Pengalaman Menggunakan Cadar di Luar Rumah, Monggo di Coba ^_^

     

    imagesBeberapa kali ketika keluar rumahtanpa suami, ada saja kejadian yang membuat saya sebel dan marah. “Masih ada yang salah ta ? Ini hijab masih kurang panjang apa ya?”. Saya tahu betul, mereka melakukan nya dengan sengaja. Kenal juga ndak, kenapa bilang nya seperti itu ya ? Bilang apa sih ? kayak gini lo….!!!!

    “Assalamualaikum,….”. Pas di jawab “Waalaikumsalam”. Pada ketawa  ngakak sambil sesumbar, “tuh di jawab, wong aku kok dilawan”. Maksudnya ???

    Kali ini waktu naik kereta api ke Sidoarjo. Memang sepi sih. Hanya ada beberapa orang saja dalam satu gerbong. Maklum, jam kantor memang begitu. Ketika bapak itu pindah tempat mendekati tempat duduk saya. Tidak ada pikiran aneh-aneh. Lah kok diluar dugaaan. “Mau kemana mbak? Kok sendiri?”. “Sidoarjo pak”. Jawab ku biasa. “Mbak, itu tahi lalat nya bikin manis ya, sudah ada yang punya?”.  Gubraaaak, ini kali ya yang namanya tua-tua keladi, makin tua makin jadi. Jadi ga rasional maksud nya. Wes lah ndak banyak bicara. Pindah aja ke gerbong lain.

    Tetangga depan rumah punya semacam toserba gitu deh. Karyawannya baru, masih muda-muda. Pas butuh banget beli air mineral. Ya wes lah beli di situ aja. Keburu butuh soalnya. Lah kok pas beli dia bilang, “Mbak, pinjam tahi lalat nya ya, biar kopi saya manis”. Loh loh loh anak baru kok begitu amat ya ??? semenjak itu saya males banget beli di toko itu, walaupun lima langkah dari rumah.

    Dari pada godain ibu-ibu anak dua, mending cari yang lebih kekinian kan. Dari beberapa kejadian ini, terbersit keinginan untuk menutup semua celah yang membuat mereka berkata demikian. Ya,..muka saya harus di tutup. Curhat kepada salah seorang teman, kemudian ia menawarkan cadarnya kepada saya. “Coba saja dulu, rasakan bedanya, pas pake sama enggak. Untuk awal-awal dipake kalo pas sendirian aja keluar rumah nya”.

    Ide nya boleh juga nih. Oke, kali ini tujuannya tetap ke sidoarjo dan menumpang kereta Jenggala. “Hemmmm gini to rasanya, Alhamdulillah”. Guman saya dalam hati. Dari mulai masuk gerbang stasiun, antri tiket, di dalam kereta, dan sampai tujuan, Alhamdulillah Aman ^_^.  Ga ada lagi tuh yang bilang, “mbak, andeng-andeng ndukur lambe sopo seng nduwe”. Feel free !!!!sara-bokker-3

    Pas pakai cadar di luar rumah dengan kondisi sendirian, rasanya itu :

    AMAN DAN NYAMAN. Gimana ndak aman, dari atas kepala sampai kaki semua di tutup. Bahkan ada yang berbisik, “Teroris ta iku”. Hadeeeh. Jika tidak ada yang mengganggu semua perjalanan dari mulai berangkat hingga pulang lagi terasa sangat nyaman. Meskipun duduk sendirian, ga ada tuh yang deketin.

    Selain aman dan nyaman. Dibalik wajah yang tertutup itu saya bisa DAPAT BANYAK IDE DAN CERITA. Melihat sekeliling dengan leluasa. Saya tahu orang menatap saya dengan pandangan aneh, bahkan takut. Ah,..tak masalah, perlu adaptasi aja mungkin.

    Semenjak itu, keyika kelluar rumah sendiri tanpa suami atau mahram. Harus siap dengan cadar nya. Jika terlupa, harus segera beli masker medis yang lebih mudah di dapatkan dimana saja. Yang penting selama perjalanan terlindungi. Yang punya pengalaman seperti saya, monggo di coba cara ini. Memang cadar bukan hal yang wajib bagi perempuan muslim. Dan saya pun belum istiqomah dalam menggunakannya. Namun, tidak dapat dipungkiri, memakai cadar jauh lebih baik dibandingkan tanpa cadar.

    Berlangganan ke Blog via Email

    Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabung dengan 150 pelanggan lain

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Eksplorasi konten lain dari Lara Asih Mulya, S.Pd.

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca