Dampak Positif Games Digital,…Ada kah ???

    “Bunda sudah berkali-kali bilang sama kakak. Bunda tidak suka kalau kakak main game sampai malam. Besok kakak harus bangun pagi. Dan bunda sudah minta pengertian kakak berkali-kali.” Ini ocehan saya tiap malam kepada kakak. Beneran lo bun. Kakak kalau sudah pegang gadget hadeeeeeh. Pusing saya.

    Saya lebih senang kakak memainkan permainan yang menguras semua energinya. Seperti yang diajarkan umi nya ini hehe

    jaman bundanya sih namae "sonda" haha
    jaman bundanya sih namae “sonda” haha

    permainan ini jadul banget. “Sonda” teman-teman masa kecil sering menyebutnya begitu. Karena lahan bermain masih belum jadi perumahan. Permainan ini bisa digambar di tanah lapang dan dimainkan beramai-ramai. Lah jamannya anak-anak saya mainnya di dalam rumah di gambar pakai selotip hehe. “Kreweng” pecahan genteng kecil diganti sama lipetan kertas yang dililit selotip juga hehe.

    Saya lebih senang kakak menghabiskan waktu untuk bersepeda dan berenang. Ndak papa lah jadi item juga.

    nga gowes euy
    nga gowes euy

    sepertinya mainan yang hanya melibatkan jari jemari dan audio visual jauh lebih menarik hati anak-anak. Awalnya saya tidak bisa memberikan toleransi apalagi melihat sisi baik dari permainan digital yang di mainkan kakak. Tidak beragam memang. Hanya ada beberapa permainan yang menjadi kesukaannya. Game ini namanya “Mine Craft”. image

    kakak begitu menikmati permainan ini. Dia bisa meluapkan segala imajinasinya tentang rumah hingga tata kota yang sesuai dengan yang ia pikirkan. Misalnya, untuk membangun sebuah rumah. Kakak harus memiliki bahan-bahan yang diperlukan. Mulai dari batu bata, kayu, dan lain sebagainya. Dalam game ini kakak bisa menata sendiri rumah yang ia bangun.

    Hal positif yang didapat adalah, kakak memiliki penataan khusus untuk kamar tidurnya. Kamar tidur kakak harus ada lemari bun, lemariya harus seperti yang kakak inginkan. Harus ada kaca, tempat sisir dan parfum. Kemudian harus ada lampu tidur dan lain sebagai nya. Dan semua nya kakak yang menata. Efek bagus lain dari game ini adalah membiasakan kakak untuk gemar menabung. Untuk melengkapi semua barang-barang yang kakak inginkan untuk kamarnya. Kakak tidak bisa sekaligus mendapatkannya. tetapi kakak harus rela menabung terlebih dahulu.

    Selain itu kakak lebih kreatif menggunakan barang-barang bekas dan baru yang ada di rumah untuk dijadikan sama persis dengan salah satu tokoh yang ada di dalam game. Seperti ini contohnya.

    nyari kardus sepatu bekas ga nemu,...adanya kardus packing bunda jadi sasaran ^_^
    nyari kardus sepatu bekas ga nemu,…adanya kardus packing bunda jadi sasaran ^_^

    Ini kardus packing punya saya, kakak sudah nyari-nyari kerdus sepatu bekas. Tapi katanya nemu satu dan tidak cukup untuk bikin mine craft. Oke lah,…saya ikhlas kan. Jadinya gitu deh ^_^

    Dampak positif lainnya adalah, kakak mau belajar membaca karena game ini. Ketika game nya di lakukan secara online. Akan banyak pemain game lain yang saling menyapa. Ketika muncul percakapan, kakak akan bertanya,”Bun,..ini bacanya apa?”. Dari sini lah kakak gemar membaca.

     

    11150959_10206935268129859_7904764367338251578_n

    Dari sini Bunda nya sudah jarang ngomel hehe mulai paham dan menemukan bahwa games digital itu tidak melulu memberikan dampak negatif. Jika di manfaatkan secara maksimal ternyata ada juga manfaatnya ^_^.  Untuk saat ini yang kami lakukan adalah membatasi penggunaanya. Dan memberikan kakak kegiatan yang menguras tenaga. Dan mematikan koneksi internet pada jam-jam penting. Seperti jam belajar dan jam istirahat.

    Anak Bunda suka banget main game digital, yuk dicari kelebihannya. Siapa tau kakak mendapatkan manfaat dari game nya ya Bun ^_^

    Berlangganan ke Blog via Email

    Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabung dengan 150 pelanggan lain

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Eksplorasi konten lain dari Lara Asih Mulya, S.Pd.

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca