Lima Alasan Kenapa Ibu Rumah Tangga Butuh Komunitas !!!

     

    Nama saya Lara Asih Mulya, Teman-teman lebih akrab memanggil saya dengan sebutan Lala. Beberapa orang memanggil dengan sebutan Lara. Dan saya ibu rumah tangga dari dua anak dan satu suami haha.

    12167209_10208263532615641_415663560_n

    Jangan salah,..keseharian saya sibuk pake banget. Rasanya memang sepele dan jauh dari kata keren. Tapi saya bangga,…setiap berangkat sekolah anak-anak membawa bekal yang saya buat dengan tangan saya sendiri. Dengan seragam yang rapi dan wangi. karena kata kakak Qays kalau wangi teman-teman suka. ^_^

    kalau saya kerja di luar kayae ndak ada waktu bikin beginian hehe
    kalau saya kerja di luar kayae ndak ada waktu bikin beginian hehe

    Kalau ada pertanyaan pengen ndak kerja di luar lagi ??? walah ya jelas pengen lah bun,…sepatu-sepatu saya Cuma nangkring di rak sepatu.mau di hadiahkan ke orang kok ya sayang banget. Ada historinya. Tiap kali deketin rak buku,..lah buku-buku saya kok ya nganggur gini ya. Dan yang paling dikangenin adalah, noda hitam di tangan kanan karena kena spidol papan tulis hihi.

    ini tempat mengajar yang paling saya suka. Ga kudu di dalam kelas  ^_^
    ini tempat mengajar yang paling saya suka. Ga kudu di dalam kelas ^_^ SMP Amanatul Ummah Pacet.

     

    Saya yang ndak pake kerja di luar aja banyak capek dan mengeluhnya. Apalagi bunda-bunda yang bekerja diluar. Hadeeeeh pasti lebih capek.

    Kembali ke pembahasan awal ya bun. Jadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang tertera di KTP. Seharusnya ada gaji ya bun,..hehe Eh nafkah sama gaji sama apa beda ya ??? (Ngarep.com).

    Rutinitas yang luar biasa banyak dan berulang-ulang ini tidak jarang membuat saya bosan. Bagaimana tidak, setiap hari ya itu-itu aja, lagi dan lagi. Pernah tuh ngerasain yang namanya “Baby blues”. Penyakit yang ga tau lah kenapa bisa begitu. Kadang marah-marah tanpa sebab. Tidak mau gendong anak. Tiba-tiba menangis. Ndak jelas lah.

    Ternyata, hal semacam ini dapat diatasi. Menjadi ibu rumah tangga pun harus cerdas dan berkomunitas. Tidak harus jadi sosialita yang selalu update sih hehe. Yang penting komunitasnya berkualitas.

    Kenapa sih ibu rumah tangga butuh komunitas ? ini alasan saya.

    1. Menghilangkan rasa bosan..Seperti yang saya kemukakan di atas bahwa rutinitas ibu ruumah tangga pasti akan berulang-ulang. Tak jarang semua itu menghadirkan rasa bosan yang luar biasa. Adanya komunitas bisa memberikan agenda-agenda yang bisa mengusir rasa bosan. Mulai dari agenda yang penting dan tidak penting.

      makan bareng sama teman-teman seru juga kan ^_^
      makan bareng sama teman-teman seru juga kan ^_^
    1. Memiliki tempat dan teman untuk saling berbagi.Berbagi disini luas ya bun. Asal jangan berbagi privasi aja hehe. Terkadang ada masalah anak yang tidak kita pahami. Sudah ubek-ubek Google juga belum nemu jawaban. Eh ternyata bundanya kak Izan punya solusi. Posting di grup ah, “Bunda-bunda kenapa ya kakak Qays ndak mau ngerjain week pro nya, biar mau lagi gimana ya?”. Pasti deh cengkrang-cengkring hihi dapet deh solusinya.

      ini bunda-bunda grade 1
      ini bunda-bunda grade 1
    1. Biar Ndak Kuper (Kurang Pergaulan).Banyak nya teman dan pergaulan yang berkualitas akan memberikan banyak informasi yang bermanfaat. Dimana ada diskon gede-gedean (eh salah ya hihi). Ndak melulu itu ya bun. Intinya setiap teman akan memiliki banyak penngalaman yang berbeda-beda. Dari apa yang mereka ceritakan ke kita, biasanya akan menambah perbendaharaan kita tentang suatu hal. Misal nih,..nyariin tempat les buat anak. Yang bagus dimana ya ? atau spa kecantikan untuk bundanya yang oke dimana ya hihi. Sudah ga jaman ya bun kurang pergaulan.

      Ibu Ana yang mengenalkan saya tentang buku-buku berkualitas untuk anak-anak ^_^
      Ibu Ana yang mengenalkan saya tentang buku-buku berkualitas untuk anak-anak ^_^
    1. Dengan adanya komunitas, kita tidak merasa sendirian dan kesepian. Merasa banyak yang care dan sayang sama kita itu menyenangkan lo bun. True story,..ketika mama saya meninggal. Teman-teman banyak sekali yang memberikan semangat. Rasanya kuat banget. Ternyata teman-teman ku ada perhatian. Dan terkadang teman menjadi penguat ketika galau melanda. Misalnya ketika ada serangan dari mantan pacar hahaha
    2. Menjadi lebih pintar dengan komunitas. Ini hal yang paling penting. Adanya komunitas harus membuat kita semakin pintar. Jangan memilih komintas yang hanya memberikan dampak negatif. Seperti komunitas yang hanya membicarakan kejelekan orang. Ada kah ? ya adalah, ndak usah sebut merk ya. Atau komunitas yangn malah membuat kita semakin berlebihan. Lebih boros, lebih sering ngomongin orang dan lain-lain.

      Masuk komunitas Internet Marketer pilihan yang bagus hihi
      Masuk komunitas Internet Marketer pilihan yang bagus hihi

    Komunitas yang bisa dibentuk beragam ya bun. Arisan menjadi bentuk komunitas yang paling di gandrungi. Kekinian gt kata anak alay sekarang hihi. Dan jangan lupa ya bun,…minta ijin dulu sama suami sebelum bergabung dengan komunitas yang bunda pilih. Selamat berkomunitas ya bun ^_^.

    Berlangganan ke Blog via Email

    Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabung dengan 150 pelanggan lain

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Eksplorasi konten lain dari Lara Asih Mulya, S.Pd.

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca