Daring Tanpa Drama, Bisa…?

    بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

    Emaaakkk,masih sehatkah jiwamu Mak..? Harus sehat ya Maak ^_^ . Apakabar daring nya Maak..? Eh Sebagian tempat sudah tatap muka ya Maaak. Alhamdulillah. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan dan kekuatan.

    Pengalaman daring emak-emak pasti banyak banget dan beragam ya. Mulai dari anak yang masih satu sampai yang anak nya banyak. MasyaAllah. Anak empat aja nikmat banget daring nya. Hehehehe.

    Anak pertama usia SMP. Sudah bisa diajak belajar mandiri. Tingal disodori link tugasnya InsyaAllah bisa sendiri. Sebelum di setor hanya perlu dikoreksi. Jika Ada yang kurang paham, selama bisa di cari sendiri lewat google, Aman.

    Anak kedua usia kelas 3 SD. Agak unik. Kalau sudah tau sekolahnya daring auto ektra. Ekstra tenaganya, ekstra sabarnya, dan ekstra waktunya. Sebetulnyakalau moodnya lagi bagus.Mengerjakan sendiri bisa. Terlebih materi yang disuka. Karena tipe anak kedua ini sedikit bebas.

    Anak Ketiga, masih usia TK-A. Belum mahir membedakan huruf dan angka. Jika melafadkan sudah bisa. Secara otomatis menjawab pertanyaan harus dengan bantuan ekstra. hehehe

    Anak keempat,masih 1 tahun. Tetapi antu sias belajarnya juga boleh banget. Apa yang sedang kami kerjakan. Apa yang sedang kami pegang. Auto ngikut. Terlebih kalau lihat HP.

    Bersyukurnya jam mereka tidak pernah bersamaan. Inilah keuntungan dijadikan dalam satu sekolah.Pengajarnya pasti sudah mempertimbangkan tentang hal ini.

    Sosial media masih ramai dengan postingan seputar daring. Ada yang mengeluhkan kapan selesainya. Kemudian,memarahi anak ketikaproses daring berlangsung. Hingga pernyataan yang menegaskan buat apa bayar uang tahunan, uang gedung,uang seragam,hingga SPP. Kalau semua itu tidak digunakan sebagaimana mestinya. Mohon dimaklumi, emak mulai lelah. hehehehe

    Bisa kah daring tanpa drama. InsyaAllah bisa, walau susah tetap di coba ya…^_^

    1. Kondisikan mental emak nya dulu.  Hal ini menjadi bagian terpenting. Kebanyakan yang nemenin anak-anak daring adalah para Emak. Jika dari bangun tidur emak ndak happy. Selanjutnya akan terasa berat. Hasilnya, kecampur ngomel, marah, bahkan hilang sabar. Mau gimana lagi ya mak,kita kan madrasah pertama dan utama buat anak kita. Nulis dan ngucapin kalimat itu enak gitu. Lempeeeeeeng. Prakteknya, MasyaAllah. Karena pada kenyataannya, ada banyak ilmu yang ingin kita sampaikan untuk anak-anak. Namun kita kurang mahir. That why, kita butuh para pengajar yang sesuai dengan disiplin ilmunya. Semoga Allah kuatkan kita semua ya Maaak. Apa sih yang bisa bikin emak good mood dipagi hari. Klik aja link nya   ^_^.

     

    2. Kondisikan Mental Anak kita. Sama seperti emaknya. Anak kita juga harus happy ketika bagun tidur. Ujung tombaknya ada di jam berapa dia mulai tidur  malam. Dan bagaimana cara kita membangunkannya. Ini juga Ada tips nya lo. Klik aja linknya ,siapa tau cocok dan ampuh juga hehehehe.

    3. Jalin komunikasi yang baik dengan guru anak-anak. Selama proses belajar, kendala pasti ada. Sampaikan dengan komunikasi yang baik dengan guru anak-anak. Supaya kesulitan tersebut bisa diatasi bersama. Karena kondisi setiap anak berbeda. ^_^.

    4. Kerjakan bersama pasangan. Peran dan bantuan pasangan dalam hal pendidikan anak terbilang sangat penting. LDR sekalipun, peran ayah harus tetap ada. Zaman sudah maju dan canggih. Membersamai anak-anak belajar bisa dilakukan dari jarak jauh sekalipun. Kalau kata tiktok mah, “Bikinnya berdua, ngasuhnya juga kudu berdua, hehehehe”.

    5. Berdamai dengan setiap kondisi.  Ketika daring, semua diburu waktu. Tugas harus segera dikumpulkan ke grup kelas. Terbatas nya waktu menjadi kendala yang berarti ketika anak-anak sedang asik dengan dunianya. Tidak mau di paksa. Dan beragam kondisi kurang kondusif lainnya. Disinilah emak harus ikhlas. Diingat kembali tujuan anak belajar itu supaya pintar dan paham. Bukan untuk tertekan dan stres. Jika dalam sehari itu usaha kita sudah maksimal. Namun, belum ada hasil yang maksimal juga. Ya sudah, ikhlaskan. Sampaikan kepada Wali kelas atau guru mapel mereka bahwa kondisi dan kendalanya seperti itu.

    Semangat ya Mak, semoga semuanya akan semakin baik dan kondusif. Awalan tatap muka walau hanya beberapa jam. Sudah menjadi solusi yang melegakan ya ^_^

     

    Berlangganan ke Blog via Email

    Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabung dengan 150 pelanggan lain

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Eksplorasi konten lain dari Lara Asih Mulya, S.Pd.

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca