Lara Asih Mulya

Bosan Ngajar…!

Desember12

Dalam kegitan belajar mengajar, tentunya bukan hanya siswa yang merasakan kejenuhan dan kebosanan. Terutama siswa kelas akhir (yang akan menghadapi UNAS). Siswa merasa jenuh belajar dengan beragam alasan, karena suasana kelas yang tak nyaman hingga cara guru yang kurang menarik dalam penyampaian materi. Bagaimana jika situasinya berbalik, guru yang merasakan bosan dalam mengajar ?

Yah,…guru juga manusia kan. Segala yang terjadi sangat mempengaruhi suasana hati. Namun, semua senior saya bilang bahwa guru adalah sebuah profesi, maka pelakunya harus perofesional. Artinya, tak perduli masalah pribadinya seeeeeeabrek, ngajar jalan terus. Anda yang punya profesi ini pernahkah mengalami bosan mengajar? Tidak? Aaahhh pasti bohong,…hihi. Saya ? tentu pernah hihi

Saya pernah mengajar di salah satu sekolah swasta di Surabaya. Setiap harinya ada saja surat yang dating yang mengabarkan guru A tidak masuk karena ada kepentingan keluarga,dll. Seolah berlomba dengan muridnya untuk mengirim surat pada kepala sekolah. Kalau surat cinta mah mending atuh 😛

Beberapa factor yang membuat guru bosan mengajar hamper mirip dengan alas an siswa yang sering tidak hadir di kelas.

  1. Rasa bosan ketika proses belajar mengajar berlangsung. Hal ini biasa terjadi pada guru yang hanya datang, duduk, dan berkata,”buka LKS halaman 23-26, kerjakan, kumpulkan”. Selebihnya ditinggal SMSan, BBMan,dll.
  2. Kelas yang kurang “menarik”. Pernah dengar kelas unggulan dan kelas non unggulan, atau kelas A dan kelas E. Kelas A berisi murid-murid yang tangkas dan cerdas. Sedangkan kelas E berisi murid yang memiliki daya serap rendah. Guru lebih bersemangat mengajar kelas A dibanding kelas E. inilah yang membuat guru sering merasa bosan dan pilih-pilih jam ngajar. Kalau hari senin rajin mengajar karena masuk di kelas A. kalau hari sabtu masuknya dua minggu sekali karena harus masuk kelas E.
  3. Jam terbang tinggi. Guru yang memiliki jam mengajar banyak sering merasa bosan mengajar. Karena terlalu banyak mengajar. Pagi sampai siang di sekolah, siang sampai sore di bimbel sekolah, sore sampai malam di bimbel swasta. Ya,…honor yang didapat juga lumayan hehe. Namun, harus dipertimbangkan lagi. Jika jam terbang yang padat ini mengganggu keharmonisan dengan siswa. Tidak ada salahnya jika sedikit saja mengurangi J
  4. Kurangnya kreativitas dalam mengajar. Hal ini penting, karena belajar bukan hanya menyalin catatan dan mendengar diktean guru. Menambah kreativitas dalam mengajar dapat diperoleh dengan saling bertukar ide dengan teman seprofesi hingga menambah koleksi media pembelajaran.

Nah, para guru, mari samaa-sama berintropeksi diri. Masih bosankah dengan mengangar? Jika sudah tahu sebab kebosaran itu muncul tentunya sudah memiliki cara untuk menghilangkannya. Guru yang kreatif adalah guru yang kaya akan ide-ide dan mempraktikkannya secara nyata.

posted under Pendidikan

Email will not be published

Website example

Your Comment: