Lara Asih Mulya

Melamar Kerja di Sekolah

September14

Sebagian orang berpendapat pekerjaan yang paling ringan adalah menjadi guru atau karyawan sekolah. Kata orang jawa kehidupan itu “sawang sinawang”. Pada dasarnya tidak ada pekerjaan yang mudah atau ringan. Kecuali yang belum mendapatkan pekerjaan, pastinya akan merasa penuh beban. Melamar sebuah pekerjaan ibarat melamar anak gadis orang. Tentunya dengan syarat tertentu. Jika sesuai kemungkinan diterima dalam posisi tersebut akan berhasil. Berbicara mengenai melamar pekerjaan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Contoh yang saya angkat adalah melamar kerja di sekolah untuk posisi guru. Beberapa hal yangn harus diperhatikan adalah

  • Posisi yang ditawarkan oleh sekolah. Ada beberapa sekolah yang mempublikasikan lowongan pekerjaan melalui media cetak, internet, hingga media offline (Papan info kantor post). Jika sekolah tersebut membutuhkan guru bidang studi Bahasa Indonesia, maka koreksi sekali lagi apa disiplin ilmu kita. Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris memang sama-sama mempelajari bahasa. Namun, pada praktiknya penyampaian kedua mapel tersebut berbeda. Jangan memaksa melamar posisi yang ditawarkan sekolah jika tidak ada lowongan untuk mapel yang menjadi disiplin ilmu kita.
  • Pemilihan waktu. Sekolah membagi waktu setahun m,enjadi dua. Yakni semester ganjil dan semester genap. Waktu yang tepat untuk memasukkan surat lamaran adalah ketika tahun ajaran baru belum dimulai. Atau disela-sela akhir semester Ganjil. Biasanya disela-sela semester tersebut ada beberapa guru atau staf yang cuti melahirkan atau menikah.
  • Melamar langsung ke sekolah atau via post. Jika lowongan pekerjaan tersebut diposting di surat kabar. Mengirim surat lamaran via post masih dirasa wajar. Tentunya kita harus mencantumkan nomor telepon, E-mail, atau alat komunikasi lain yang memudahkan sekolah untuk menghubungi kita. Jika ingin mencoba peruntungan, kita dapat langsung datang ke sekolah dan menemui kepala sekolah untuk melamar secara langsung.
  • Model sekolah yang kita pilih. Yang saya maksud adalah apakah sekolah yang akan kita tuju termasuk sekolah berbasis keagamaan (MI, SDIT, MTSN, SMAI, MAN), sekolah reguler (SDN, SMAN,) tau sekolah internasional. Jika melamar ke sekolah keagamaan yang harus anda siapkan selain surat lamaran pekerjaan dan keahlian kita dalam menguasai bahan ajar. Kita perhatikan juga kemampuan dalam hal keagaamaannya. Misalnya, bacaan sholat, berapa banyak surat pendek yang sudah dihafal, bisa atau tidak menulis dalam huruf arab, dll yang berhubungan dengan keagamaan (Islam). Jika sekolah reguler yang harus kita perhatikan adalah mengajar sesuai disiplin ilmu yang dikuasai. Bagaimana dengan sekolah internasional ? pada sekolah internasional kebanyakan tidak mempermasalahkan disiplin ilmu yang kita bawa. Yang diperhatikan adalah kemampuan berbahasa selain bahasa Indonesia. Inggris, Arab, Jepang,dll. Tentunya dengan keahlian bahasa asing yang aktif.
  • Penulisan surat lamaran pekerjaan. Adanya komputer memang memudahkan semua kegiatan tulis menulis di era modern ini. Untuk penulisan surat lamaran pekerjaan saya sarankan menggunakan tulisan tangan. Karena masih ada sebagian sekolah yang menilai kepribadian dan kemampuan seseorang melalui tulisan tangan. Selain itu, tulisan tangan memberi nilai plus yang menunjukkan usaha yang sungguh-sungguh.

Melamar pekerjaan di sekolah dikata gampang memang gampang. Dikata susah memang susah. Semua berbalik kepada usaha dan doa yang kita lakukan. Kemampuan dan nilai tinggi yang dimiliki seseorang belum lah menjadikan tolok ukur yang mutlak seseorang yang akan diterima di sekolah tersebut. Kemampuan, bakat, dan keahlian lainnya akan tetap menjadi pelengkap yang penting dalam menentukan sebuah keputusan. Percaya akan kemampuan yang kita miliki dan terus menjadikan pengalaman untuk membenahi hal yang kurang adalah salah satu  cara untuk menentukan pilihan, Pakah kita akan menjadi pelamar kerja yang biasa saja, atau sebaliknya :). Semangat ya 🙂

posted under Umum

Email will not be published

Website example

Your Comment: