Tidak Ada Suami yang Takut Istri !!! Oke Bebeeeeeeeb ^_^

    24suami-suami-takut-istri-ini-beberapa-penyebab-dan-dampaknyaIni Adegannya, istri menarik kuping suami sambil ngomel-ngomel ndak jelas. Dan suami hanya diam sembari bilang, “maap bebeeeeb”. Sudah tau ya yang saya maksud siapa ?

    Kang komar,…kang komar,…Preman kok takut sama perempuan. Eits beneran takut atau gimana ya ?

    Masih ingat dengan sinetron Suami-Suami Takut Istri ? Uuuuh saya sebel banget sama sinetron itu. Ndak ada lucu-lucu nya. Gitu tetangga saya kalo nonton bisa sampai ngakak-ngakak. Ingat Bang Tigor ? Yang takutnya sama si Welas ? Hadeh pembunuhan karakter banget tuh. Masak iya seorang yang berbadan kekar dan besar takut sama perempuan selemes mbak welas. Duh duh duh duh……!!!!!

    Pernah nih, pas saya di stasiun kereta api. Sebetulnya ga mau denger apa yang mereka bicarakan. Tapi kenceng banget bicaranya. Oke lah di terima aja. Si ibu lagi “me time” kali ya sama temnnya. Lah kok cerita masalah rumah tangganya tanpa di saring. Intinya, dia mengatakan bahwa suaminya itu super duper patuh dan nurut sama semua omongannya. Dan bangga banget gitu.

    Yuk di luruskan,…Pernikahan pasti pelakunya suami dan istri. Suami adalah kepala rumah tangga yang harus selalu di hormati. Laku lampah istri bergantung dari persetujuan suami. Nah kalau dalam sebuah rumah tangga istri yang dominan gimana ? yuk kembali kejalan yang benar.

    Menurut saya,…tidak ada suami takut sama Istri. Jika memang ada, itu karena si suami takut kehilangan si istri. Tuh ibu-ibu sampe segitu cintanya lo ya. Pria memiliki karakter pasti dalam dirinya. Beberapa karakter ini lah menjadikannya cenderung diam, tidak ribet dan terkesan takut sama istri. Pertama, pria itu Malas berdebat, terlebih sama perempuan yang ia sayangi. Betul ? ^_^

    Bagi sebagian besar pria perdebatan justru tidak akan menyelesaikan masalah. Sedangkan istri kalau ndak Kepo (Mengorek informasi) sedalam-dalamnya tidak akan lega. contoh nih,…di telpon istri, “papa lagi dimana? sudah makan? nanti pulang jam berapa ? oh iya jangan lupa pesenan mama ya  !!!! “. Nah lo pertanyaannya banyak banget, nanyak nya ga pake nafas tuh ^_^. Belum juga di jawab sama suaminya sudah nyerocos ke pertanyaan selanjutnya. Ya memang begitu lah ibu-ibu. Harap maklum ya Pak,…. ^_^.

    Atau mungkin perdebatan soal Ponsel. ” ini siapa sih pa ? kok telpon-telpon terus ? kenapa ga diangkat ? kenapa ga ada namanya ? penting ga sih ? kalo penting angkat dulu aja. kalo ndak penting kenapa dia telpon terus ? haduuuuuh papa ini kenapa ga jawab sih. Mama kan udah tanya banyak ? “. Aaaaaagggggrrrrrrrhhhh bawel banget ya pak ?

    Coba tebak jawaban si bapak gimana ? ” oh itu, temen papa mau pinjem uang”. “oh,..pinjem uang,..ga usah di angkat lah!!!! “, wkwkw

    Pada kondisi ini si suami memang malas untuk menanggapi. Kasih saja jawaban singkat. Toh kalau di perpanjang dengan cerita lengkap belum tentu berhenti dalam waktu 5 menit. Karakter lainnya kebanyakan Pria lebih suka diam dan irit ngomong. Mereka selalu membagi masalah dalam prioritas. Mana yang harus di ceritakan mana yang tidak. Mana yang penting mana yang tidak. Kalau ndak penting mah ga usah di bahas. Tapi ini yang sering bikin ibu-ibu salah paham ^_^.

    Apakah sampai detik ini anda masih berpikir suami anda takut istri ? yuk kita cari tahu, seribet apakah anda sebagai istri, sekepo apakah anda sebagai istri, dan sebawel apakah anda sebagai istri. Jangan-jangan suami kita selama ini “iyain” semua yang kita mau biar ga ribut ya ???? heeemmmmm. Sekali lagi saya tegaskan, tidak ada suami yang takut kepada istri. Jika ada yang begitu, sebetulnya ia takut kehilangan apa yang sudah ia miliki bersama anda sebagai istri. Bukan takut kepada istri ^_^

     

     

    Berlangganan ke Blog via Email

    Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabung dengan 150 pelanggan lain

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Eksplorasi konten lain dari Lara Asih Mulya, S.Pd.

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca