

Jun
27
Saya pernah membaca tulisan seorang teman bernama Dian Komala, tentang bagaimana mengatasi siswa yang suka datang terlambat ke sekolah, sebuah trik yang unik. Dalam tulisannya Dian menjelaskan supaya siswa tidak datang terlambat ke sekolah, ada baiknya jika disediakan segelas susu untuk sarapan pagi di masing-masing meja siswa. Secara otomatis siswa yang terlambat tidak mendapatkan bagian. Cukup unik memang,…apalagi kalau segelas susu itu disediakan dengan roti bakar isi coklat ^_^ pasti lebih seru…..gratis pula…
Namun, dalam mengatasi keterlambatan siswa. Pihak sekolah mempunyai cara yang berbeda, tentunya tetap dikemas dalam sebuah hukuman dengan tujuan meningkatkan kedisiplinan siswa, terutama dalam hal disiplin waktu. SMA Islam Brawijaya Mojokerto, mempunyai kebiasaan menghukum siswa yang terlambat dengan cara jalan di tempat sebanyak seratus kali (hukuman yang sehat bukan?…) ini juga pengalaman saya hehe…nah kalau terlambatnya sudah tiga kali…Emak atau Bapak siswa yang dipanggil…biasalah diwawancara sama guru kesiswaan.
Contoh lain, ketika saya melaksanakan praktik lapangan di MAN 2 Madiun, hukuman untuk siswa yang terlambat lebih seru lagi. Setiap siswa yang terlambat harus menyalin sepuluh surat pendek dari Al-Quran ke dalam buku hukuman siswa. Kemudian, setelah selesai harus diserahkan kepada guru piket, yang nantinya ditandatangani sebagai izin masuk kelas. Keren kan, selain dihukum gara-gara telat, siswa juga dapat pelajaran tambahan baca tulis Al-Quran (itung-itung ngaji dulu…). Contoh tersebut hanya sebagian kecil saja, tentunya masih banyak lagi upaya untuk mengatasi masalah keterlambatan siswa.
kalau siswanya yang telat hukumannya buaaaaaaaanyaaaaaaaaaak banget. Kalau gurunya yang telat gimana ya?
8 Responses to “Susu gratis biar ga telat,…”
Leave a Reply


June 18th, 2011 at 8:03 pm
kalo gurunya yang telat, kayanya murid-muridnya pada seneng semua! becanda……..
June 22nd, 2011 at 11:58 pm
@Eko
hehe,..klo kayak gitu,…kudu intropeksi deh,..gurunya,…hehe
October 12th, 2011 at 10:34 pm
kalo gurunya yang telat, mungkn sesekali perlu dikasih “hukuman”….misalnya nraktir bakso kepala sekolahnya atau murid yang paling bandel di kelas…gimana, setuju gak??? hehehe…
October 16th, 2011 at 6:41 am
@ Cholil
lah,..klo guru bimbel kek saya mah, bisa-bisa gaji sebulan ludes hehe
November 8th, 2011 at 8:40 pm
jikalau murid tersebut sudah tidak lagi bersemangat untuk pergi ke sekolah karena pergaulan yang kurang baik di dalam kelas,,,sehingga membuatnya berontak dan bernai melwan kepada guru-guru pengajar,,,nah ini permasalahan yang cukup sulit bukan,,,jd nya bagaimana supaya murid ini mau krmbali belajar tanpa harus melalui kekerasan
November 15th, 2011 at 11:19 am
@Medina
KAlau masalahnya seperti itu,…yang harus diketahui adalah akar masalahnya seperti apa. Pergaulan yang kurang baik yang model apa?
Apakah si anak yang tidak bersemangat itu menjadi “bulan-bulanan teman satu kelas” atau bagaimana?
jika itu masalahnya,…yang harus mendapatkan perhatian dan “pengobatan” bukan hanya yang tidak semangat lagi sekolah. Teman-temannya pun harus “diobati”. Mungkin, sikap brontak dan melawan dari si anak adalah salah satu bentuk cari perhatian,…
January 17th, 2012 at 12:34 pm
saya pikir kalo guru telat seharusnya meminta maaf kepada siswa agar siswa merasa tidak ada perbedaan dan akan menumbuhkan rasa simpati dan penghargaan siswa kepada guru
January 20th, 2012 at 10:16 am
@Hastuti
sepakat,…sejauh ini sudah sayalakukan jika telat,…sebaiknya sih jangan telat,…:)