Lara Asih Mulya

Ketika Lala Kecil Malas ke Sekolah. Ada Pelajaran Luar Biasa dari Mama.

November12

Menjelang 100 hari Mama. Rasa kangen yang luar biasa tak terbendung. Masih belum percaya bahwa mama sudah tidak berada di alam dunia. Rasa yang tak terbendung ini membuat ingatan masa lalu mencuat dengan sendiri nya. Membuka album-album kenangan bersama mama. Mengingatkan lala pada masa kecil yang begitu indah nya. Mama adalah perempuan yang paling simpel pemikirannya, yang pernah lala  kenal.lebaran

Pagi itu, lala memang malas sekali ke sekolah. Ada perasaan, “Ah, di sekolah  hari ini ndak ada yang penting, gitu-gitu aja”. Bangun tidur pun tak seperti biasanya. Tanpa buru-buru dan tanpa rasa takut akan terlambat. “Mbak,…kamu ndak sekolah ta ? kok masih santai”. Tanya mama dari dapur. Ya,…mama selalu memanggil lala dengan sebutan “mbak”. Kata mama supaya adek-adek ndak “njambal atau ngoko”. Kalau memanggil lala.

Lala masih belum menyahut. Tapi matannya sudah terbuka, dan sadar. “mama marah ga ya kalo lala bilang ga mau sekolah hari ini”. Dalam pikirannya lala terus memikirkan hal itu. Karena lala lama tidak menyahut, mama mendekati lala. “Hei,…mbak sakit ?”. Sembari memengang kening lala. “Enggak sih ma,…lala malas ke sekolah hari ini ma, boleh kah kalau lala bolos ? janji hari ini aja kok ma?”.  Mama menghujani lala dengan banyak pertanyaa, “Mbak ada masalah sama teman ? atau sama guru ?”.  Lala tetap menjawab dengan jawaban yang sama, “enggak ma, lala males aja ke sekolah, bosan”.

Akhir nya mama yakin juga kalau lala memang sedang malas ke sekolah. “Mbak, ga boleh main-main ke luar ya, di rumah aja, bantuin mama beberes”. Tanpa protes lala melakukan apa yang di perintah kan mama. Sekitar jam 11 siang mama mengajak lala ke Pasar. “mbak,..mau ikut mama ke pasar ? tapi ndak boleh mengeluh ya, panas lo di pasar itu”. Tanpa ragu lala menjawab iya.

Mama seorang pedagang, kebetulan waktu itu mama dagang sandal yang langsung di datangkan dari Tasikmalaya. Mama biasa kirim ke penjual-penjual eceran di pasar. Pasar Mojoagung menjadi pasar langganan mama untuk kirim sandal. “Mbak, bantu mama bawa 1 kodi aja ya, yang lain biar mama”. Lala membawa 2 kantong plastik di tangan kanan dan 2 kantong lagi di tangan kiri. Sambil nyengir lala bergumam dalam hati, “wiiihhh berat euy”. Seolah tau apa yang diucapkan lala mama berkata, “Kenapa mbak ? berat ya, nih masih banyak mama kan? “. Sambil tersenyum dan mempercepat langkah nya.

Lala dan mama naik angkutan umum, karena banyak nya barang tidak mungkin naik motor. Selama perjalanan mama nampak akrab dengan pak supir angkot nya. Tanya bagaimana kabar pak supir hari itu. Tanya juga bagaimana kabar anak istri nya. Dan sudah bberapa kali PP hari ini. Ya,..mama selalu ramah dan mau menyapa terlebih dahulu, sekalipun belum pernah kenal. Lala menikmati perjalanan hari itu. Sesampainya di pasar lala mengikuti semua langkah mama.

Toko pertama, mama hanya menaruh beberapa kodi barang saja. “Bu,…saya masuk dulu aja ya, sampean ntar aja, kan tutupnya paling siang”. Dan mama melangkah lagi. Di belakang mama, lala memperhatikan semua gerak gerik mama, cara mama berbicara dengan orang-orang. Sampai akhirnya lala merasakan ada yang ga adil nih.

ini toko mama, 3 hari sebelum meninggal. Mama tidak mau diganggu, ingin bersihin toko katanya

ini toko mama, 3 hari sebelum meninggal. Mama tidak mau diganggu, ingin bersihin toko katanya

“Kok gini sih ? seharus nya mama dapat nya kan ga segitu”. Dalam pikiran lala banyak perttanyaan yang ingin segera di sampaikan kepada mama. Namun, masih tertahan karena mama masih sangat sibuk. Mama mengeluarkan buku catatannya dari dalam tas. Kemudian menerima uang seadanya dari pelanggannya itu. Di catat, dan mama naruh barang lagi. Begitu seterusnya. Lala yang tau harga per kodi sandalnya semakin merasa ada yang salah dengan cara kerja mama. Sesekali mama mengenalkan lala kepada teman-temannya. “Kok tumben Mbak Bibah, anaknya di bawa ?”. Mbak Bibah sapaan akrab mama. “Ga apa-apa, biar sekolah dagang hari ini”. Sembari senyum dan berlalu.

Uuuuuhhh rasanya capek banget, panas, berat, dan haus. Tapi masih harus muter-muter lagi. Terakhir mama berhenti agak lama di toko paling depan, sembari bercerita banyak hal. Saya sih asik lihat-lihat majalah. Kebetulan orang nya jualan majalah bekas. “Mbak, kamu lapar ? ayo beli bakso!”. Mama mengajak lala meninggalkan toko itu.

Sembari makan, lala menanyakan banyak hal kepada mama. “Ma,..kok uang nya Cuma dikasih sebagian ? seharusnya mama kan dapat banyak. Kok orang-orang ngasihnya Cuma sedikt. Mama juga ngapain orang belum lunas kok sudah di kasih barang lagi ?”. “Mama pinginnya ya kontan mbak, tapi orang-orang adanya uang segitu. Ya ndak apa-apa, Allah kasih nya segitu buat kita. Nanti mama tinggal nagih-nagih aja uang nya tiap minggu, sudah ndak bawa-bawa barang lagi”.

Hari itu lala tidak menyesal meninggalkan sekolah nya. Lala dapat pelajaran tentang bagaimana berdagang yang efektif. Oke,..lala mau jadi pedagang, tapi lala ga mau kalau di kreditin seperti sistemnya mama. Mau beli kontan oke, kalau ndak mau ya mohon maaf. Sistem ini lala terapkan di bisnis jualan online yang sampai sekarang digelutinya. Dalam berdagang kalau mau semua baik-baik saja ternyata pembayaran 100% tetap menjadi solusi terbaik. Berlaku untuk ecer maupun partai.12243977_10208391372331554_368137406_n

Pelajaran lainnya yang di dapat lala dari hari itu adalah bagaimana menghargai orang yang sudah menjual jasanya (supir angkot). Dengan menyapa dan bertanya tentang pribadinya. Membuat orang tersebut merasa di hargai. Tidak hanya merasa dia jual jasa dan kita bayar jasanya.

Dari kejadian hari itu, lala semakin menghargai setiap apa yang diberikan mama kepada keluarga. Lala sudah merasakan bagaimana membawa barang yanng cukup berat. Sedangkan kenyataannya, pembeli hanya membayar seadanya. Dan semua itu di syukuri oleh mama.

Mama mengganti semua mata pelajaran yang seharusnya lala terima di sekolah dengan pelajaran yang tidak pernah di lupakan sepanjang hidupnya. Dan menjadi bekal di masa depan lala.12242105_10208391350291003_143025388_n

Terima kasih untuk pelajaran hari itu ma,…mama luar biasa ^_^.

posted under Umum

Email will not be published

Website example

Your Comment: