Lara Asih Mulya

8 Tips Supaya Anak Mau Makan Ketika Sakit.

November14

“Jagalah sehat mu sebelum datang sakit mu!”. Betapa kesehatan menjadi sangat penting ketika sakit menjangkit. Segala yang kita lakukan, segala yang kita inginkan menjadi terbatas. Terlebih yang merasakan sakit adalah anak-anak. Sebagai orang tua tentu menginginkan hal terbaik untuk tumbuh kembang buah hatinya. Namun, ketika sakit sudah menjangkit, dan harus di rawat di rumah sakit, tidak ada pilihan lain. Pilihannya hanya berdoa demi kesembuhannya, dan mengikuti segala anjuran para medis.

Pemberian obat mungkin tidak menjadi masalah ketika Anak kita harus opname. Obat dapat disuntikkan melalui selang infus. Namun, makanan harus tetap diberikan melalui proses manual (masuk mulut). Bunda yang memiliki pengalaman anaknya di rawat inap tentu tahu bagaimana bentuk dan rasa makanannya. “Itu ndak enak Bunda, aku mau bubur ayam, aku mau soto, aku mau ini itu,….”. Kalau sudah begini rasanya mau nyerah aja ya Bun 🙁

Makanan standar rumah sakit terdiri dari bubur putih dari tepung. Kalau anak saya biasa menyebutnya “bubur teplek” :). Kemudian gula jawa yang dicairkan, telur rebus, buah (pepaya, pisang, melon,apel), dan segelas teh hangat. Anak saya hanya mau memakan buah dan telur rebusnya saja. Untuk buburnya hampir setiap waktu makan utuh. Tak jarang susah sekali membujuk anak-anak memakan menu itu ketika sakit.

Bubur Halus

Bubur Halus ala Rumah Sakit

Ada beberapa cara yang bisa bunda coba, tentunya dengan harapan anak kita mau makan dan lekas sembuh.
1. Bunda dan Ayah harus mencicipi terlebih dahulu makanan yang disajikan oleh rumah sakit. Hal ini wajib dilakukan. Barangkali makanannya beracun,…hihi becanda ya bun. Tujuan mencicipi makanan dari RS adalah supaya ayah dan bunda yang dalam keadaan sehat dapat menilai bagaimana rasa makanannya. Jika kita yang dalam kondisi sehat merasakan makanan tersebut kurang nikmat. Maka, ayah dan bunda harus maklum, mengapa kakak tidak punya selera. Jangan kan memakan, melihat saja tidak. Tapi, kakak harus makan, gimana dong ? makan menu lain belum bisa. Jangan menyerah ya, ada cara selanjutnya.
2. Berikan pengertian kepada kakak, mengapa kakak harus makan dengan menu tersebut. “kakak, bunda tahu, makanannya kurang cocok dengan yang kakak mau. Tapi, kakak sedang sakit, belum boleh makan yang lainnya. Sementara kakak makan ini dulu ya Nak. ini ada bubur sebagai pengganti nasi, tubuh kakak butuh tenaga dari karbohidrat. Bubur nya memang tawar, karena itu dikasih gula merah, ini rasanya seperti sirup lho. Nah, supaya kakak cepet sembuh, butuh protein, protein adanya di telur rebus ini sayang. Tubuh kakak juga butuh vitamin, adanya di buah pisang ini. Yang terakhir, tubuh kakak butuh cairan, nah teh hangat ini bisa menggantikan cairan di tubuh kakak. Sekarang kakak mau makan yang mana dulu ? karbohidrat ? protein ? vitamin ? atau cairannya dulu?”. Memang terkesan banyak bicara, namun kakak akan lebih mudah menerimanya. Dibandingkan kita harus terus menerus memberi perintah, “Ayo, makan ya, biar ndak disuntik, disuntik kan sakit”. 😀 Yang ada malah ketakutan ya Bun.

3.Konsultasikan dengan Dokter dan Ahli gizi. Pengalaman saya, dokter dan ahli gizi akan melakukan visite setiap pagi hari. Untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kesehatan kakak. Sedangkan ahli gizi memberikan pengetahuan perihal makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh dimakan kakak selama sakit. Ada dua macam istilah bubur di RS. Bubur lunak yakni yang saya terangkan di atas. Dan bubur kasar, teksturnya hampir sama dengan bubur ayam. Sayur dan lauk pendampingnya jauh lebih  beragam. Tidak monoton manis dan tawar. Utarakan kepada dokter dan ahli gizi, bahwa kakak kurang menyukai bubur halus. Boleh tidak jika diganti bubur kasar saja. Jika sakit kakak tidak berhubungan dengan pencernaan, biasanya dibolehkan.

4. Bermain Peran dengan Setiap makanan. Anak-anak tentu senang sekali mendengarkan dongeng. Bunda dan ayah bisa bekerjasama dalam membujuk kakak supaya mau memakan makanan yang disiapkan RS. Diantaranya dengan bermain peran. Ketika akan menyuapi kakak dengan bubur tawar, buatlah dialog seolah-olah bubur itu bisa bicara.
Bubur :”Aduuuh,…aku sudah siap lo, kok belum ada yang makan ya ? aku suka sekali kalau bisa masuk ke dalam tubuh kakak yang sedang sakit, supaya aku bisa menjadi tenaga. Dan kakak punya kekuatan untuk mengalahkan virus penyebab sakit.” Bunda atau ayah bisa membalas, “Ah, bubur, kalau rasa mu manis kakak pasti mau memasukkan kamu ke dalam tubuhnya, ya kak ya ?”.
Bubur :“ooohhh kakak suka rasa manis ? ok,ok, kalau begitu beri aku larutan gula yang warna coklat itu, pasti manis”.
Nah, Bunda dan ayah bisa memakan duluan, “waaah jadi manis lo,..kakak mau coba ?”. Insyaallah kakak akan penasaran dan mau membuka mulutnya. Masuk satu atau dua sendok kan lumayan Bun :). Perlakukan juga si telur dan si buah seperti bubur ya Bun 🙂

5. Makan di luar kamar. Jika memungkinkan untuk kakak turun dari ranjang. Sesekali ajak kakak untuk keluar ruangan. Bunda bisa pinjam kursi roda kepada suster. Ajak kakak ke taman RS, suapi kakak disana. Insyaallah kakak lebih mudah makannya. Jika kakak tidak menginginkan yang terlalu jauh, bisa di depan kamar saja.

6. Memberikan hadiah bersyarat. Cara ini adalah cara terakhir yang biasa kami lakukan. “Bunda dan ayah akan beri hadiah sama kakak, tapi bunda dan ayah minta tolong ya, mudah kok, kakak pasti bisa. Ayah dan bunda cuma mau kakak makan buburnya. Kalau kakak rutin makan buburnya sampai diizinkan pulang, bunda dan ayah akan kasih hadiah”. Jika menggunakan cara ini, Bunda dan Ayah harus benar-benar menepati janji. Dan jangan berikan hadiahnya sebelum kakak menepati kesepakatan yang dibuat.

7. Mendatangkan Teman karibnya. Kedatangan teman karibnya sangat mempengaruhi psikologi kakak ketika di RS. Yang tadinya tidak mau senyum, malah bisa tertawa. Yang tadinya tidak mau bicara, malah berceloteh tiada henti. Yang tadinya tidak mau makan, jadi lahap lho.

Kehadiramu begitu berarti teman,...cieee

kak Izan jenguk kak Qays di RS.  Kehadiramu begitu berarti teman,…cieee

8. Makan sembari memainkan game kesukaan.  karena anak saya sangat gemar main game, saya membujuknya makan sembari dia main. “kakak boleh main game yang lama, tapi sembari makan ya, game nya kan susah, otaknya harus berpikir, nah supaya bisa berpikir, kakak harus punya nutrisi dari makanan, ok”. Cara ini jarang di tolak oleh kakak. Bahkan kakak lupa dengan rasa tawar dari bubur halusnya. Demi waktu yang lama bermain game, makan bubur tawar ok lah :D. Maklum biasanya dibatasi main game nya.
Yeeee, boleh ngegames lama, kan kakak sudah makan :)

Delapan cara itu kami dapatkan selama kakak di rawat di RS. Bahkan kakak sudah sangat hafal dengan menu di rumah sakit, “pasti nanti maem ku ndak enak, alah bun,..ayok pulang aja!”. Semoga bermanfaat ya bunda. Dan semoga Allah selalu memberikan kesehatan kepada kita semua, Amin.

Selamat mencoba 🙂

posted under Umum

Email will not be published

Website example

Your Comment: