بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Emak-emak sholihah.

    Semoga Allah selalu memberikan kesehatan, keberkahan dan dimudahkan dalam setiap urusan. Pas nulis tulisan ini sih pas sore. Jadi agak adem dan longgar. Kalau kalian nemuin tulisan ini pas gimana..? MAsih pada daring ndak sih ? Beberapa tempat sudah mulai tatap muka ya. Ada juga yang belum. Atau orang tuanya masih ndak kasih ijin utuk ikutan tatap muka. Sekolah biasa mengijinkan. Dengan terpaksa materi dikirim kepada orang tua secara online. Dan orang tua harus membersamai di rumah. Siap daring lagi..?

    Drama seputar daring masih banyak ya Maak. Hehehe tetap semangat dan hebat ya Mak.  Ini sih menurut pengalaman pribadi saya. Daring emang kadang menyebalkan, terkadang membahagiakan. Ketika semua tercapai dengan baik dan kondusif. Jelas dong bikin happy. Tapi, kalau semuanya amburadul, duuuuh bad mood nya sampe sore.

    Kalau dibikin good mood bisa ? Bisa. Cobain deh beberapa tips dibawah ini :

    1. Bangun tidur, wajib mandi dulu. Kan udah ada lagunya., “Bangun tidur ku terus mandi.”Hehehe. Mandi pagi buat seorang ibu itu ajaib banget. Selain ngantuk yang auto hilang. Badan yang dalam kondisi bersih, segar, dan wangi. Akan memberikan semangat dan mood yang baik. Kebanyakan emak-emak bangun lebih pagi dari anggota keluarga lain. Apalagi anak-anak. Bangun sebelum subuh, mandi, sholat subuh. Paksakan ngaji beberapa ayat. Doa sama Allah. Minta hati yang bahagia. Pikiran yang terbuka. Untuk menghadapi beberapa jam kedepan yang penuh dengan kejutan hehehehehe.
    2. Jangan biarkan perut kosong. Masih inget iklan salah satu coklat ? Yang ngatain temennya, “Lo resek kalau laper.” Emak juga gitu hehehe.Kalau laper, banyak tugas, banyak agenda, jangan sampai perutnya laper. Apa yang terjadi ? Auto baby blues walau ga punya bayi. Teriak, marah, dan ngomel. Kadang ga cukup wakru kalau masak hidangan utama. Tenang aja,boleh kok hanya sekedar ngopi atau ngeteh. Biasanya yang seperti ini. Tipe perut yang sarapan dan makan siangnya di rapel jadi satu. kalau Terbiasa sarapan berat sejak dari pagi. Saran saya nih,prepare bahan dan bumbu nya dari malem.Masak nasi dari malem. Jangan terlalu banyak, biar cepet habis nya. Pokoknya yang namanya sarapan entah gimana bentuk makanannya. Dan waktunya,masuk ranah wajib ya.
    3. Persiapkan Anak-anak dengan santai dan lebut. Santai dalam arti cara membangunkannya tidak dengan bentakan dan terikan. Cara memberikan perintahnya tidak dengan omelan. Susah sih maaak, tapi InsyaAllah bisa kok. Latihan yuk latihan. Kan dari bangun tidur udah ciptain goodmood kita sendiri. Sebagaimana kita, anak juga harusdibikin good mood sebelum menakhlukkan tugas-tugas nya.  Mandi pagi, sarapan, dan sedikitmain-main dulu sebagai pemanasan mungkin akan membantu menciptakan suasan hati anak menjadi lebih baik.
    4. Berikan Jeda istirahat layaknya di sekolah. Mengajak anak untuk menyelesaikan tugasnya dalam sekali duduk rasanya hal yang sulit dan rumit. Itu kenapa ketika daring di rumah ciptakan suasana istirahat seperti di sekolah.  Boleh menikmati kudapan atau biarkan anak-anak beli jajanan di warung tetangga. Hal ini juga memberikan jeda kepada kita untuk mendampingi materi berikutnya. Sekedar ngemil atau minum air es misal. Hehehe 5. Berikan penghargaan kepada diri kita dan anak-anak. Setelah semua tugas terlaksana. Selalu ucapkan Alhamdulillah. Berterimakasih kepadadiri sendiri dan anak-anak. karena sudah mau dan mampu menyelesaikan kewajibannya. Eeeemm penghargaannya apa ya ? Boleh apa aja kok. Yang penting bisa menggantikan lelah yang tadi hehehe Selamat mencoba Mak, tetap semangat ya ^_^

     

    Berlangganan ke Blog via Email

    Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabung dengan 150 pelanggan lain

    One Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Eksplorasi konten lain dari Lara Asih Mulya, S.Pd.

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca