Lara Asih Mulya

nulis yang penting, yang penting nulis!.

Tukang Parkir Itu Si Tunagrahita

July8

Akhirnya nulis lagi di blog kesayangan. semenjak ada masalah sama hosting blog saya hilang begitu saja. Tulisan yang ada juga belum bisa kembali. Tidak Ada salahnya mencoba lagi. Nulis, nulis, nulis !!!!

Tulisan saya yang hilang banyak membahas tentang Tunagrahita. Saya kembali membahas Tunagrahita karena pengalaman saya beberapa minggu kemarin.

Dua minggu lalu, saya pulang ke rumah Mama. Kebetulan susu Qays habis. Uang di dompet tinggal Rp.20.000,00 saja. Akhirnya dari stasiun kereta api Mojokerto saya mampir dulu di ATM terdekat yang kebetulan berada di dalam lingkungan hotel. Ketika saya sampai di ATM antrian sudah panjang. Saya deretan terakhir. Selama menunggu saya tertarik pada tukang parkir hotel yang sedang memberi aba-aba pada salah satu supir.

Karena sedikit lupa dan takut salah orang saya memutuskan untuk tidak menyapa. Namun, tiba-tiba saja tukang parkir itu mengucapkan Salam kepada saya. “selamat siang Bu…ini Ari”. Sapa dia agak kurang jelas.

Ari adalah salah satu anak penyandang cacat Tunagrahita dengan cacat ganda Tunarungu. Saya kenal Ari Dari salah satu SLB di Mojokerto. Dua tahun lalu saya mengambil data untuk skripsi Dari SLB tersebut.

Saya berbincang lama dengan Ari. Kebetulan Ari sudah dapat jam istirahat. Saya lebih banyak mendengarkan ceritanya. Ternyata setelah lulus dari SMALB ia memutuskan untuk bekerja.

Dia melamar di banyak tempat dengan profesi yang dia anggap bisa. Tuhan pasti memberikan jalan pada siapa saja yang mau berusaha. Ari pun mendapatkan pekerjaan sebagai tukang parkir.

Ari menutup ceritanya dengan sebuah berita yang jauh membuat saya senang. Dua bulan lagi dia Akan menikah. Pertemuan dengan Ari membuka pemikiran saya. Lagi dan lagi, bahwa serial orang berhak untuk sama. Baik dalam mendapatkan pekerjaan, bahkan asmara.