CONTOH KONTRAK BELAJAR

Dalam kegiatan belajar mengajr bukan hanya kerja sama antara pendidik dan peserta didik saja yang menjadi poin penting. Sarana dan prasarana yang memadai dan mendukung pun ikut memberikan peranan dalam keberhasilan belajar siswa. Peraturan sekolah yang dibuat secara sepihak kadang-kadang menciptakan pemberontakan kecil pada diri siswa. Seandainya semua aturan sekolah berasal dari kesepakatan Guru dan Siswa mungkin saja akan ada cerita yang berbeda. Masing ingat dengan kontrak belajar?
Kontrak belajar ialah salah satu aturan yang diciptakan sendiri atas dasar kesepakatan. Tentunya antara pihak pendidik dan pihak yang dididik. Siswa dilibatkan langsung ketika proses pembuatan kontrak belajr berlangsung. Berikut contoh kontrak belajar yang saya buat dengan siswa MAN 2 Madiun ketika berPPL. Kebetulan, kontrak belajar ini berlaku untuk mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Tetapi, dapat disesuaikan dengan setiap mapel karena pada dasarnya sama saja.

KONTRAK BELAJAR
MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
1. Siswa harus datang tepat waktu, dispensasi waktu hanya 15 menit.
2. Siswa yang datang lebih dari dispensasi waktu yang ditentukan, dapat mengikuti pelajaran dengan membawa ijin tertulis dari Wali Kelas dan Kepala Sekolah.
3. Siswa harus berseragam rapi dan sopan sesuai ketentuan umum dari sekolah.
4. Siswa harus bersikap sopan dan santun selama pembelajaran berlangsung.
5. Siswa dilarang mengaktifkan telepon genggam ketika pelajaran berlangsung.
6. Siswa dilarang makan dan minum diluar jam istirahat.
7. Siswa harus menggunakn bahasa Indonesia yang baik dan benar selama pembelajaran berlangsung.
8. Siswa harus mengerjakan semua tugas dari Guru yang berhubungan dengan pelajaran.
9. Siswa bersama dengan Guru menentukan hukuman bagi siswa yang melanggar kontrak belajar (hukuman yang mendidik).
10. Siswa harus menaati dan melaksanakan kontrak belajar yang telah dibuat dan disepakati oleh Guru dan siswa.
Contoh kontrak belajar di atas, merupakan contoh kontrak belajar yang sederhana. Kontrak belajar dapat disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan. Tentunya dengan bertolok ukur pada kesepakatan siswa dan Guru. Kontrak belajar di atas dapat dikembangkan dalam beberapa kategori. Misalnya, menyertakan kewajiban dan hak siswa, begitu pula dengan kewajiban dan hak Guru. Dengan begitu kegiatan belajar mengajar akan lebih lancar,…semoga saja hehehehe ☺. Selamat mencoba ya Bapak dan Ibu Guru terhormat!

HYMNE GURU YANG TERLUPAKAN

Masih ingat dengan lagu ini?
Terpujilah wahai Engkau Ibu Bapak Guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan ku ukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terimakasihku tuk pengabdianmu,…
Dulu, waktu masih dibangku SD, SMP, terakhir SMA lagu ini masih sering kita nyanyikan pada hari-hari tertentu. Terutama peringatan hari guru nasional, acara lain ya,..waktu perpisahan kelas tiga sebagai pengiring puisi yang dipersembahkan untuk Guru tercinta.
Kalau sekedar bernyanyi semua siswa pasti bisa, tapi memahami dan menghayati setiap arti lirik lagu tersebut belum tentu. Lihat saja pada lirik namumu akan selalu hidup dlam sanubariku,…benarkah demikian?
Baca cerita berikut ini…Somat sedang berkencan dengan pacar barunya yang ia dapat di SMA ketika MOS berlangsung. Sore itu di sebuah pertokoan Somat sedang memilihkan ceweknya sepatu kaca. Tiba-tiba matanya tertuju pada seorang perempuan paruh baya yang sedang memilih kemeja bersama Suaminya. Dalam angannya Somat berpikir dan bertanya-tanya,”itu kan Guru SD aku, namanya siapa ya…?aduh siapa ya? Bu IPS tuh”. Somat menyebut Bu Guru tersebut Bu IPS karena waktu SD Ibu guru itu mengajar IPS di kelasnya. Somat terus berpikir keras, namun hasilnya nihil. Dia sma seklai tak ingat siapa nama Gurunya itu.
Ketika antri di kasir untuk membayar belanjaan, ternyata Somat bersebelahan dengan Guru Sdnya itu. “Aduh,..dah deket banget nih, negor ga ya? Mana lupa ma namanya lagi, piye iki Rek?” gerutu Somat dalam hati. Guru Somat bersikap wajar, maklum saja kalau Guru lupa sama muridnya. Karena lebih banyak murid kan dari pada Guru hehehehe.
Somat tidak berani menegur sampai acara belanjanya selesai, dan pulang dengan membawa rasa penasaran, siapa nama Guru IPS itu.
Jika dihubungkan dengan lirik lagu di atas, apakah benar nama sang Guru selalu hidup dalam sanubari sang murid?….buktinya Somat lupa tuh sama nama Guru IPSnya…jadi kebenaran dan pertanggungjawaban dari lagu tersebut mana dong? Sebagai calon Guru saya sedikit kecewa lo.
Ada lagi cerita lain yanng kadang bikin Guru kecewa. Ketika bertemu si murid lupa nama beliau. Dengan Pdnya ia menyapa,”Bu/Pak Geografi…!!!” pernah seperti ini? Kuarang sopan sih,…tapi lumayan lah tidak lupa Guru itu ngajarin apa waktu di sekolah. BUAT KALIAN YANG MASIH SERING BERSIKAP DEMIKIAN, NYANYIKAN LAGI HYMNE GURU ITU, DAN HAYATI ARTINYA! OKE….