Paragraf adalah rangkaian kalimat yang saling berhubugan dengan membentuk satu kesatuan pokok pembahasan. Paragraf merupkan satuan bahasa yang lebih besar daripada kalimat. Secara umum, paragraf terbentuk dari dua unsur. Yakni gagasan utama dan beberapa gagasan penjelas. Gagasan utama adalah gagasan yang menjadi dasar pengenbangan sebuah paragraf. Gagasan penjelas adalah gagasan yang fungsinya menjelaskan gagasan utama.
Berdasarkan gagasan utamanya, paragraf dibedakan menjadi tiga macam. Yakni, paragraf Deduktif, Paragraf Induktif, dan Paragraf Campuran. Waduh,..ada tiga nih, yang gagasan utamanya di depan Deduktif atau Induktif ya ? Jangan-Jangan terbalik !!!!. Ada cara mudah untuk mengingatnya. Mau coba ????

Banyak siswa yang masih bingung dengan letak gagasan utama paragraf deduktif dan induktif. Kalau paragraf campuran mereka pasti paham, karena gagasan utamanya terletak di awal dan di akhir. Sempat berpikir, supaya mudah diingat dan tidak terbalik lagi, diapakan ya ? akhirnya cara ini cukup efektif. Memberikan nama alias untuk masing-masing paragraf.
1. Paragraf Deduktif. Nama alisnya adalah Pa’De. Pa dari Paragraf, De dari Deduktif.
Paragraf deduktif adalah paragraf yang letak gagasan utamanya di awal
paragraf.
Dalam silsilah jawa, Pa’De (seharusnya Pakdhe) berarti bapak gedhe, atau
kakak dari ayah. Jika ingat paragraf deduktif, atau ada pertanyaan tentang
dimanakah letak gagasan utamanya. Yuk,..mengingat Pa’De masing-
masing. Kalau sudah ikat dengan Pa’De, simpulkan saja. Berarti Pa’De lahir
lebih dulu daripada ayah. Berarti Pa’De berada di awal masa sebelum ayah
lahir. Pa’De (Paragraf Deduktif) Ide pokoknya ada di awal kalimat. Mudah
dipahami kan ?
2. Paragraf Induktif. Nama aliasnya adalah PIN (Kode rahasia). P dari Paragraf dan IN dari induktif. Paragraf Induktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak di akhir paragraf. Mula-mula dikemukakan fakta-fakta ataupun uraian-uraian. Kemudian dari fakta-fakta itu penulis menggeneralisasikan ke dalam sebuah kalimat. Semua pasti sudah paham dengan ATM, cara kerjanya sangat bergantung dengan sebuah PIN.
Ketika ingin menggunakan kartu ATM untuk mengambil uang, terlebih dulu harus memasukkan PIN (kode rahasia). Tujuan kita adalah mengambil uang. Ingat bahwa PIN (paragraf Induktif) dikemukakan oleh fakta-fakta ataupun uraian-uraian. Begitu pula dengan mengambil Uang di ATM. Masukkan PIN terlebih dahulu, kemudian akan ada beberapa perintah di layar yang harus diikuti. Barulah uang yang menjadi tujuan utama dapat di keluarkan.
Dengan kata lain uang yang keluar sama dengan ide pokok yang
ditemukan diakhir proses. Masukkan dulu PIN nya (Baca semua fakta dan
uraiannya) lalu ambil uangnya (Temukan ide pokoknya). Mudah dipahami
kan ?
3. Paragraf Campuran. Nama aliasnya adalah PaCaRan. Pa dari paragraf, CaRan dari Campuran. Paragraf campuran adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak pada kalimat pertama dan kalimat terakhir. Dengan kata lain setiap ada ide pokok yang terletak di awal, pasti ada ide pokok yang terletak di akhir. Ibaratkan saja orang pacaran. Namanya pasangan, pasti ada laki-laki dan perempuan. Ada kamu ada aku cieeee :). Karena orang PaCaRan pasti terdiri dari dua orang, dan PaCaRan (Paragraf CampuRan) pasti memiliki dua ide pokok, hubungan antara paragraf deduktif dan Induktif. Mudah dipahami kan ?
Jadi, untuk memudahkan mengingat letak ide pokok dari ketiga paragraf ini. Terapkan “Si Pa’De Lupa PIN ATM karena Asik PaCaRan”. Monggo dicoba 🙂 Semenjak memakai ini, banyak siswa yang tidak membolak-balikkan letak paragraf deduktif dan Induktif :D.