Mukena Safinah, Mimpi yang Jadi Nyata..!

    Bismillah..!

    Masih pagi nik Mak, anggap saja ini pemanasan. Tetiba ingin menulis, dan yang ada dipikiran adalah mukena. Iya,..karena saya sekarang mengisi waktu luang dengan berjualan mukena. Waktu luang lo ya..kalau tidak luang ya ngurus rumah tangga dan seisinya hehehe. Belum terlalu besar memang, apalagi sampai punya toko sendiri. Insyaallah, doain segera ya Mak. Bermimpi tak ada salahnya kan hehehe. Guru saya berdagang sebetulnya almarhum mama saya. Dan Suami tercinta. Mereka berdua hebat banget kalau berdagang. ini versi saya lo Mak, anak dan istrinya. Walaupun setalah Mama meninggal, saya menemukan sesuatu yang perlu di koreksi. Alhamdulillah, sesuatu yang kurang tepat tersebut bisa menjadi hal positif untuk jualan saya.

     

    Sebelum meninggal, mama kontrak sebuah rumah yang di depan nya bisa dipakai toko. Lumayan luas sih Mak. Jadi bisa dipakai jualan beberapa macam barang. Selain mukena Mama juga jual sepatu, sandal, dan Tas sekolah.

    Ini Mama Habibah Mulyati, Cantik kan Mak. Isyaallah beliau khusnul khotimah, Aamiin.

    kalau sudah di toko, anteng nya. sholat, ngaji, main sama cucu. gedebruk di toko. Pokonya betah banget. ๐Ÿ™‚

    Sehari sebelum meninggal. Mama bersihkan toko dan menata ulang dagangan nya. Seperti yang nampak di foto itu Mak. Nah, dari sini nih Mak. Saya mulai mikir, ini toko dan barang mau diapakan. Bismillah nekat lah jualan mukena. Terinspirasi dari mama yang super hebat ini saya bikin brand baru, dengan nama “MUKENA MAMA BIBAH”. Tujuannya simpel, biar orang tau yang saya jual itu barangnya Mama. dan biar orang tau sekarang yang jalanin usaha mukenanya itu anak beliau. Bahkan sampe serius bikin logo nya lo.

    Design nya jelas saya minta tolong orang untuk buatin ya Mak. Hehehe. Banyak yang bilang bagus dengan brand itu. Tetapi tiap hari jadinya sedih lihat karikatur nya mama terus. Kebetulan saya sedang hamil. Prediksi dokter insyaalah perempuan. Sampai melahirkan dan memberi nama saya belum terpikir untuk mengganti “MUKENA MAMA BIBAH” menjadi “MUKENA SAFINAH”. Seperti sekarang ini. Singkat cerita kontrak toko nya mama tidak diperpanjang. Toko mukena pindah ke ruang tamu di rumah kontrakan kami (Saya dan suami).ย  Bismillah, dengan lokasi yang tidak sestrategis toko mama, Insyaallah akan ada aja rejekinya.

     

    Ini ruag tamu yang disulap menjadi toko mukena yang sederhana. Pindah kontrakan ya tokonya pindah lagi. Karena saya tidak mau melakukan kesalahan yang dilakukan mama. saya memutuskan untuk menjual mukena secara online dan tidak di kredit hehehe. Biar sehat walafiat Mak. Paham to…?

    Ini nih kurir ganteng dan imut saya hehehe, yang selalu ikut kalau ke kantor ekpedisi. ๐Ÿ™‚ sampai akhirnya saya melahirkan anak ke tiga. Alhamdulillah perempuan. Dedek safinah ini lah yang menjadi inspirasi untuk mengunbah nama “MUKENA MAMA BIBAH” menjadiย  “MUKENA SAFINAH “.

    Assalmaulaikum, ini dia dedek safinah. Dan logo nya diubah lebih simpel aja ๐Ÿ™‚

    seperti ini nih Maaak…lebih cewek banget hehehe.

    Saya sempat menggunakan fasilitas dari Disperindag. Tepatnya di PPST (Pusat Perkulakan Sepatu Trowulan). Mereka menyediakan kios-kios yang lumayan untuk dijadikan toko. dengan biaya yang menurut saya terbilang sangat murah. Sewa per bulan 100rb dan listrik sesuai pemakaian. Kendalanya adalah jarak antara kontrakan, dan sekolah anak-anak terlalu jauh. Dan sepi pengunjung.

    Alhasil kembali lagi pada stategi pertama, buka di rumah dan dipasarkan secara online. Alhamdulillah berjalan sampai sekarang. Tentunya banyak hal yang menginspirasi kita melakukan kebaikan dan inovasi dalam hidup. Setiap Emak punya cerita..!. Tetap semangat dan istiqomah ya Mak..!

     

    So…mana cerita mu Mak…? ๐Ÿ™‚

     

     

    Berlangganan ke Blog via Email

    Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabung dengan 150 pelanggan lain

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Eksplorasi konten lain dari Lara Asih Mulya, S.Pd.

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca