Bismillah πΉ
Ada cerita di Rabu, 21 Oktober 2026. Dari seorang ibu dan semika Semangka potong. β€οΈ π

Ia masuk ke sebuah mini market, menggendong bayinya yang masih terlelap. π
Tanpa menoleh kanan kiri, Ia menuju lemari pendingin yang berisi buah potong. Ia mengambil semangka yang dingin dan merona itu π
Selanjutnya bergeser mengambil sebotol kopi yang tak kalah nikmat jika diminum dingin. π
Segera menuju kasir, kemudian keluar. Aku kira, Ia akan melanjutkan perjalanannya. Ternyata, Ia mengambil posisi ternyaman. Duduk dan menikmati semangka merah yang segar itu. Tak lupa sesekali Ia memastikan bayinya masih nyaman dan dekapannya.π

Dia menutup Istirahatnya dengan beberapa teguk es kopi. Kemudian Ia melanjutkan perjalanannya. π
Qodarullah, kami bertemu lagi. Dalam perjalanan arah pulang. Ia mendahului ku. “Oalah, personilnya nambah rupaya.” Jadi paham kenapa tadi istirahat sebentar sembari makan buah potong dan ngopi. ππ

Menyiapkan tenaga untuk tugas yang lebih besar π
Yang Nampak, Ia memiliki tiga anak. Faktanya, entah berapa banyak tanggungjawab yang harus ditunaikan seharian ini.
Semika semangka,
Sebotol kopi dingin,
Bukan bentuk keegoisan seorang Ibu,
Bukan sikap seenaknya, bukan pula kesalahan,
Semika semangka,
Sebotol kopi dingin,
Adalah Jeda paling sehat untuk melanjutkan perjalanan penuh tugas berikutnya,
Bu, tekanlah tombol jeda yang kamu punya,
Kamu, Aku, Kita, Kalian semua berhak mengambilnya πβ€οΈ
Semoga Allah senantiasa menjaga ππΉ
Jangan lupa menjadi Hamba Allah yang bahagia,
Sebahagia menikmati semika semangka,π π π€

Barakallahu FiikumπΉ
