Mama,..I MISS YOU SO MUCH T_T

    Kali ini tentang mama. Ibu terbaik yang pernah aku miliki. Ibu yang tak pernah menghentikanku setiap aku bertanya, “ma,..ini apa,…ma,…itu apa”. Secapek apapun pasti akan ia jawab. Betapa rindu ini tak dapat di bendung. Dan betapa tangis ini tak dapat di hentikan. Sehingga membuat layar monitor ku buram. MAMA,…I MISS YOU SO MUCH.

    Nama lengkap mama “Habibah Mulyati”. Beliau begitu bangga dengan nama yang disandang nya sejak kecil. Beliau merasa benar-benar menjadi kekasih Allah dalam nama itu. Mama lahir di Tasikmalaya, 4 Agustus 1965. Ah,…entah lah kenapa dada ini jadi sesak menuliskan kisahnya ???? MAMA,…I MISS YOU SO MUCH.

    sabtu pagi yang sangat cantik
    sabtu pagi yang sangat cantik

    Sabtu, 15 Agustus 2015. Pagi itu lala masih mampir ke rumah mama. Tidak seperti biasanya. Mama mengelurkan isi hatinya. Mulai dari rasa jengkel, senang, dan hal lucu tentang cucu-cucu nya. Seolah tidak akan terjadi apa-apa, lala permisi pulang. Sembari membawa semua adik-adiknya. Karena memang mama ada acara di sekolah  Dek Aisyah (rapat wali murid).

    Sekitar jam 9 pagi mama menelpon menanyakan kelas dek Aisyah. Dan itu telpon terakhir dari mama. Dan suara terakhir yang lala dengar dari mama. Hingga pukul 12 siang, hati ini tak tenang, “Tumben mama belum pulang”. Lala hanya berkata dalam hati.

    Tiga puluh menit kemudian, ada telepon dari nomor tak dikenal ke HP suami lala. Mengabarkan bahwa mama kecelakaan di depan MAN Sooko Mojokerto. Tanpa pikir panjang lala dan suami berangkat ke TKP. Sesampai disana mama sudah dibawa ke rumah sakit. Mungkin oleh warga sekitar.

    Melihat Kondisi motor yang dipakai mama, lala gemetar. “bagaimana keadaan mama, kenapa motor bisa sampai remuk begini ?”. Tanya lala dalam hati. Polisi menyita motor  yang dipakai mama untuk dijadikan barang bukti. Polisi menjelaskan bahwa mama menghindari anak kecil yang sedang menyebrang. Karena tidak terelakkan akhirnya mama yang jatuh.

    Setelah mengambil barang-barang mama yang disimpan kepala toko indomaret sekitar TKP. Lala dan suami langsung menuju Rumah Sakit Islam sakinah. Tempat mama di rawat. Sesampai di RSI sakinah, air mata lala benar-benar tidak terbendung lagi, sakit di sekitar tenggorokan, dan nafas yang mulai sesak, “ mama,…..mama,….mamaaaaa…ini lala ma”. Mama sudah tidak merespon. Ternyata dalam keadaan koma. Darah mengalir deras dari kepala mama. Tak ada luka berat di tubuh mama. Yah,…kepala mama mengalami pendarahan hebat.

    Setelah menjalani beragam pemeriksaan. Dokter menyarankan untuk segera melakukan operasi otak. Namun ternyata RSI sakinah tidak memiliki fasilitas yang cukup untuk melakukan operasi. Operasi hanya bisa di lakukan di RS kelas A.

    Akhirnya,.mama harus di rujuk ke RS dr. Soetomo. Lebih akrab di sebut RS karang menjangan. Mama di berangkatkan ke karang menjangan sekitar jam 8 malam. Karena kondisi mama baru stabil sekitar jam setengah 8.

    Suara mesin detak jantung dan sirine ambulan sangat membekas di pendengaran lala. Campur aduk rasanya. Sebelum di berangkatkan mama mengalami mintah darah yang tak kalah hebat dengan pendarahan di kepalanya. Seketika itu juga lala semakin tak kuasa, dan doanya berubah,” ya allah,…berikan yang terbaik untuk mama”.

    Dokter pun sudah mengutarakan, bahwa kondisi mama begitu kritis, dan bisa jadi meninggal saat di perjalanan. Selama perjalanan ke karang menjangan mama ditemani adik laki-laki lala. Sedangkan lala dan suami mengikuti ambulance dari belakang. Sekitar jam 9 malam lebih kami semua sampai di karang menjangan.

    Mama masuk ruang khusus. Setelah beberapa menit banyak dokter yang menghampiri lala dan keluarga. Ada empat dokter yang menyatkan mama harus di operasi. Yangn pertama adalah dokter bedah otak. Menyatakan bahwa pendarahan otak kiri mama begitu hebat, jadi otaknya harus diambil 1/3 bagian.

    Belum selesai dokter otak berbicara, datang dokter tulang yang menyatakan tulang belakang mama patah dan menembus paru-paru, karena itu mama muntah darah hebat. Datang lagi dokter bedah plastik. Menyatakan bahwa tulang pipi mama remuk. Dan terakhir dokter mata. Menyatakan bahwa mata mma kemasukan banyak darah dn ada benturan. Jadi harus dioperasi. Dan untuk menjaga mama tetap bisa bernafas mama harus membuat lubang di tenggorokan untuk slang nafas.

    lebaran terakhir dengan mama
    lebaran terakhir dengan mama

     

    “ya Allah,…menjalani empat operasi yang begitu berat”. Lala hanya bisa diam dan berdoa semoga Allah berikan yang terbaik untuk mama. Tekanan batin mulai penuh sesak. Tidak bisa berpikir jernih. Dihimpit waktu yang sangat terbatas untuk memutuskan “iya atau tidak” mama di operasi. Dengan resiko sadar yang sangat tipis dan biaya yang tidak sedikit.

     

    Jantung mama tiba-tiba melemah,…sudah menggunakan alat kejut tetap saja tidak ada respon. Sudah di pompa manual tetap sja tidak ada respon. Akhirnya dokter menyerah, bahwa mama tidak akan lama lagi hidup di dunia. Lala memeluk mama seerat yang lala bisa. lala membisikkan dua kalimat syahadat di telinga kanan mama. Lala meminta maaf kepada mama selagi masih ada waktu. Dan terakhir lala berbisik kepada mama “jika ini terlalu sakit untuk mama rasakan, lepaskan ma. Kami ikhlas, maafkan lala ma, hanya bisa sampai disini, soal adek-adek mama tidak usah khawatir.” Terdengar oleh lala hembusan nafas yang ringan dan lirih. Dan mesin pendeteksi jantung berbunyi tanpa jeda,….dan mama sudah tiada.

    I LOVE YOU SO MUCH
    I LOVE YOU SO MUCH

    Mama meninggal jam 10 malam, 15 agustus 2015. Meninggalkan bapak, dan kami ke enam anaknya. Mama,…semoga Alla selalu memberikan kubur yang lapang dan terang, mengampuni segala dosa mama, meringankan segala siksa kubur mama, dan ditempatkan di surga-NYA. Amin.

    Berlangganan ke Blog via Email

    Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabung dengan 150 pelanggan lain

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Eksplorasi konten lain dari Lara Asih Mulya, S.Pd.

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca