Lara Asih Mulya

4 JURUS JITU MENOLAK AJAKAN MLM !!!

November29

Seorang teman tiba-tiba mengundang makan di sebuah cafe. Lumayan mahal sih….terbersit pikiran dia sedang kangen dan ingin bernostalgia dengan masa lalu. Semua tagihan dia yang bayar. Semakin lama mengobrol, semakin tidak sesuai tema. Taraaaaaaa akhirnya dia mengeluarkan sebuah produk, dan tumpukan materi. Ternyata diajakin gabung MLM. Pernah merasakan hal yang serupa ?   MLMMLM (Multi Level Marketing). Mengenalnya  sebagai sebuah bisnis yang katanya sangat menjanjikan. Diawal tahun 2006 banyak teman yang bergabung, bahkan mulai membujuk untuk ikut bergabung. Pemahaman tentang bisnis ini adalah bagaimana caranya mencari banyak anggota baru untuk mendapat kan diskon atau bonus pada belanja produk selanjutnya. 

Jualan tapi harus beli dagangan sendiri ? Ah…konyol rasanya. Entahlah…terlepas dari semua itu memang tidak berminat. Karena merasa tidak memiliki bakat untuk “mrospek” Orang lain hehe 

Dulu, ada seorang teman yang begitu bersemangat dalam memulai bisnis MLM ini. Hingga membuat halaman kos penuh dengan peserta “seminar”. Alias mendengarkan upline menjelaskan apa sih produk nya? Gunanya apa? Hingga penghasilan per bulan yang akan di dapat oleh Downline pun di bahas. Namun sebelumnya, upline akan menceritakan apa saja yang sudah bisa dibeli dari bisnis itu. Dan siapa tahu tahun depan kita yang dapat kapal pesiar, BMW, atau liburan ke luar negeri. Waaaaw pasti kereeen. 

Teman-teman kos awalnya banyak yang ikut “seminar” itu. Lama kelamaan pada mundur dan menghindar. Banyak alasan yang mereka utarakan. Alhasil, teman kos yang mengajak ikut “seminar” menjadi wajib untuk di tolak, bahkan harus menghindarinya. Ada yang pura-pura sakit, ada yang sengaja minta jemput pacar sebelum acara dimulai, dan lain-lain. Pengenya menolak dengan tegas, tapi ndak enak hati. Yang ngajak senior,  Aduh…ga asik banget kan. 

Dari banyak pengalaman teman-teman yang diajak bergabung dengan MLM namun tidak berminat. Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk menolak. Cara halus OK, tegas pun ada. Monggo mau pilih yang mana ? 

1. Berhutang kepada upline. Tahap awal upline akan memberikan deskripsi produk yang akan dijual lengkap beserta rincian uang. Kalimat yang umum diucapkan adalah “bisnis ini sangat menjanjikan di masa depan. Sekarang penghasilan saya per bulan mencapai 5 juta lo mbak. Jika memang mbak minat nanti saya bantu prosedur  belanjanya. 2 juta aja dulu, nanti kalau sudah dapat teman bisa tambah lagi.” Kalau sudah begini, jawab saja. ” Mas, saya tertariiiik banget sama bisnis ini, tapi saya terkendala modal untuk beli produknya. Emmm bagaimana kalau saya pinjam uang Mas dulu. Kan gaji Mas sudah 5jt sebulan tuh. Nanti kalau gaji saya sudah segitu atau lebih, saya kembalikan modalnya”. Silakan dilihat reaksinya, jika dipinjami harus konsekuen ya sama yang diomongkan untuk bergabung. Jika tidak bisa meminjamkan maka bisa dijawab lagi,”kalau gt maaf ya Mas, saya ndak bisa gabung, makasih tawarannya :)”. 

2. “Terima kasih Mas, saya sudah punya kerjaan lain”. Ini salah satu cara halus yang bisa digunakan untuk menolak MLM. Biasanya upline berkata, “Adek kan masih kuliah, dan masih muda. Pasti semangatnya tinggi. Lumayan lo dek buat nambah uang saku. Apalagi kalau sampai bisa bayar uang kuliah sendiri.” Beberapa teman memang sudah memiliki usaha sendiri selepas kuliah. Ada yang memberi les, ada yang jadi pelayan cafe, hingga mengurusi usaha keluarganya. Kalau pun belum ada pekerjaan yang kongkrit, arti “sudah ada kerjaan” kan luas. Hehe 

3. Meminta jeda minimal 2 tahun untuk memberi keputusan akan bergabung atau tidak. Sebuah bisnis yang bagus adalah bisnis yang Istiqomah. Kebanyakan usaha akan bangkrut di tahun pertama. Tantang saja yang “mrospek” untuk ketemu dalam jangka 2 tahun lagi. Jika dalam 2 tahun itu dia kembali dengan segudang prestasi dan kenaikan gaji seperti yang di utarakan tanpa penambahan hutang. Ucapkan selamat, karena dia sudah tidak butuh Downline lagi. Kan sudah kaya hehehe 

4. Menolak dengan tegas “maaf Mas, saya tidak cocok dengan cara kerja MLM, dan saya tidak tertarik untuk bergabung !”. Kalimat ini akan sangat menyakitkan, bahkan mengubah sebuah hubungan. Tapi hasilnya akurat, upline MLM itu tidak akan kembali untuk “mrospek”. Lakukan cara ini jika cara yang lebih halus belum berhasil. 

Tidak bermaksud menyinggung siapapun. Namun, pada kenyataannya upline yang “mrospek” berhasil mengubah keadaan. Mengubah pertemanan menjadi sangat tidak menyenangkan. Karena setiap bertemu tujuannya hanya satu, mengajak teman lainnya menjadi Downline. Karena tahukah anda wahai pada upline? Tidak semua orang nyaman dan suka di prospek. 

Mungkin, bisa mencoba menggunakan cara yang jauh lebih baik dalam mencari Downline. Tentunya tanpa mengubah kondisi persahabatan menjadi hal yang menyebalkan. 

posted under Umum

Email will not be published

Website example

Your Comment: