sebaik-baiknya. Selama sesuai dengan mutu, uang bisa dicari lah bun :^_^ Insyaallah !!!.

 

posted under Pendidikan | No Comments »
« Older Entries