Oo Lala Oo Lala

Tulisan ringan punya’e lala

Terapi Permainan untuk Tunagrahita (Kemampuan Gerak Fisik) )

January23

J0076128Permainan untuk meningkatkan gerak fisik ini sebaiknya dipilih jenis permainan yang aktif. Usahakan dilakukan di luar ruangan, jika dakukan di dalam ruangan pilih ruangan yang bersifat lapang (tidak banyak perabotan).

Contoh permainannya, menirukan gerak binatang, adu punggung dengan balon, bola gelinding, gerak-gerak lucu, menari dan sebagainya. Peralatan yang diperlukan dapat disesuaikan. Ada baiknya, kita menyediakan hadiah untuk setiap keberhasilan si anak menyelesaikan permainan tersebut.

Saya ambil satu permainan sebagai contoh yakni bola gelinding. Alat yang diperlukan ialah :
1. Bola plastik ukuran sedang.
2. Botol plastik bekas.
3. Permen atau sesuatu yang menjadi kegemaran si anak (untuk hadiah).

Aturan permainannya hampir sama dengan permainan bowling.
1. Atur botol bekas menyerupain bentuk piramida.
2. Kondisikan si anak dengan jarak agak jauh dari piramida botol.
3. Berilah contoh bagaimana cara menggelindingkan bola ke arah botol, hingga botol bisa dirobohkan semua.
4. Jika botol-botol tersebut berhasil digulingkan tanpa sisa, si anak boleh mengambil hadiahnya.

Lakukan berulang-ulang secara bergantian sampai si anak memutuskan untuk mengakhiri permainannya sendiri. Ingat! selalu berikan pujian untuk setiap keberhasilan yang diciptakan. Serta berikan semangat jika si anak masih belum bisa meyelesaikan permainannya dengan sempurna. SELAMAT MENCOBA :D

posted under pendidikan | No Comments »

Terapi Permainan untuk Tunagrahita

January22

Mendengar kata bermain, resentak otak akan merakit hal apa saja yang berhubungan dengan mainan. Baik itu alat permainannya hingga aturan permainan. Bermain bisa dengan apa saja, siapa saja, dan dimana saja. Mulai dari sesuatu yang baru hingga barang-barang bekas disekelling kita.
Ag00356_
Masa kecil kita ada banyak permainan. Tak jarang kita memposisikan diri sesuai dengan profesi yang kita mainkan. Contohnya, ketika bermain mobil-mobilan. Ada yang berperan sebagai pak supir, kernet, hingga tukang bensin. Tanpa kita sadari masa kecil melatih kita untuk menciptakan sebuah imajinasi yang luar biasa, engan skenario dan tokoh yang kita pilih sendiri.

Lalu, bagaimana jadinya jika sebuah permainan dijadikan terapi untuk anak berkebutuhan khusu terutama Tunagrahita?

Pengertian terapi permainan ialah suatu pendekatan sistematis yang menggabungkan dunia anak (bermain) dengan perasaan. Sehingga mewujudkan ekspresi tertentudan hasil tertentu.

Kendala umum pada anak Tunagrahita ialah keterbatasan dalam berpikir, keterampilan, adaptasi sosial, komunikasi, dan merawat diri sendiri. Terapi permainan untuk Tunagrahita ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir, adaptasi sosial, berkomunkasi, sosial-emosional, motorik kasar dan halus, sensorik motorik, mengenangkan percaya diri, kemandirian mengurus diri sendiri, mengembangkan perasaan seni, memperbaiki penyimpangan perilaku, meningkatkan dan mengembangkan pengindraan.

Permainan yang diberikan dapat menggunakan alat bantu sederhana dan orang-orang yang ada disekitar (angota keluarga dan tetangga). Peraturan yang singkat akan mempermudah anak Tunagrahita dalam merealisasikan permainan tersebut.

Ketika si anak bermain, kita akan mengetahui bagaimana ekspresi yang ditunjukkan. Jika si anak antusias dan mau mengulang permainan dapat dipastikan si anak nyaman dan cocok dengan permainannya.

Namun, ketika dari awal kita menyodorkan sebuah permainan dan si anak tidak merespon. Sebaiknya beralih pada permainan yang lebih menyenangkan. Permainan untuk Tunagrahita dapat diadaptasi dari beragam permainan anak-anak pada umumnya. Begitu pula dengan alat-alat yang digunakan. Bergantung pada kreativitas kita sebagai pendamping mereka.

posted under pendidikan | No Comments »

Bagaimana Nasib Anak-anak Bu ?

December28

“Gampang-gampang susah”. Mungkin inilah yang bisa menggambarkan keberadaan saya sebagai seorang Guru. Mendapat pekerjaan baru saya sangat bersyukur. Disana saya tidak sendiri, ada teman satu angkatan dan beberapa kakak kelas saya. Tentunya mereka lebih dahulu mengajar di SMP ini dibandingkan saya hebaaaaat.

setiap selesai mengajar saya selalu perpikir, bahkan hampir menangis. Apa yang salah ? ini lah pertanyaan yang selalu muncul dalam benak saya. Marah bukanlah hal yang menjadikan mereka takut dan patuh, bentakan hanya menjadikan mereka semakin kebal dan berani terhadap segala hukuman.

Ya Allah,….banyak guru yang menjadi panutan saya, tapi begitu saya menjadi guru saya belum merasa pantas. penguasaan kelas sangat ditekankan oleh kepala sekolah, bahkan ketika saya masih melaksanakan serangkaian tes. Banyak murid yang tidak memiliki catatan, belum mengerti akan materi pokok, dan masalah lainnya. Sedangkan UAS hanya tinggal menghitung hari. Saya tidak mungkin memberikan semua materi pelajaran dalam waktu yang sesingkat ini. Saya berikan banyak latihan soal pun lebih banyak yang tidak terjawab.

Saya harus bagaimana ? Ibu Muslimah pejuang laskar pelangi tolong saya

posted under pendidikan | No Comments »

Ajaran Agama untuk Anak Tunagrahita (Islam).

December27

Mengajarkan sesuatu kepada anak berkenutuhan khusus bukanlah hal yang mudah. Numun,dengan segala upaya dan usaha segalanya sangat mungkin untuk dilakukan. Salah satunya mengenai ajaran agama. Peranan paling penting adalah pada keluarga. Jangan pernah nerpikiran bahwa anak tunagrahita tidak dapat mengerti tentang ajaran agama. Mengajarkan agama pada anak tunagrahita dapat dilakukan dal beberapa tahap.

1. Memberikan pengertian dasar tentang adanta Tuhan.
Berilah pengertian bahwa dal hidup ada yang Maha kuasa. Tuhan lah yang memberikan segalanya. Katakan padanya bahwa kita sebagai manusia harus mengikuti segala perintahnya. Karena itu kita harus sholat, mengaji, puasa, dan sebagainya.
2. Kenalkanlah si anak pada segala hal yang berhubungan dengan agama dan ibadah. Seperti bentuk Al Quran, mukena, masjid, dan lain-lain. Jangan lupa memberitahukan fungsi dan manfaat dari hal-hal tersebut. Baik melalui teori dan praktiknya.
3. Selalu libatkan si anak dalam segala kegiatan keagamaan. Seperti pengajian, sholat jamaah, dan sebagainya.

Langkah dasar seperti ini dapat dijasikan sebuah adaptasi yang baik untuk si anak mengenali agamanya beserta kegiatan di dalamnya. Semoga bermanfaat, untuk agama lain tinggal menuesuaikan saja.

posted under pendidikan | 1 Comment »

Pekerjaan untuk Tunagrahita

August20

Setahun lalu saya kenal beberapa anak penderita tunagrahita. Masing-masing dari merek memiliki karakter yang berbeda.  Banyak  cerita lucu dan haru yang saya dapat dari mereka. Kali ini saya akan bercerita tentang Dapris si penjual susu murni.

Skripsi yang saya ambil adalah tetang pembelajaran bahasa Indonesia untuk anak tunagrahita. Secara otomatis saya harus megajarkan  bahasa Indonesia pada mereka. Lokasi yang saya pilih tidak jauh dari tempat tinmggal saya. Tepatnya di SMALB-C Pertiwi Kranggan, Mojokerto. setiap kamis pagi saya datang ke sekolah. Dapris satu-satunnya murid yang selalu datang paling awal. Senyumnya selalu menyambut kedatangan saya di kelas itu. Ada Meyda yang gemar makan ayam goreng, Satria yang suka baca puisi, dan Ari yang sering terlambat masuk kelas.

Mereka semua penyandang  tunagrahita sedang. Suatu ketika saya berkesempatan ngobrol dengan Dapris.

Lala       : ” Dapris,..selamat pagi”.

Dapris  : ” Selamat pagi Bu,..(sembari tersenyum)”

Lala       : “Kamu kok pagi-pagi sudah datang ya ?”

Dapris  : “Iya Bu,..saya jual susu dulu”.

Lala      : “Ooo ya,..wah Kamu hebat ya, susu apa ?”

Dapris  : “Susu sapi Bu,..seribuan”.

Lala      : “wah,..yang beli pasti banyak ya ?”

Dapris  : “Iya Bu,…kadang pak guru juga beli Bu,…tapi 1 dibayar 2000″.

Lala      : “Looo kenapa ? ”

Dapris  : “Seribu yang satu buat hadiah saya bu (meringis dn malu-malu)”.

Dapris memberikan pelajaran baru kepada saya, bahwa anak penyandang tungrahita juga bisa bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka. Salah jika kita yang normal tidak mencoba memebrikan kepercayaan kepada mereka.

Contohnya Dapris, susu sapi murni yang dijualnya memberikan penghasilan lebih. Tak jarang banyak yang salut kepadanya dan memberikan harga lebih untuk sekantong susu. Mungkin semua itu ialah penghargaan untuk sikap Sikap Dapris yang tidak berpangku tangan walaupun dalam keadaan kurang (luar biasa).

Simpulannya, anak tunagrahita tetap bisa bekerja. Selama pekerjaan itu ringan dan sesuai dengan kemampuan mereka. Jika mampu berhitung dan mengerti nominal ada baiknya kita percayakan mereka sebagai penjual. Tugas lain misalnya membungkus permen, krupuk, atau kue. Insyaallah dengan kepercayaan semua penyandang tunagrahita mendapat pekerjaan yang layak.Amin :D

posted under pendidikan | 5 Comments »

Tunagrahita Sedang

August11

Berdasarkan taraf intelegensinya, tunagrahita digolongkan dalam tungrahita ringan, tunagrahita sedang, dan tunagrahita berat. Pembahasan kali ini mengenai tunagrahita sedang.

Istilah lain untuk anak tunagrahita sedang ialah imbesil. Kisaran IQ antara 51-36 pada Skala Binet dan 54-40 menurut Skala Weschler (WISC).

Mengurus diri sendiri, melindungi diri sendiri dari bahaya seperti menghindari kebakaran, berjalan di jalan raya, berlindung dari hujan, dan lain-lain. Merupakan kemampuan yang dimiliki anak tunagrahita sedang.

Namun, dalam kehidupan sehari-hari masih membutuhkan perawatan yang terus menerus. Hal ini dilakukan supaya mereka dapat bekerja di tempat kerja terlindung.

Anak tunagrahita sedang sangat sulit bahkan tidak dapat belajar secara akademik seperti menulis, membaca, serta berhitung. Namun, mereka dapat menulis hal-hal yang paling sederhana yakni nama mereka. Selain itu, tindakan sosial yang dapat mereka tunjukkan ialah memberitahu dimana rumah mereka.

Dengan kata lain, anak tunagrahita sedang lebih ditekankan pada kemampuan yang berasal dari dirinya sendiri. Yakni, berupa latihan tentang keterampilan yang berhubungan dengan aktivitas sehari-hari.

Tidak menekankan pada pendidikan akademik, tetapi pada pendidikan sosial seperti mengurus diri sendiri, mandi, berpakaian, makan, minum, hingga mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang sederhana (menyapu).

Somantri, Sutjihati. 2006. Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: PT. Rafika Aditama.

posted under pendidikan | 3 Comments »

Kisah Cinta Anak Tunagrahita

July15

Rasanya lama tidak mengisi blog ini dengan sesuatu yang saya senangi. Mengurus anak menjadi salah satu alasan saya sedikit sibuk. Kesibukan yang menyenangkan hehehe.

Kebiasaan Qays anak saya, makan sore sembari jalan-jalan. Paling jauh sampai tetangga penjual bakso. Sore itu dengan rutinitas yang sama, Ita (penyandang tunagrahita ringan) menghampiri saya dengan perasaan riang. Sembari berkata, “Mbak Lala anaknya sudah besar ya,…”. Saya pun menjawab dengan tersenyum, “Iya,..kmu ndak pernah maen sih ke rumah ku”. Ita hanya meringis dan bersembunyi dibalik punggung saya, “Ndak mau malu sama suaminya,…”.

Ternyata itu alasan Ita jarang main ke rumah. Ita bercerita banyak hal. Mulai dari sekolah, teman-temannya, kesibukan dia di rumah, kenakalan adiknya, sampai seseorang yang Ia kagumi (baca pacar) hihihihi. Wajah yang memerah itu merespon semua pertanyaan saya. “Yeeeee Mbak Ita dah punya pacar ya,…”. Bersembunyi lagi dibalik punggung saya, “Jangan bilang mama lho,..aku malu”. “Siapa namanya ?” tanyaku. “Namanya Mas Ari,..anak kelas III SMA, satu sekolah sama aku”.

Ketika saya tanya Ari itu ganteng atau tidak. Lagi-lagi Ita bersembunyi dibalik punggung saya dan mencubit lengan saya. Berbisik di telinga saya dengan malu-malu “ganteng” hehehehe.

Sore itu saya mendapatkan sisi baru dari seorang anak penyandang tunagrahita. Selain keseharian yang unik dan luar biasa, mereka juga merasakan jatuh cinta yang berhasil membuat mereka malu, senang, dan mabuk kepayang. Ari yang diceritakan oleh Ita adalah kakak kelasnya di SMALB-C Mojokerto. Sama seperti Ita, Ari juga penyandang tunagrahita ringan dengan cacat ganda tunarungu.

Kalimat terakhir dari Ita yang membuat saya tertawa, “Aku jengkel Mbak Lala sama Mas Ari,..kadang-kadang tapinya,..kalo diajak ngomong ga denger terus,..jadinya aku teriak-teriak”.

Siapa pun berhak atas cinta,..


posted under pendidikan | 7 Comments »

Psikologi Anak Tunagrahita Berat (Idiot)

May9
Berenang di Parangtritis, Bahaya !
Image by Yan Arief via Flickr

Pada dasarnya tidak semua anak tunagrahita itu idiot. Klasifikasi anak tunagrahita terbagi menjadi tiga. Kelas yang paling berat inilah yang disebut idiot. Kelompok tunagrahita berat ini masih dikelompokkan dalam tunagrahita berat dan sangat berat. Bergantunpada skala intelegensi masing-masing.

Perawatan total menjadi kebutuhan utama untuk anak idiot. Seperti peraawatan diri. makan, mandi, bahkan dari ancaman bahaya. Hal ini berlaku seumur hidup. Mengenai psikologhi anak idiot, pada dasarnya mereka ikut melemah. Mereka tidak dapat menunjukkan dorongan emosi terhadap lingkungan sekitar. Hal inilah yang menyebabkan anak idiot tidak dapat menunjukkan rasa lapar atau haus serta dorongan untuk menghindari bahaya.

Perasaan senang, sedih, dan marah hampir tidak dapat diungkapkan dengan tanda-tanda yang spesifik. Mungkin, hanya orang-orang yang selalu menemani kesehariannya saja yang mampu mendeskripsikan emosi dan mengerti perlembangan psikologi si anak.

posted under pendidikan | 4 Comments »

Obat untuk Tunagrahita

May8

Apakah ada obat khusus untuk anak tunagrahita (lemah mental)? Read the rest of this entry »

posted under pendidikan | 6 Comments »

Hymne Guru

May6

Terpujilah wahai Engkau Ibu Bapak Guru

Nama mu akan selalu hidup dalam sanubariku

Semua baktim mu akan ku ukir di dalam hati ku

Sebagai prasasti terima kasihku tuk pengabdian mu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan

Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan

Engkau patriot pahlawan bangsa

Tanpa tanda jasa…… (F)

lala mulis ini bukan sekedar iseng belaka,…tapi banyak adek-adek pelajar yang minta,..hehehe untung masih hafal,..semoga bermanfaat dan gada kekeliruan :-)

posted under pendidikan | 14 Comments »
« Older Entries

Tanyakan.com

Komentar Terakhir:

  • lala: @yuyul setau saya jenjangnya dimulai dari SD sampai SMA banyak hal yang mereka lakukan< bergantung dari...
  • lala: ok silahkan
  • Bayu: bagus banget aq copy neh opininya
  • yuyul: Bu Lala, apa ada lagi yang dikerjakan murid tunagrahita lainnya di SLB itu? sampai tingkat apa jenjang...
  • lala: waalaikumsalam, sebelum mengadakan ekskul sebaiknya dideteksi dulu bakat apa yang terlihat, misalnya bakat...