Lara Asih Mulya

“Me Time” itu Enak nya Gini Lo Bun….!!! Jangan Dicoba Ya…!!!

Oktober25

“Me time” istilah keren untuk ritual meluangkan waktu sendiri dan bersifat khusus bagi para Bunda. Kapan sih butuh “me time” ? Kapan pun bunda merasakan jenuh yang luar biasa, capek, lelah, dan penat. “Me time” kan egois….!!! Benerana ta ????

“Me time” bukan lah hal yang egois bun. “Me time” sangat dibutuhkan untuk obunda kembali segar dan bugar. Inget ya…ngurusin rumah tangga itu ndak ringan lo. Apalagi kalau bunda nya juga bekerja. “Me time” sangat butuh dukungan para Ayah. Kalau ndak ada ijin dan uang saku, ga bisa jalan ya bun hehehe.

“Thank you very much to my beloved husband”. Selalu paham kapan saya butuh sendiri dengan “me time” saya. Muah muah pokok nya.

sebelum nulis ini sempat tanya sama teman-teman. “Me time” nya ngapain aja sih ??? Seru banget ternyata ^_^.

 

 

"Me Time" nya Bunda IFA

 

Bunda Ifa, dan bunda Diana memilih panggil tukang pijit ke rumah. Sembari dipijit sembari luluran. Aduuuuh enak pake banget itu. Pas dipijit sembari tidur. bangun-bangun seger deh. Memilih “me time” di rumah terkadang menjadi pilihan yang paling nyaman. Kenapa demikian, karena bunda masih bisa berada dekat dengnan si kecil. Ada juga sebagian orang yang memilih untuk tidur saja tanpa di ganggu siapapun. Kayak bunda Anita nih :^_^

 

"Me Time" nya Bunda Anita

 

oke deh tidur di kamar pribadi dapat menjadi alternatif untuk mengisi “me time”. atau hanya sekedar bermalas-malasan seperti Bunda Rara ^_^"me Time" nya Bunda Rara

Apapun bentuk “me time” para bunda, yang peling penting adalah dapat memberi kualitas. Setelah seharian itu kita dapat apa sih ? “me time” yang punya blog apa ya hehe ? kalau saya mah lebih suka pinjem PC suami untuk bikin tulisan-tulisan ringan macam ini. Sesekali pergi ke warkop  (nyari wifi gretong bun hihi) buat posting beberapa tulisan. Rasanya kayak nulis aja di buku harian. hehe. “Me Time” yang menjadi kesukaan saya adalah naik becak dan naik kereta api. Bisa to barengan ? bisa lah bun hehe.

Ketika saya benar-benar membutuhkan waktu sendiri. Segera minta ijin suami untuk pergi ke tempat yang saya inginkan. Biasanya, dari rumah menuju stasiun kereta api saya pakai becak, naik kereta jenggala sampai sidoarjo. Di sana cari tempat yang aman dan nyaman untuk nongkrong sembari nulis. di beri batasan hingga berapa tulisan, sisa waktunya untuk jalan-jalan saja. Setelah cukup ya balik pulang pakai kereta dan becak. Sudah pernah coba ?

Anak-anak gimana ? oh anak-anak sementara dijaga ayah nya. Saya boleh keluar sendiri dengan catatan tidak boleh marah kalau pulang-pulang rumah berantakan pake banget. hihihi. Ada juga sebagian bunda yang lebih memilih menghabiskan waktu di salon kecantikan. Eh menghabiskan uang juga ya hihi. Sebagian lagi memilih untuk jalan-jalan dengan teman-teman lama. Yang paling unik adalah ada teman saya yang kalau “me time” dia naik gunung. hihi.

Terlaksana atau tidak nya “me time” ini sangat bergantung pada komunikasi dan toleransi yang terjalin antara ayah dan bunda. Ayah butuh “me time” juga ndak ya ? pasti butuh dong,…heeeeemmm kira-kira apa ya “me time” mereka. Tanya bapak-bapak dulu ah,….

oke bunda, jangan sepelekan adanya “me time” yaaaa. Dengan “me time” kita bisa lebih segar, baik secara fiisk dan psikis. Apapun bentuk kegiatannya jangan lupakan manfaat nya ya…..Selamat ber “me time” ya Buuuuunnnn ^_^

 

 

posted under Umum

Email will not be published

Website example

Your Comment: