Membuat “Puzzle dongeng” dengan Majalah Bekas untuk Media Pembelajaran Bahasa Indonesia.

    Pelajaran bahasa Indonesia adalah pelajaran yang banyak diremehkan oleh para siswa. Mengapa ? karena bahasa Indonesia bukanlah bahasa yang Asing. Tidak perlu memikirkan rumus ketika akan mengucapkannya. Karena bahasa Indonesia adalah milik pribumi yang hampir semua bisa dan paham dalam menggunakannya.

    Supaya tidak membosankan, pengajar bahasa Indonesia harus memiliki 1001 jurus untuk menyampaikan materinya. Supaya tidak dianggap remeh dan tidak membosankan. Tentunya, berlaku juga pada pelajaran lainnya ya :).
    Menganalisis dongeng menjadi salah satu materi yang kurang diminati siswa. Mengapa ? selain harus membaca, siswa kurang suka mengaanalisis dongeng tersebut. Baik dari unsur intrinsik dan ekstrinsiknya. Supaya lebih menarik, ada resepnya lo. Mau coba ???

    majalah boboBahan dan Alat yang dibutuhkan :
    1. Majalah Bobo (Bekas).
    2. Kertas Manila.
    3. Kertas HVS.
    4. Lem Kertas.
    5. Penggaris.
    6. Spidol hitam.
    7. Gunting.
    8. Amplop putih atau berwarna.

    Cara Membuat “puzzle dongeng” :
    1. Majalah bobo (bekas). Pada majalah bobo terdapat banyak dongeng. Satu majalah bisa ditemukan sekitar 5 dongeng. Cari dongeng yang hanya menghabiskan satu halaman saja (tidak bersambung ke halaman lain). Satu majalah harganya 1000 rupiah. Jika satu kelas berjumlah 20 anak, hanya membutuhkan 4 majalah bobo bekas. Ketika memilih majalah di pasar loak, berlama-lama lah. Pilih dongeng yang benar-benar sesuai. Jangan takut pedagangnya marah ya, kan sudah pasti beli :). Untuk majalah membutuhkan 4000 rupiah.
    2. Kertas Manila. Kertas manila digunakan sebagai alas kertas dongeng. Karena jika tidak dgunakan alas, kertas akan terlalu tipis. Untuk 20 siswa membutuhkan 2 lembar kertas manila. Harganya 2x 2000 rupiah sama dengan 4000 rupiah.
    3. Kertas HVS. Sediakan 2 lembar kertas HVS untuk masing-masing siswa. Lebar pertama digunakan untuk menempelkan Puzzle dongeng. Dan lembar kedua, berisi beberapa pertanyaan untuk analisis dongeng. Yang nantinya akan dijawab oleh semua siswa. Jika ada 20 siswa maka harus menyediakan 40 kertas HVS. kalau eceran, 1000 dapat 5 lembar, karena butuhnya 40 lembar belinya 8000 rupiah.
    4. Lem kertas. Digunakan untuk merekatkan potongan-potongan dongeng ke lembar HVS pertama. Bapak/ibu guru hanya butuh 1 saja. Harganya 3000 rupiah. Namun, ketika KBM upayakan masing-masing siswa membawa lem dari rumah.
    5. Penggaris. Fungsinya untuk membuat pola pada kertas dongeng yang sudah di tempel ke kertas manila. harganya 3000 rupiah.
    6. Spidol hitam. Tentu saja untuk menggambar pola pada kertas dongeng ya :). harganya 2000 rupiah.
    7. Gunting. Kertas dongeng yang sudah ditempel pada kertas manila. Dan sudah diberikan pola. Siap digunting menjadi bagian-bagian kecil. harga gunting 3000 rupiah.
    8. Amplop putih atau berwarna. Berfungsi untuk menyimpan potongan-potongan kertas dongeng. Amplop eceran harganya 200 ruoiah, untuk 40 siswa butuh 40 amplop, jadi belinya 8000 rupiah.

    Total belanja semua bahan dan alat adalah 35000 rupiah. Jika alat dan bahan beli baru semua. Jika sebagian alat seperti penggaris, gunting, dan spidol sudah ada. Bisa menghemat 8000 rupiah. Jadi hanya membutuhkan 27000 rupiah saja.

    Aturan menggunakan media :
    1. Beritahukan kepada siswa, sehari atau pada pertemuan berikutnya supaya membawa lem. Untuk keperluan materi dongeng.
    2. Berikan masing-masing siswa satu amplop yang sudah terisi dengan “puzzle dongeng”. Dan dua Lembar HVS.

    SMP Islam Miftahul Khoir  MOjokerto
    SMP Islam Miftahul Khoir Mojokerto

    3. Jelaskan bahwa, di dalam amplop ada potongan-potongan dongeng yang harus disusun dan di tempelkan pada lembar kertas HVS yang pertama. Caranya sama persis dengan bermain Puzzle.

    eh,..bener ga sih ini pasangannya ?
    eh,..bener ga sih ini pasangannya ?

    4. Setelah “Puzzle dongeng” tersusun sempurna. Baca dengan cermat. untuk menjawab bertanyaan pada lembar HVS ke dua. Pertanyaan boleh di tuliskan di papan atau di dikte kan.
    5. Jangan lupa beri nama supaya mudah dalam memberi nilai.

    Ah,...santai aja,..lesehan yuk,...yang penting selesaaai..!!!
    Ah,…santai aja,..lesehan yuk,…yang penting selesaaai..!!!

    Madia ini, akan tetap berguna jika ada materi tentang dongeng lainnya. Misalnya, materi membaca dongeng. Dengan adanya dongeng yang beragam, insyaallah siswa tidak akan merasa bosan.

    Dengan 35000 rupiah bisa mengubah suasana kelas, kenapa tidak. Yuk dicoba !!!. Dijamin, pasti masuk daftar guru favorit :).

    Berlangganan ke Blog via Email

    Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabung dengan 150 pelanggan lain

    3 Comments

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Eksplorasi konten lain dari Lara Asih Mulya, S.Pd.

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca