Saat Ibu Tak Percaya Diri, Ada Hal yang Terlupa..!

Bismillah ❤️🌹

Hai Bu, Apa kabar? Sudah berapa lama jadi Ibu? Lelah ya? Capek ya? Serba salah ya? Tapi belum saatnya menyerah..!

Kalau lagi kayak gini, boleh banget lo kalau mau nangis. Peluk jauh lewat doa untuk semua Ibu yang sedang tak percaya diri. 🤗🌹


Melihat cerita orang lain di sosial media. Tak jarang membuat goyah pendirian Ibu. Membandingkan hidup yang sederhana dengan yang tampak sempurna. Padahal, sudah banyak hal luar biasa yang sudah dilakukan. Setiap hari, tanpa pamrih, tanpa tapi.

The power of sawang sinawang. Seolah melihat kehidupan orang lain adalah tolok ukur untuk menjadi sepertinya. Berandai-andai, jika hidupku seperti dia aku akan bahagia. Faktanya, banyak hal yang mungkin banyak di senyapkan untuk nampak baik-baik saja.

“Ah, andai aku masih bekerja dan punya gaji, mungkin aku…?”

“Enaknya, setiap hari dia bisa nyaman di rumah. Membersamai keluarganya. andai suamiku tidak….?”

Dan andai-anda yang lainnya. Tanpa sadar, pelan namun pasti menjadi pribadi yang tak percaya diri. Insecure..!

Tidak ada yang boleh adu nasib sebagai seorang Ibu. karena jalan dan nasibnya memang beragam.  Maka lebih indah saling mendoakan.

Saat Ibu Insecure, Ada Hal yang Terlupa.



1. Lupa, bahwa Ibu adalah pahlawan di rumahnya.

Ibu tak punya tongkat peri yang  bisa mengubah  segala hal dalam sekali  “simsalabim”.  Semua ada prosesnya. Pakaian bersih dan rapih. Rumah yang nyaman. Masakan yang hangat. Hingga hal kecil seperti kancing lepas, sudah sempurna lagi saat bajunya mau kita kenakan. 🥹

Dalam sehari, berapa kali panggilan, “Bu, Bun, Ma, Mi, Umma.” Kita ucapkan..? Lapar cari Ibu, sakit cari Ibu. Galau cari Ibu. Bahkan mau ke toilet pun pamit ibu, “Ibu, aku Pup ya, nanti cebokin.” 😢

Segalanya Ibu, jadi jangan lupa. Ibu adalah pahlawan di rumahnya. 🌹 Semua siaga jika ada Ibu. Semua tertata jika ada Ibu. Semua nyaman jika ada Ibu. Lalu, alasan apa Ibu Insecure..?

2. Lupa, Memberi Waktu untuk Diri Sendiri.

Menikah, memiliki anak, tentu membuat jalan hidup kita berbeda. Satu keputusan menghadirkan kewajiban yang lainnya. Namun, bukan berarti kita melupakan diri sendiri. Melupakan hobi atau kemampuan diri sendiri.😘

Ada yang suka tetap belajar. Ikut kajian, kelas online dll. Ada yang suka menulis. Mencoba resep baru. Membaca dengan tenang. Merawat diri. Main make up. Bahkan sekedar skrol sosmed. Enything ya Bu, lakukan.

Beri waktu untuk diri sendiri. Masukkan dalam agenda Ibu. Entah harian, mingguan atau, bulanan. Jangan dilupakan ya  😊

3. Lupa, Bersyukur. Sibuk membandingkan diri dengan orang lain.

“Ah dia mah enak..!”

“Andai aku ndak resign..!”

“Suaminya romantis banget sih, coba kalau suamiku gitu juga..!”

“Anaknya pinter-pinter banget, ga kayak anakku. Taunya ngasi masalah aja..!”

“Duuh, anak banyak tapi badan dia masih bagus aja..!”

Ibuuuuuu, jangan ya jangan. Stop sampai sini aja. Jangan kebanyakan lihat kehidupan orang lain dari balik korden rumah. 😪

Apalagi dari layar hp kita. Percayalah, semua pencapaian yang ada pasti ada proses yang tak mudah. Ibu mah tau nya cuma hasil nya. Itu kenapa enteng bilang, “Ah, dia mah enak..!” 😪

Fokus yuk sama apa yang kita punya dan upayakan. Bersyukur, yang banyaaaaak 😇😘

Biarin aja, tetangga kita punya gebrakan apapun. Saudara kita gonta ganti kendaraan, Alhamdulillah in aja. Anak orang berprestasi, MasyaaAllah in aja. Dengan tulus dan ikhlas 😇

Jangan sibuk bandingin hidup kita sama mereka. Kalau ujung-ujungnya bikin kita benci sama hidup kita sendiri, buat apa coba..?

Jangan lupa bersyukur. Okey 😘

4. Lupa, Kalau Punya Kelebihan.

Kapan terakhir bercermin terus bilang,

“MasyaaAllah, mataku indah ternyata, senyumku menawan..!”

“Alhamdulillah, masih bisa nutup aurat dengan benar. Mau langsing mau gendut, Allah izinkan istiqomah..!”

“Alhamdulillah, ilmuku manfaat untuk ngajarin anak-anak..!”

Gali, gali terus semua kelebihan Ibu. Jangan yang dilihat kekurangannya wae. Semua orang pasti diberkahi dengan kelebihan masing-masing. Kalau ada kurangnya, wajarlah kita ini manusia biasa. 😄

Kalau pas insecure, tulis ulang tuh kelebihan pada diri kita yang Allah titipkan. Ingat selalu..! 😇

5. Lupa, Memberi Jeda Pada Diri.

Ibuuuuuu, udah? jadi supermom nya..? Bangun dari pagi, siapin ini itu. Kerjain semua yang ndak beres. Nyuci, masak, setrika, bebersih, jualan, ngantor, apalagi..?

Gedebag – gedebug diborong sendiri. Ya Allah, ga pengen istirahat apa..? Sini-sini, kasih waktu 30 menit, rebahan. Peluk guling, pejamkan mata bentar. Istirahat lah Ibuuu..!

Atau, duduk yang manis, makan coklat, dengerin apa gitu, santai sejenak. Eeh ngopi juga boleh, sambil ngemil kacang 😂

Boleh banget kok, kasih jeda. Jangan terlalu keras lah sama diri sendiri. Kek siapa yaaa…? 😂

Sudah kasih jeda hari ini..?

6. Lupa, Bercerita.

Bercerita ya, bukan ghibah..! Ada yang bilang, cerita itu ya sama Allah. Fix no debat..! Emang bisa..? Gimana caranya..?

Bisa banget dong. Ambil wudhu, sholat, doa, curhat..! Ngobrol aja udah, walau Allah pasti tau masalah dan keinginan kita. Tapi Allah seneng dengerin kita curhat, minta dan tantrum 😁. Terakhir, baca quran dan maknanya, dan twing tetiba aja, solusi dateng. Begitulah cara Allah merespon curhatan kita.

Emang harus wudhu dan sholat..? Lah kalau pas masak pengen curhat ya curhat aja. Pas setrika pengen curhat ya curhat aja. Kek orang gila dong ngomong sendiri..? 😡 Jangan Ngawur, itu namanya bermunajat. Nah, kondisi paling baik untuk bermunajat ya dalam kondisi baik. Berwudhu kemudian sholat termasuk dalam pilihannya. 👌😇

Tapi, kalau butuh cerita ke makhluk nya Allah. Pastikan beliau memiliki kapasitas lebih baik dibanding kita yang punya masalah. Dan pastikan beliau amanah 😘

Dear diary,…. “Hari ini aku,…..??”  masih ada yang gitu? 😅 Lanjutkan..! Tapi ubah opening nya jadi “Dear Allah..” 🤗

Jangan lupa cerita ya..!

7. Lupa, Pulang ke Keluarga.

“Mana bisa aku pulang ke keluarga, sedangkan aku saja tak punya keluarga..!”

“Tidak semua punya rumah untuk pulang dan berkeluh kesah..!”

Baiklah, keluarga memang jadi topik sensitif. Ketika membahasnya, ada yang bahagia pun sebaliknya.

Jika memang tak ada keluarga yang bisa dituju. Maka ciptakan keluarga kecil mu yang hangat. Penuh ruang untuk mendengarkan. Penuh pelukan untuk mendukung. Dan penuh alasan untuk menjadi tempat kembali pulang 💕

Well, simpan beberapa kalimat menyejukkan ini 😘

“Ibu, jangan terlalu keras pada diri sendiri.
Kamu tidak harus selalu sempurna untuk disebut hebat.
Rumah tetap hangat karena ada lelahmu, doa-doamu, dan cinta yang sering tak terlihat.”

“Ibu, Berhenti membandingkan dirimu dengan ibu lain.
Ada yang terlihat rapi di luar, tapi sama lelahnya di dalam.
Kamu sedang bertumbuh, belajar, dan mencintai dengan caramu sendiri.”

“Ibu, jangan insecure.
Anak-anak tak butuh ibu yang sempurna,
mereka hanya butuh ibu yang hadir dengan cinta. Mau mendengarkan, dan memeluknya kapan saja.
Mungkin rumahmu tak selalu rapi,
mungkin wajahmu sering lelah,
tapi jangan lupa, ada hati kecil yang merasa dunianya aman karena kamu ada.”

“Ibu, Jangan minder hanya karena hidupmu tak terlihat semanis postingan orang lain.
Ada banyak ibu hebat yang diam-diam sedang berjuang, termasuk kamu.”

“Menjadi ibu bukan berlomba menjadi si paling. Tapi, perjalanan untuk belajar mencintai, bertumbuh dan berkembang.”

“I love you, Ibuuu, peluk jauh dari Aku.” 😘💕

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *