Bahagia dengan Menyapa..! Kok Bisa..?

Bismillah 🌹

Apa kabar hari ini…?

Semoga senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah

πŸ˜‡

Mau cerita nih, boleh ya?😊

Sudah agak lama sih, habis Antar sekolah. mampirlah di teras rumah adek ipar. Ndak ada obrolan serius sih, cuma basa-basi pagi aja. Kebetulan, jalanan rumah kami sering menjadi jalan pintas.

Nah, pada saat kami nongkrong tuh. Ada seorang Ibu paruhbaya menggunakan motor. Lewat lah si Ibu itu, tanpa permisi, dengan wajahnya yang tidak nampak senang. padahal sebelum Ibu itu lewat, kami sudah saling pandang.

Dalam hati kok sedih banget, kenapa ndak nyaa sih? Cukup bilang “Monggo” gitu aja udah seneng kami. Atau se simpel kasih klakson gitu. Tapi ya sudahlah. Mungkin Buru-buru, atau memang kami yang tidak terlihat jelas.

“Ah, ngapain nyapa. ndak kenal juga kok.” Padahal mbah-mbah kita dulu selalu ngajarin. Untuk senantiasa berkata, “Nderek Langkung.” Alias “Numpang lewat.”

Tak jarang, setiap perjalanan kita. Kadang melewati desa atau komplek perumahan orang lain. Bukan karena kita ada kenalan disana. Tapi benar-benar kita cuma numpang lewat. Pernah ndak?

Setiap hari, saat mengantar sekolah. Pasti melewati desa orang lain. Dan gang perumahan orang lain. Tentu saja setiap pagi pasti ramai.

Ada ibu paruhbaya, di jam yang sama. Setiap pagi, membersihkan halaman depan rumahnya. Kalau telat antar sekolah, pasti ndak akan ketemu beliau. Sampai detik ini saya tidak tau nama beliau. “Bu, monggo.” dengan sumringah beliau jawab, “Njih Jeng, monggo-monggo.” πŸ₯°

Ada juga, Mbah kakung yang duduk di kursi rodanya. Melihat jalanan dan orang yang lewat depan rumah. Cuma dengan anggukkan kepala, beliau membalas dengan mengangkat tangannya. πŸ˜‡

Dan, ada sepasang suami istri yang jualan gorengan. Selalu tersenyum ramah. Dibeli atau tidak, sikapnya selalu sama. Mungkin karena langganan tahu susu goreng πŸ˜…

Entah kenapa hal yang hampir setiap pagi dilakukan itu, bisa membuat bahagia. Padahal sama sekali tidak mengenal mereka.

Setelah baca-baca, ternyata memang beralasan. Dishare 5 aja ndak papa ya 😌🌹

  1. Kita Makhluk Sosial. Sudah banyak dipahami, bahwa di dunia ini tidak ada satupun orang yang bisa hidup tanpa berdampingan dengan makhluk yang lain. Introvert level super pun, tetap butuh bersama orang lain. Minimal nih, butuh pasangan, sahabat, atau asisten profesional yang dipekerjakan. Wes pokok e fix no debat, butuh..! 😁 Apalagi yang ekstrovert tingkat super. Wajib ketemu orang ini mah.😎

2. Memicu Hormon Bahagia. Konon katanya, dalam tubuh manusia itu ada hormon DOS. Dopamin, Oksitosin, dan Serotin. Si DOS ini lah sumber kebahagiaan kita. Kalau distimulus dengan baik. Maka rasa bahagianya akan keluar dengan baik juga. Kira-kira penjelasan singkatnya demikian.

Dan, menyapa orang tanpa sebab. Tanpa kenal, tapi dilakukan dengan tulus. Bisa menjadi jalan keluar bagi Si DOS itu. Apalagi setelah menyapa, sampai rumah ngopi pagi, sama tahu susu goreng tadi. Heeemmm MasyaaAllah 😍

3. Ada Efek Berbuat Baik. Pernah pakai jasa Ojol? Gimana rasanya kalau pas baru ketemu kita disapa dengan ramah? Begitu juga sebaliknya. Atau CS yang ndak prengat-prengut memberikan pelayanan 🌟 🌟 🌟 🌟 🌟 Happy kan?

Suasananya pasti berbeda, ketika tidak saling menyapa. Rasanya seperti kehadiran kita tidak diinginkan, hanya sekedar melakukan kewajiban sesuai aplikasi. Contoh lain, Mini market biru dan merah, selalu semangat dan sumringah, “Selamat datang, selamat belanja.” padahal berapa ratus orang tidak dikenal masuk ke toko. Tujuannya supaya pembeli senang. Yaaaah walau kadang mereka di cuekin πŸ™„

4. Memecah Jarak dan Kaku Sosial. Ternyata menyapa orang bisa membuat suasana dingin menjadi hangat.

Nah kan, sudah duduk sebangku, tidak mau saling sapa. Ilustrasinya ini kebangetan sih. “Ya jelas lah mbak, gimana mau nyapa. Dia aja pake headphone dan asik sama Hp. Ntar ganggu lagi.”

Iya, iya kamu benar. Padahal kita tinggal nawarin cemilan kita, “Silahkan Mbak,”. Ya Allah, baru ketemu hari itu. Kenal aja ndak, masak nawarin makanan. Ntar dikira aneh-aneh lagi. Tuh kan buruk sangka, kalau dia nolak dan mikir macem-macem ya biarin aja. Santai dan bilang, “Oke, monggo dilanjut.” 😊

Basa-basi itu mudah, kalau mau dan tau rumusnya. Rumusnya 5W+1H. Bapak-bapak tuh biasanya, gampang banget dapat teman, dengan modal,

” Rumahnya sebelah mananya masjid? Apanya SD?” 🀭

5. Memberi Makna Kecil dalam Hari Kita. Ternyata bener ya, bahagia itu sederhana. Sekedar berbuat baik dengan Menyapa orang bisa semenyenangkan ini.

Hati lebih hangat, karena sudah melakukan kebaikan. Tidak asal lewat dipelataran rumah orang. Padahal setiap hari kita menggunakan Fasilitas umum setempat, untuk sampai di tujuan.

Pikiran lebih positif, karena mendapatkan stimulus untuk mengeluarkan Si DOS. Sehingga,

Kita menjalani hari dengan lebih semangat. Jadi, kamu tim yang mana nih? ga harus nyapa, toh ndak kenal. Atau tetap menyapa, sebagai bentuk permisi dan tau etika..?

Pilih nyapa aja ya ☺️ 🌹

Barakallahu Fiikum ❀️🌹

Bisa dong…!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *