Oo Lala Oo Lala

Tulisan ringan punya’e lala

Pekerjaan untuk Tunagrahita

August20

Setahun lalu saya kenal beberapa anak penderita tunagrahita. Masing-masing dari merek memiliki karakter yang berbeda.  Banyak  cerita lucu dan haru yang saya dapat dari mereka. Kali ini saya akan bercerita tentang Dapris si penjual susu murni.

Skripsi yang saya ambil adalah tetang pembelajaran bahasa Indonesia untuk anak tunagrahita. Secara otomatis saya harus megajarkan  bahasa Indonesia pada mereka. Lokasi yang saya pilih tidak jauh dari tempat tinmggal saya. Tepatnya di SMALB-C Pertiwi Kranggan, Mojokerto. setiap kamis pagi saya datang ke sekolah. Dapris satu-satunnya murid yang selalu datang paling awal. Senyumnya selalu menyambut kedatangan saya di kelas itu. Ada Meyda yang gemar makan ayam goreng, Satria yang suka baca puisi, dan Ari yang sering terlambat masuk kelas.

Mereka semua penyandang  tunagrahita sedang. Suatu ketika saya berkesempatan ngobrol dengan Dapris.

Lala       : ” Dapris,..selamat pagi”.

Dapris  : ” Selamat pagi Bu,..(sembari tersenyum)”

Lala       : “Kamu kok pagi-pagi sudah datang ya ?”

Dapris  : “Iya Bu,..saya jual susu dulu”.

Lala      : “Ooo ya,..wah Kamu hebat ya, susu apa ?”

Dapris  : “Susu sapi Bu,..seribuan”.

Lala      : “wah,..yang beli pasti banyak ya ?”

Dapris  : “Iya Bu,…kadang pak guru juga beli Bu,…tapi 1 dibayar 2000″.

Lala      : “Looo kenapa ? ”

Dapris  : “Seribu yang satu buat hadiah saya bu (meringis dn malu-malu)”.

Dapris memberikan pelajaran baru kepada saya, bahwa anak penyandang tungrahita juga bisa bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka. Salah jika kita yang normal tidak mencoba memebrikan kepercayaan kepada mereka.

Contohnya Dapris, susu sapi murni yang dijualnya memberikan penghasilan lebih. Tak jarang banyak yang salut kepadanya dan memberikan harga lebih untuk sekantong susu. Mungkin semua itu ialah penghargaan untuk sikap Sikap Dapris yang tidak berpangku tangan walaupun dalam keadaan kurang (luar biasa).

Simpulannya, anak tunagrahita tetap bisa bekerja. Selama pekerjaan itu ringan dan sesuai dengan kemampuan mereka. Jika mampu berhitung dan mengerti nominal ada baiknya kita percayakan mereka sebagai penjual. Tugas lain misalnya membungkus permen, krupuk, atau kue. Insyaallah dengan kepercayaan semua penyandang tunagrahita mendapat pekerjaan yang layak.Amin :D

posted under pendidikan
5 Comments to

“Pekerjaan untuk Tunagrahita”

  1. On August 21st, 2009 at 5:59 am Rifky® Says:

    Semoga begitu bu. Kalau kita semua mendukung pasti bisa mewujudkan mimpi-mimpi tersebut.

    Amien.

  2. On August 27th, 2009 at 9:00 pm lala Says:

    @Rifky
    Amin,…yang penting semangat dan dukungan yang tidak berat sebelah :)

  3. On December 12th, 2009 at 1:11 am irfan taufik Says:

    make a wish..berawal dari keinginan semua jadi kenyataan.semangt y depris… :wink: make a wish..berawal dari keinginan semua jadi kenyataan.semangt y depris…

  4. On January 26th, 2010 at 1:52 am yuyul Says:

    Bu Lala, apa ada lagi yang dikerjakan murid tunagrahita lainnya di SLB itu? sampai tingkat apa jenjang pendidikan di SLB itu? apakah sampai SMALB? kalau boleh tahu di SLB itu apa keterampilan vokasional apa saja yang diajarkan? :D. Terima kasih atau bantuan informasinya.

  5. On February 2nd, 2010 at 3:52 am lala Says:

    @yuyul

    setau saya jenjangnya dimulai dari SD sampai SMA banyak hal yang mereka lakukan< bergantung dari tingkatan mereka< ga ada salahnya kok kalo di daerah mbak ada SLB maen aja biar tau

Email will not be published

Website example

Your Comment:

:D :-) :( :o 8O :? 8) :lol: :x :P :oops: :cry: :evil: :twisted: :roll: :wink: :!: :?: :idea: :arrow: :| :mrgreen:
 

Tanyakan.com

Komentar Terakhir:

  • lala: @yuyul setau saya jenjangnya dimulai dari SD sampai SMA banyak hal yang mereka lakukan< bergantung dari...
  • lala: ok silahkan
  • Bayu: bagus banget aq copy neh opininya
  • yuyul: Bu Lala, apa ada lagi yang dikerjakan murid tunagrahita lainnya di SLB itu? sampai tingkat apa jenjang...
  • lala: waalaikumsalam, sebelum mengadakan ekskul sebaiknya dideteksi dulu bakat apa yang terlihat, misalnya bakat...