Browsing Uncategorized

ini,… juga pelajaran lho…!

June26

Pernah putus asa?,…sama dong ^_^ tapi seseorang mengajarkan aku tentang sesuatu hal. Ketika keputusasaan itu datang dia selalu bilang seperti ini, ” susah sih tapi bisa….semangaaaaaaaaat”.

Dari dia aku bisa belajar bahwa setiap permasalahan pasti ada solusinya,…lelah boleh tapi tidak untuk putus asa. Setiap masalah sepaket sama solusinya kok….sepakat ga?

Berbagi Cerita Seputar TPA

December5

Ini adalah pengalaman saya tentang menitipkan anak. Saya lebih dulu selesai kuliah dibandingkan suami. Namanya berumah tangga, hidup terpisah sama sekali tidak nyaman. Meskipun ada waktu bertemu setiap akhir pekan. Berjauhan dengan suami bukalah tanpa alasan. Saya harus mengajr disebuah LBB, dan suami harus memenuhi jadwal kuliahnya. Saya memilih tinggal di Mojokerto karena tidak mau berpisah dengan anak saya yang baru berusia 6 bulan. Suami terpaksa harus kos di Surabaya, karena masih tercatat sebagai Salah satu Mahasiswa dari sebuah kampus ternama.

Pada akhirnya saya menyerah dengan keadaan seperti ini. Keputusan harus saya ambil. Saya harus ikut suami, meskipun saya harus berhenti mengajar untuk sementara waktu. Si kecil saya ajak serta. Tinggal di sebuah kos-kosan kecil yang cukup nyaman. Baik suasana dan tetangganya, Kebetulan tempat tinggal sementara kami itu masuk kawasan perumahan dosen. Untunglah anak saya cukup baik dalam beradaptasi.

Sekilas Qays nampak baik-baik saja dengan kesehariannya bersama saya dan Ayahnya. saya sadar satu hal, Qays butuh teman sebaya untuk diajak bermain. Tentunya dengan bahasa anak-anak dan kebiasaan anak-anak. Mainan, hiburan, bahkan perhatian kami ternyata belum sempurna, Qays butuh teman. Setiap sore, Ibu-ibu berkumpul di depan kompleks. Sembari menyuapi anaknya bahkan menemani bermain.

Sampai akhirnya berujung pada pembicaraan Qays biasanya main sama siapa kalau pagi ? berawal dari perbincangan itu, Mama Echa memberikan saran untuk memasukkan Qays ke TPA kampus Hang Tuah. Beragam palaman positif diutarakan oleh Mama Echa. Malamnya saya berdiskusi dengan suami. Awalnya saya ragu-ragu, karena saat itu banyak kasus penganiayaan anak dan penculikan anak. Suami lebih bijak menyikapi kasus tersebut, dan terus meyakinkan saya bahwa TPA lebih banyak manfaatnya.

Bismillah,..saya pun menyepakatinya. Pagi, sekitar pukul 08.00 saya, Qays, dan Ayahnya datang ke TPA yang dimaksudkan Mama Echa. Lokasinya berada di dalam kampus, tepatnya di Lab Penelitian Perkembangan Anak, yang memang digunakan oleh Mahasiswa jurusan Pasikologi Hang Tuah ketika mereka membutuhkan subjek penelitian. Terutama perkembangan Psikologi anak. Qays tertarik dengan tempat barunya itu. Karena lebih banyak teman seusia dia, dan beragam mainan baru. Tenaga pengasuhnya cukup profesional. Paham akan kondisi anak kecil dan apa saja yang menjadi kebutuhan anak seusia Qays.

Semakin yakin, hari itu juga saya dan suami mendaftarkan Qays. Masih dalam tahap mencoba, kami membayar harian, nanti kalau Qays sudah betah baru per bulan. Pengasuh Qays selalu menekankan kepada kami sebagai orang tua. JIka Qays sudah diantar ke TPA kami harus ikhlas dan tega, dalam artian tidak boleh memikirkan Qays secara berlebihan. Intinya harus percaya kepada yang mengnasuh dan percaya bahwa Qays akan baik-baik saja. TPA menjadi tempat dan pengnalaman baru bagi Qays. Qays bisa punya teman, Ayahnya bisa bekerja dengan leluasa, dan saya bisa mengurus pekerjaan rumah tangga tanpa harus was-was ketika masak Qays akan ikut main pisau, atau tabung gas.

Ceritanya bersambung yaaaa 🙂 !.

10 Alasan Kenapa Cowok Gak Siap Nikah

July11

Sebagai perempuan pernah ngerasain gak enaknya nunggu keputusan yang pasti ga dari tambatan hati? Kadang-kadang pas ditanyain siap atau enggak nikah tuh cowok muteeeeeeeer aja kek kincir angin. Mending ada daya listrik yang dihasilkan kan bermanfaat. Tapi, kalo dari muternya tuh cowok cuma ngasilin ketidakjelasan bikin sebel kan? Kenapa ya cowok ga siap nikah? Padahal nikah itu kan seru heheheh (pengalaman neh).
Ada berapa alesan sih kepa cowok itu takut banget diajakin nikah. Aku coba tanya-tanya ke Suamiku soal alasan-alasan itu (sama aja kan Suamiku cowok juga hehehe). Kayak gini nih hasilnya. Ada 10 faktor kenapa cowok ga siap nikah, bisa nambah lo…heheh diantaranya:
1. Tingkat kemapanan.
Hal pertama yang bakal ditanyain sama Ortu si cewe adalah soal kerjaan ma pendapatan. Wajar lah Ortunya kan ga mau anak tercintanya itu sengsara. Cowo yang udah punya kerjaan sekalipun kadang-kadang ga pede karena belum mapan. Punya kerjaan bukan berarti udah mapan lo…

2. Takut belum bisa bahagiain ortu.
Ketakutan pada diri seseorang adalah hal yang biasa terjadi. Apalagi kalau seorang anak yang merasa banyak ngerepotin Ortu. Cara ngebales semua yang dikasi ma Ortu ya dengan cara bikin mereka bahagia dengan bentuk apapun. Takut belum bahagiain Ortu menjadi alasan yang cukup diminati oleh cowok yang belum siap nikah.
3. Belum tuntas studi.
Pernah dengar kan rencana anak-anak kuliahan yang mau cari kerjaan dulu setelah lulus sekolah. 1001 kali yang punya cita-cita nikah sambil sekolah, karena itu urusan ini dipilah-pilah dan bisa jadi alesan yang ampuh buat nolaj ajakan nikah. Sekolah ya sekolah, nikah ya nikah. Ntar aja nikahnya bis sekolah.
4. Belum yakin ma ceweknya.
Selalu berkata cinta, bukan berarti sebuah ukuran bahwa semua ungkapan mesra tersebut adalah jawaban untuk sebuah masa depan. Kadang-kadang cowok males banget ngomongin nikah karena ceweknya terlalu memaksa dan menuntut terlalu banyak tentang sebuah pernikahan. Jadinya cowok males nanggepin, ketidakyakinan pun datang dari emosional semacam ini.
5. Asumsi bahwa nikah itu butuhin banyak duit.
Tidak dipungkiri, sebuah persiapan pernikahan memang membutuhkan materi yang tidak sedikit. Perhitungannya banyak, untuk bayar penghulu, bayar gedung, beli baju pengantin dan bla bla bla. Alasan ini jurus jitu untuk ngeles soal nikah. Tapi, tahukah kalian para cowok biaya yang seabrek itu ga bakal ditanggung kalian seorang. Ada orang tua kalian ma ortu cewek kalian to? Dibagi rata lah. So,..ga usah takut.
6. Ga berani bilang ma ortu.
Ada banyak cowok yang dah yakin ma ceweknya, yakin bakal bisa ngiudupin dan nyukupin kebutuhan calon istri. Intinya yakinlah buat tanggungjawab sebelum dan sesudah nikah. Tapi, ketika mau minta restu Ortu nyalinya maju-mundur. Takut Ortu ga setuju poko’e. dalam sebuah hubungan dengan siapapun dan dalam bentuk apapun yang paling penting ialah komunikasi. Kalau ga berani bilang ma ortu soal keinginan untuk nikah secara lisan ya,…ditulis aja pake bahasa yang sopan pati dibaca kok, setelah itu pasti dipertimbangkan. Mulai deh ada pembicaraan.
7. Ada saudara yang ga boleh dilangkahin.
Pernah denger ga ada sebuah adat yang menyatakan kalau kakaknya belum nikah adiknya ga boleh nikah dulu. Sekalipun bisa harus pake pelangkah gitu deh. Biasanya berlaku untuk saudara-saudara yang cewek. Tapi jangan salah, cowok juga ada yang pake alesan itu, kasian kakaknya kalo dilangkahin ma dia. Menurut saya sih, ngomong aja ma kakak kalian masing-masing kalau setuju dilangkahin ya Alhamdulillah, kalau ga ya diomongin lagi gimana enaknya.
8. Merasa belum cukup umur.
Alesan yang satu ini kadang-kadang ga masuk akal, mau nungu sampek umur berapa sih untuk siap kawin eh nikah? 40 tahun? Ketuaan Bang hehehe. Soal umur yang penting dah baligh alias dewasa. Berarti 17 tahun pun boleh nikah kan?
9. Faktor emosional si cewek.
Buat cewek-cewek yang punya sifat suka maksain kehendak dan ga sabaran hati-hati aja. Bisa jadi cowok kamu males diajakin nikah gara-gara ceweknya yang terlalu memaksa dan minta macem-macem.
10. Merasa belum cukup berpendidikan.
Pendidikan yang diaksud di sini bukan pendidikan akademik, tapi pendidikan seksual. Banyak lo cowok yang takut ga bisa nyukupin hal satu itu. Meskipun dah belajar dari buku, pengalaman orang sampai audio visual hehehehehehe. Wajarlah ketakutan itu ada, tapi kalo dah nikah dan dilakuin lebih pinter kok dari pakar seksiologi wkwkwkwkwk.

Tulisan ini sesuai pengalaman yang udah dialami sama aku dan suami aku, buat kalian yang masih ragu nikah bakal rugi lo!. Soalnya ga serumit soal yang ada di otak kalian, atau serumit alur sinetron yang ga jelas endingnya. Yang penting komunikasi. Masih takut nikah? Kendalanya apa sih? Komentar aja ok!.

Senior Teater Institut Unesa

March30

musik.jpg

wah…apa kabarnya mereka ya ? temen-temen Teater Institut UNESA ini ? ehh salah ding ini kan para senior hehehe…pasti dah pada lulus atau dah pada nikah ya ?

huh..kalau inget mereka nyebeliiiiiiiiiiiiiiiiiin banget

pas diklat teater aku sama temen-temen seangkatan dikasih makan nasi putih lauknya pisang goreng,…nyambung aja enggak gimana enak makannya 🙁

Tidak masalah !!! diinget yang seru-seru aja, aku pernah dapet pertanyaan dari mereka gini, “kenapa teater itu identik dengan warna hitam ?” kenapa ya?

Mitos VS Logika

March28

Istilah mitos sudah lama dikenal, bisa dikatakan mitos ialah sesuatu berupa wacana (bisa berupa cerita, asal-usul, atau keyakinan) yang keberadaannya satu paket dengan pantangan yang tidak boleh dilanggar. Orang bilang menentang mitos itu ”pamali” (dosa) bisa kualat. Keberadaan mitos sangat erat kaitannya (jadi inget mapel sosiologi SMA hehehe) dengan adat istiadat yang masih bersifat tradisional. Terutama pada sebagian masyarakat yang masih meyakini ajaran animisme dan dinamisme. Mitos dengan aturan yang telah lampau tidak bisa begitu saja disisihkan, akan banyak hal yang harus dilalui untuk menciptakan perubahan itu. Tetunya tidak semudah menutup buku.

Logika, lebih menitik beratkan pada analisis pikiran dan kemajuan persepsi dengan kata lain lebih menonjolkan peran pikiran yang masuk akal dan angka kemungkinannya lebih tinggi dibanding angka ketidakmungkinannya. Benarkah mitos selalu memiliki alasan yang logis? Berbeda dengan masyarakat tradisional yang masih meyakini adanya mitos sebagai sesuatu yang harus diperlakukan hati-hati, masyarakat modern tidak begitu adanya, mungkin karena telah banyak fasilitas canggih yang bisa menepis kepercayaan tentang mitos.

”kalau makan jangan depan pintu nanti yang mau nglamar kamu balik lagi. Dasar anak muda zaman sekarang, dikasih tau orang tua kok malah ngeyel, katanya mitos lah, tahayul lah, nanti kalo sudah kena batunya aja baru nyesel ”. Kata seorang Nenek pada cucunya. Pernah mengalami kejadian yang serupa ? sebetulnya kalau dipikir-pikir lagi kata-kata si Nenek ada benernya juga alias masuk akal.

Tidak ada salahnya menganalisis sebentar tentang hubungan mitos dengan logika dengan cara mengambil beberapa contoh mitos dan mengkaitkannya dengan pemikiran yang lebih masuk akal. Misalnya :

* Anak gadis dilarang keras makan di depan pintu, katanya bisa batal dilamar orang alias balik kucing. (ini mitosnya). Kalau dipikir-pikir memang tidak pantas makan di depan pintu, fungsi pintu hanya untuk jalan keluar masuk saja. Kalau memang makan ya di ruang makan atau di tempat yang layak untuk makan. Hubungan dengan yang nglamar balik lagi apa ya ? otomatis balik, semua cowok pasti pengen calon istri yang punya sopan santun, lah kalau makannya di depan pintu dan berdiri pasti ilfeel (ntar disangka kuda, kan makannya kuda berdiri). Karena itu ga jadi nglamar.

* Mitos lain, calon pengantin perempuan dilarang keras keramas ketika dekat hari H kenapa ? katanya supaya tidak turun hujan deras ketika resepsi berlangsung yang bisa mengacaukan acara. Masuk akal tidak ya ? keramas dan hujan ? logikanya kenapa calo pengantin perempuan dilarang membasahi rambutnya (keramas) karena kata penata rias pengantin, kalau rambut yang akan disanggul itu di keramasi maka tekstur rambut jadi halus dan lembek ini menyulitkan si penata rambut memasang sanggul. Jadi ketika hari H si calon pengantin tidak boleh keramas supaya lebih mudah disasak dan dipasang sanggul. (kalau aku mah kerudungan aja pas nikah, biar bisa keramas sesukaku hehehe) urusan hujan cuekin aja, cari bulan nikahnya dimusim kemarau biar ga keujanan.

* Kalau nyapu harus sampai tuntas jangan dikumpulin dipojokan, nanti biar rejekinya tidak mampet (ini mitosnya). Kalau dimarahin sama Ibu, Nenek, atau buyut kamu soal ini jangan marah dulu, pikirin aja yang masuk akal, yang disapu pasti kotoran dan debu kan ? kalau terlalu lama dikumpulin di pojokan setiap kamu nyapu jadinya rumah atau kamar kamu bakal kotor, kalau keadaan kotor pasti bikin malas. Jadinya tidak bisa melakukan sesuatu hal yang bisa menguntungkan, misalnya gara-gara kamar kotor malas belajar bisa jadi kan, akhirnya rejeki baik untuk dapat nilai bagus terhambat kan ? anggap saja begitu.

* Seorang Ayah yang pulang kerja, ketika punya baby harus ke kamar mandi dulu untuk cuci tangan dan kaki, katanya supaya setan dari luar yang ikit di badan si Ayah tidak menakuti bayinya. Logika untuk itos ini mudah saja tentu saja orang yang pulang kerja lewat jalan yang penuh dengan debu dan kotoran, belum lagi kalau macet dan asap kendaraan menempel di baju. Bayi yang baru lahir belum memiliki anti body yang kuat jadi rentann terkena berbagai macam penyakit. Debu dan kotoran yang menempel di baju si Ayah ialah sarang kuman dan virus, jadi harus dihilangkan dulu dengan cara cuci tangan dan kaki, lebih baik lagi kalau mandi dulu, baru timang-timang anak tersayang.

Ini hanya beberapa contoh, mitos dan logika bukanlah sesuatuyang perlu diperdebatkan, santai saja karena pada setiap mitos pasti punya alasan yang logis. Mungkin cara penyampaiannya saja yang kurang tepat, jadinya anak muda seperti kita suka ngeyel….hehehehe

Siswa MAN2 Madiun

March26

Ini siswa kelas XII bahasa MAN 2 Madiun

semangat ya buat UAN nya……..!!!!

Newer Entries »