Lara Asih Mulya

Jauh jauh ya bad mood, biar bisa nulis terus..! :)

HYMNE GURU YANG TERLUPAKAN

July10

Masih ingat dengan lagu ini?
Terpujilah wahai Engkau Ibu Bapak Guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan ku ukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terimakasihku tuk pengabdianmu,…
Dulu, waktu masih dibangku SD, SMP, terakhir SMA lagu ini masih sering kita nyanyikan pada hari-hari tertentu. Terutama peringatan hari guru nasional, acara lain ya,..waktu perpisahan kelas tiga sebagai pengiring puisi yang dipersembahkan untuk Guru tercinta.
Kalau sekedar bernyanyi semua siswa pasti bisa, tapi memahami dan menghayati setiap arti lirik lagu tersebut belum tentu. Lihat saja pada lirik namumu akan selalu hidup dlam sanubariku,…benarkah demikian?
Baca cerita berikut ini…Somat sedang berkencan dengan pacar barunya yang ia dapat di SMA ketika MOS berlangsung. Sore itu di sebuah pertokoan Somat sedang memilihkan ceweknya sepatu kaca. Tiba-tiba matanya tertuju pada seorang perempuan paruh baya yang sedang memilih kemeja bersama Suaminya. Dalam angannya Somat berpikir dan bertanya-tanya,”itu kan Guru SD aku, namanya siapa ya…?aduh siapa ya? Bu IPS tuh”. Somat menyebut Bu Guru tersebut Bu IPS karena waktu SD Ibu guru itu mengajar IPS di kelasnya. Somat terus berpikir keras, namun hasilnya nihil. Dia sma seklai tak ingat siapa nama Gurunya itu.
Ketika antri di kasir untuk membayar belanjaan, ternyata Somat bersebelahan dengan Guru Sdnya itu. “Aduh,..dah deket banget nih, negor ga ya? Mana lupa ma namanya lagi, piye iki Rek?” gerutu Somat dalam hati. Guru Somat bersikap wajar, maklum saja kalau Guru lupa sama muridnya. Karena lebih banyak murid kan dari pada Guru hehehehe.
Somat tidak berani menegur sampai acara belanjanya selesai, dan pulang dengan membawa rasa penasaran, siapa nama Guru IPS itu.
Jika dihubungkan dengan lirik lagu di atas, apakah benar nama sang Guru selalu hidup dalam sanubari sang murid?….buktinya Somat lupa tuh sama nama Guru IPSnya…jadi kebenaran dan pertanggungjawaban dari lagu tersebut mana dong? Sebagai calon Guru saya sedikit kecewa lo.
Ada lagi cerita lain yanng kadang bikin Guru kecewa. Ketika bertemu si murid lupa nama beliau. Dengan Pdnya ia menyapa,”Bu/Pak Geografi…!!!” pernah seperti ini? Kuarang sopan sih,…tapi lumayan lah tidak lupa Guru itu ngajarin apa waktu di sekolah. BUAT KALIAN YANG MASIH SERING BERSIKAP DEMIKIAN, NYANYIKAN LAGI HYMNE GURU ITU, DAN HAYATI ARTINYA! OKE….

posted under Pendidikan | 6 Comments »

Tunagrahita Tidak Selalu Idiot

July1

Pendidikan ialah salah satu hal penting bagi manusia. Betuk pendidikan bisa secara akademik atau non akademik. Pemerintah telah melakukan berbagai cara untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia tercinta ini. Mulai dari Program Wajar (wajib belajar) Sembilan Tahun sampai Wajar Dua Belas Tahun. Pembagian beasiswa dalam dan luar negeri pun termasuk dalam salah satu program pemerintah.

Adanya UU tentang pendidikan memberikan garis tebal bahwa pendidikan harus dilaksanakan secara merata dan tanpa pengecualian. Sekolah negeri, sekolah swasta, bahkan sekolah luar biasa (SLB) menjadi tempat formal untuk mendapatkan pendidikan.Berbicara tentang SLB, tidak akan lepas dari keberadaan anak luar biasa (ABK). ABK ialah anak yang memiliki grafik perkembangan yang berbeda dari anak normal. Grafik tersebut bisa naik dan turun. Ada beberapa kategori ABK diantaranya Tunagrahita, Tunawicara, Tunarungu, Tunalaras, Tunanetra, Tunadaksa, Anak berkesulitan belajar, dan anak yang terlampau pintar.

Sementara ini yang akan saya bahas ialah tentang anak tunagrahita. Banyak yang berasumsi bahwa anak tunagrahita sama dengan anak idiot. Asumsi tersebut kurang tepat karena sesungguhnya anak tunagrahita terdiri atas beberapa klasifikasi. Tunagrahita ialah istilah yang digunakan untuk anak yang memiliki perkembangan intelejensi yang terlambat. Setiap klasifikasi selalu diukur dengan tingkat IQ mereka, yang terbagi menjadi tiga kelas yakni tunagrahita ringan, tunagrahita sedang dan tunagrahita berat.

1. Tunagrahita Ringan

Anak yang tergolong dalam tunagrahita ringan memiliki banyak kelebihan dan kemampuan. Mereka mampu dididikdan dilatih. Misalnya, membaca, menulis, berhitung, menjahit, memasak, bahkan berjualan. Tunagrahita ringan lebih mudah diajak berkomunikasi. Selain itu kondisi fisik mereka tidak begitu mencolok. Mereka mampu berlindung dari bahaya apapun. Karena itu anak tunagrahita ringan tidak memerlukan pengawasan ekstra.

2. Tunagrahita Sedang

Tidak jauh berbeda dengan anak tunagrahita ringan. Anak tunagrahita sedang pun mampu diajak berkomunikasi. Namun, kelemahannya mereka tidak begitu mahir dalam menulis, membaca, dan berhitung. Tetapi, ketika ditanya siapa nama dan alamat rumahnya akan dengan jelas dijawab. Mereka dapat bekerja di lapangan namun dengan sedikit pengawasan. Begitu pula dengan perlindungan diri dari bahaya. Sedikit perhatian dan pengawasan dibutuhkan untuk perkembangan mental dan sosial anak tunagrahita sedang.

3. Tunagrahita Berat

Anak tunagrahita berat disebut juga idiot. karena dalam kegiatan sehari-hari mereka membutuhkan pengawasan, perhatian, bahkan pelayanan yang maksimal. Mereka tidak dapat mengurus dirinya sendiri apalagi berlindung dair bahaya. Asumsi anak tunagrahita sama dengan anak Idiot tepat digunakan jika anak tunagrahita yang dimaksud tergolong dalam tungrahita berat.

Melalui sedikit penjelasan tentang anak tunagrahita, semoga pembaca yang masih menganggap semua anak tunagrahita itu anak idiot dan tidak memiliki kemampuan apa-apa tidak lagi berpikiran semacam itu. Setelah mengetahui hal ini pula kiranya dapat disosialisasikan kepada siapa saja yang masih belum tahu.

Anak luar biasa hanya sdikit berbeda dari anak normal. Namun sesungguhnya dibalik “keluarbiasaannya” mereka benar-benar luar biasa. Kepercayaan ialah hal yang sangat dibutuhkan dan menjadi bagian yang sangat berharga. Jangan pernah memandang sebelah mata akan apa yang hanya terlihat dari luarnya saja 🙂

posted under Pendidikan | 26 Comments »

Yuk Kenalan dengan Penulis