Setalah “Puzzle Dongeng” ada satu media lagi yang berhubungan dengan “Puzzle”. Sebut saja “Puzzle Deskripsi”. Bahan dan alat yang dibutuhkan jauh lebih mudah dan murah. Dan ini bisa dilakukan berkelompok.
Bahan yang diperlukan adalah “puzzle” yang sudah jadi, dapat dibeli di pasaran (toko buku atau mainan). Karena ini berkelompok, carilah pazzle yang potongannya kecil-kecil. Jika terlalu besar, akan terlalu mudah bagi siswa dalam memecahkannya. Jika mau yang rumit, bisa membuat sendiri. Caranya sama dengan membuat “puzzle dongeng”. Bedanya, yang ditempelkan disini adalah gambar, bukan tulisan. Nanti nya gambar-gambar ini akan diceritakan dalam bentuk tertulis, yakni paragraf deskripsi.
Anggap saja, kali ini menggunakan “puzzle” yang sudah siap pakai. Satu “puzzle” harganya 5000. Jika ada 20 siswa, maka bentuk menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 siswa. Maka, puzzle yang dibutuhkan sebanyak 5 biji, totalnya 25000 rupiah.
Aturan mainnya :
1. Pecah jumlah siswa menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4 siswa. Tegaskan pada siswa, bahwa mereka harus menjaga setiap potongan “puzzle” yang nanti akan diberikan. Karena akan bergantian dengan kelas lainnya.
2. Berikan satu “puzzle” untuk masing-masing kelompok dengan cerita yang berbeda. Dalam kondisi potongan-potongan “puzzle” sudah teracak. Masukkan ke dalam plastik atau amplop. Amplop dari “Puzzle dongeng” masih bisa dipakai tuh. Kan dongengnya sudah tertempel.

3. Biarkan mereka yang membagi tugas. Dengan intruksi, susunlah “puzzle” hingga benar. Setalah tersusun sempurna, ceritakan secara tertulis pada selembar kertas. “puzzle” tersebut bercerita tentang apa. Kemudian, ceritakan secara lisan di depan teman-teman sekelas. Lakukan secara bergantian dengan kelompok lain.
Selain mengasah kemampuan deskripsi secara tertulis, kegiatan ini melatih kemampuan deskripsi secara lisan. Tentunya melatih bekerjasama dengan sebuah tim.
Yuk dicoba, lebih asik lagi kalau kegiatan ini dilakukan di luar ruangan. Dibawah pohon yang rindang, dan diatas tikar hehe. Lumayan lo, bisa menciptakan suasana baru untuk siswa 🙂