Membuat Bab Memparafrasekan Puisi Lebih Menarik Dengan “Menyimak dan tebak bait”.

    Beberapa bab pada pelajaran bahasa indonesia sangat tidak digemari siswa. Diantaranya, bab membuat puisi, memparafrasekan puisi, EYD, dan lainnya.

    Kalau sudah tak suka bagaimana akan bisa ya?

    Jadi guru kreatif itu memang menyita waktu, tenaga, pikiran dan materi. Namun, hasil yang didapat ketika siswa merasa senang dengan kreatifitas yang diciptakan, tentu mengalahkan semuanya.

    “Bu,…jangan belajar ini dong,..suliiiiiiiiit. atau ,…nyerah deh,…bikin puisi aja ndak bisa, apalagi mengartikan”. Keluhan ini sering sekali terdengar, jika materi yang diajarkan adalah membuat dan memparafrasekan puisi.

    Tak perlu saya jelaskan apa itu membuat puisi dan memparafareskannya. Yang akan saya share disini adalah bahan dan cara yang diperlukan supaya memparafrasekan puisi jauh lebih asik. Bukan bahan yang sulit di dapat kok. Semua Guru pasti punya, karena sudah menjadi kebutuhan dalam menjalankan profesinya.

    Bahan yang diperlukan :
    1. pilih satu puisi yang ingin di parafrasekan. Sebaiknya menggunakan puisi yang berlagu. Seperti puisi yang dibacakan dian sastro di AADC, atau yang dibaca Nocolas syaputra di film Soe Hok Dji. Bisa di unduh online kok.

    IMG_0993
    2. Kertas yang sudah berisi bait-bait puisi. Namun, kondisikan puisi tidak tertulis dengan sempurna. Hilangkan beberapa kata penting di dalamnya.

    puisi kertas
    3. Speaker yang bisa di dengar sempurna oleh siswa satu kelas.
    4. Laptop atau HP. Tentunya untuk menyimpan puisi nya ya.

    laptop

    Caranya cukup mudah :
    1. Bagikan kertas berisi puisi kepada siswa. Dalam kondisi sudah terpotong beberapa bagian katanya. Untuk master puisi yang masih lengkap tetap dipegang oleh guru. contoh : puisi cahaya bulan Soe Hok Gie.
    2. Putarkan puisinya. Sebelum diputar minta lah kepada siswa untuk konsentrasi dan tidak gaduh ketika puisi diputar. Pada tahap ini siswa membutuhkan konsentrasi tinggi dalam menyimak. Karena siswa harus mengisi titik-titik kosong yang jawabannya berada di dalam puisi yang di putarkan.
    3. Jika proses menyimak puisi sudah selesai, tanyakan kepada siswa apakah bait yang hilang sudah terisi sempurna ? jika belum, maka Guru boleh mengulang lagi. Maksimal dua kali pengulangan.
    4. JIka sudah terisi sempurna. Bahas bersama-sama dengan siswa. Barangkali ada sebagian siswa yang salah mendengarkan. Tujuannya supaya puisi tersebut benar secara seragam.
    5. Tahap akhir adalah,..siswa diajak untuk memparafrasekan puisi tersebut.

    Konsentrasi siswa akan sulitnya memparafarsekan puisi akan terpecah pada saat siswa menyimak puisi yang diputarkan. Mereka akan fokus pada kompetisi siapakah yang paling benar menangkap bait-bait yang hilang.
    cukup mudah bukan ???

    selamat mencoba 🙂

    Berlangganan ke Blog via Email

    Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabung dengan 150 pelanggan lain

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Eksplorasi konten lain dari Lara Asih Mulya, S.Pd.

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca