Just You and Me Ala Buchin Lala ^_^

    Bismillah,…

    Lama ndak ngeblog nih,..yuk ah dimulai dari yang ringan aja ^_^

    Masih inget banget rasanya diajak nikah sekaligus diputusin sama cowok satu ini. Saya diajak nikah pas kelas 2 SMA. dan jawaban saya jelas “Tidak”. Alhasil saya langsung diputusin. Hahahaha. Ah sudah lah,…meskipun doi cinta pertama, sebagai anak pertama saya ya kudu realistis. Waktu itu masih banyak cita-cita yang harus di kejar. Yuk ah Move On !!! jodoh ga bakal kemana. Akhirnya nikah juga nih ^_^

    Ketika sudah memantapkan hati untuk melangkah pada jenjang pernikahan. Disinilah awal dari banyak hal yang tidak pernah disangka-sangka. Jika menyikapi dengan bijak dan kuat maka hasilnya akan baik juga. Terkadang mendapati kebahagiaan yang luar biasa. Hingga konflik yang menguras tenaga dan pikiran.  Tapi ingatlah semua pasangan berhak bahagia. Dan inilah realita berumahtangga.

     

     

    Dikaruaniai tiga anak oleh Allah adalah hal yang tak pernah kami sangka. Anak pertama laki-laki, kedua laki-laki, dan yang baru lahir ini perempuan. Ahamdulillah semuanya dilancarkan oleh sang Maha mengatur segala kehidupan. Kalau ditanya rempong apa ndak ya jelas saya jawab Iya hehe

    Sejauh ini kami belum menggunakan asisten rumah tangga yang bermalam di rumah atau yang datang pagi pulang sore. Mengapa ? karena kami belum merasa butuh. Bismillah masih di kerjakan sendiri. Sulit sih tapi Insyaallah bisa ^_^.

    Banyak teman yang bertanya, Kok bisa ? kalau pengen keluar berdua aja sama suami gimana ? kadang kan pengen kayak pacaran mbak ??? He eh bener banget. Tapi percayalah, Allah selalu memberikan solusi. hihihi

    Kami masih memiliki orang tua dan saudra-saudara yang super hehe. Dari pihak suami tinggal Ibu saja. Sedangkan dari pihak saya tinggal Bapak saja. Kami menjaga kominikasi dengan orang tua dan saudra-saudara. Kami sering bercerita bahwa terkadang pekerjaan kami harus ke luar kota. Kami sudah pernah membawa anak-anak dan memang agak repot. Dengan kata lain “pindah momong” hehehe.

     

    Ketika tahu kondisi kami demikian, spontan kalimat yang keluar dari mereka adalah ” Sudah, anak-anak biar sama Ibu aja di rumah, mereka pinter kok. toh ada om dan tante nya yang bisa bantu.” Walah,…happy banget tuh kalau sudah dapat kalimat ini.

    “Owalah mbak,…anakku mana mau sama Eyang nya.” Yuhuuuu anak-anak kami juga dulu begitu. Ndak mau kalau ndak sama Ayah dan Bundanya. Perlahan kami ajarkan apa itu silaturahmi. Dan bagaimana rasanya jika mereka sering main kerumah nenek nya. Dan Alhamdulillah,…setiap sebulan sekali mereka sendiri yang minta bobo di rumah neneknya.Apalagi kalau tantenya pulang dari Surabaya  ^_^

    Pacaran  ala Buchin dan Lala itu seperti ini nih :

    1. Berkunjung ke Tempat Kesukaan.Kami berdua suka sekali ke gunung. Kota Batu masih menjadi pilihan untuk kami berkunjung. Terlebih suami suka sekali dengan ikan Koi.  Kami berdua suka berlibur tapi ndak mau capek akhirnya sewa sepeda listrik itu hehe. Ah buat kami mah yang penting waktu yang berkualitas selama berdua.

     

    Nemenin doi beli ikan kesukaan boleh juga kok :^_^

    2. Ngopi Yuk ^_^

    Hemmmm,…seneng kalau sudah ketemu cangkir dan sendok mungil pengaduk kopi ini. Kalau banyak orang yang suka ngopi bareng-bareng. Kami tidak demikian, Kami lebih suka berdua saja. Sembari ngopi, kami bercerita banyak hal. Mulai dari mencurahkan perasaan dan uneg-uneg masing-masing hingga nostalgia dengan masa lalu hehe. Ini cara kami saling memaafkan, berterimakasih, saling menguatkan dan kembali menata rencana untuk masa depan.  Kalau sempatnya pagi ya ngopinya pagi, kalau sempatnya siang ya ngopinya siang. Sempatnya malam ya cari warkop yang 24 jam hehe. Lah kalau ndak sempet ya sudah, ngopinya di rumah aja. Dengan syarat anak-anak sudah pada tidur. Supaya mereka tidak mendengarkan pembicaraan kami yang ratingnya 17+ hihihi.

    3. Nonton Yuk Say…..^_^

    Kami suka sekali nonton film. Tapi bukan film apa aja lo ya hehe. Nonton film 4D bisa jadi pilihan yang oke banget. Semua pasti sudah paham cara kerja sinema ini. Yup,…bergerak mengikuti alur film nya. Nah,..jangan sungkan kalau mau teriak. Ya teriak aja yang kuweeeeeennnnceeeeeng. Biar lega hihihi. Jangan lupa tanya pendapat doi, “Gimana seru ndak?” kalau sepakat bilang seru, kasih pelukan kecil “Yuk,..cari yang seru lagi !!!!”. ^_^. untuk point ketiga ini, sudah mulai kami hindari karena beberapa alasan yang mendasar.

    4. Naik Wahana Ekstrim Berdua Huaaaaaaaaa !!!!

    Menghilangkan kejenuhan dengan menaiki wahana-wahana ekstrim bisa menjadi salah satu pilihan. Syaratnya harus sama-sama berani dan kompak. Plus dalam kondisi sehat walafiat ya. Dijamin makin seru. Ngakak bareng dan mual bareng hihihi. Kalau saya dan suami selama wahananya ndak bikin kita dijungkir balik 360 derajat sih masih oke.

    5. Foto Bareng Yuuuuuk !!!

    Kebanyakan para Bapak susah diajak berfoto ria. Tapi bukan berarti ndak mau dan ndak bisa lo ya. Bikin foto yang lucu dan seru sebagai dokumentasi bahwa kita sudah bersenang-senang hari itu adalah pilihan yang tepat. Karena itu pastika HP ndak kehabisan baterai. Tongsis dan ketinggalan dan power bank full ^_^

     

     

     

     

    Lima hal itu  kami lakukan untuk mengusir rasa bosan dan jenuh. Karena hal itu manusiawi. Tentunya dengan persiapan jauh-jauh hari. Mulai dari menabung jauh-jauh hari, Hingga mencari waktu yang tepat.

    Terakhir sebelum pulang kami sempatkan membelikan “Sesuatu” alias mainan untuk anak-anak. Dan sedikit oleh-oleh buat yang di rumah. Anggap saja sebagai ucapan terimakasih dan hadiah karena telah berkenan memberikan kami waktu untuk berdua saja. Dan sudah hebat selama kami tinggal dengan utinya :^_^

    Alhamdulillah,…^_^

    Semoga Allah menganugrahkan Rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah untuk kita semua. Amiin.

     

     

     

    Berlangganan ke Blog via Email

    Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabung dengan 150 pelanggan lain

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Eksplorasi konten lain dari Lara Asih Mulya, S.Pd.

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca