Hari Ayah,…Bagaimana Rasanya ya ???

images (2)Ooohhh hari ini di peringati sebagai hari ayah nasional rupaya. Kalau tidak ada facebook mungkin saya tidak tahu.

Ah,..apa spesial nya buat saya. Mungkin kalau hari ini hari ibu saya akan banyak menulis tentang mama.

Menyesal ? tidak juga.

Ayah ya ???

eemmm berapa kali ya saya memanggil beliau dan menoleh ??? belum pernah sepertinya.

Ayah ya ???

sebetulnya saya memanggil beliau dengan sebutan apa ya ??? Ayah ? Bapak ? papa ? Abi ? atau Abah ? yang saya tau beliau ada dengan status yang diberikan masyarakat sebagai, “dia bapak mu”.

teman sebangku waktu SD, namanya Dani. sering bercerita tentang ayah nya yang luar biasa hebat. Ayah dan ibu nya bercerai. Tapi ayah nya selalu mengunjungi Dani setiap minggu. Dengan beragam cerita dan hadiah yang ia suka. Bukan salah saya kan kalau semua “Ayah” saya anggap sama ? sama hebatnya seperti ayahnya Dani.

Hanya tiga kali saya bertemu dengan beliau. Pertemuan pertama saya terlalu banyak berharap. Inginnya sih, dipeluk, digendong, dicium.  Ternyata hanya harapan saja. Beliau begitu dingin dan pasif.

Pertemuan kedua, saya sudah mengerti semua masalah yang terjadi. Saya dan alm. Mama disambut omelan istri beliau. Dan suara pecahan perabot rumah tangga. Oooh,..rupaya istri beliau tidak suka saya datang. Padahal saya tidak hendak meminta apapun. Saya hanya ingin beritahukan bahwa yang disebut anaknya ini sebentar lagi akan menikah.

Pertemuan ketiga. Beliau menjadi wali nikah. Lengkap dengan sikap nya yang masih dingin dan pasif. Saya hanya berharap kepada Allah. Semoga semua ini segera berakhir. Karena saya merasa sangat asing.

Selamat hari ayah,..mohon maaf jika tidak ada kata-kata manis untuk mu.

Maaf jika hanya kenangan-kenangan itu yang selalu kuingat sepanjang hidupku.

Maaf jika tidak ada pelukan, ciuman, atau kebanggaan dari ku terhadap mu.

Namun, keberadaan mu akan selalu ku hormati, akan selalu ku pahami.

Anak mu ini seperti perempuan yang patah hati dari cinta pertamanya. Kenapa kau ku sebut cinta pertama ? karena lelaki pertama yang di kenalkan oleh mama adalah dirimu. Mama terlalu baik membungkus kenangan tentang mu.

Tapi,..kau mematahkan hati ku dengan sikap dingin dan pasif mu itu.

Selamat hari Ayah,..semoga kenangan terindah tentang seorang ayah bisa tetap ada.

 

 

 

 

Ketika Lala Kecil Malas ke Sekolah. Ada Pelajaran Luar Biasa dari Mama.

Menjelang 100 hari Mama. Rasa kangen yang luar biasa tak terbendung. Masih belum percaya bahwa mama sudah tidak berada di alam dunia. Rasa yang tak terbendung ini membuat ingatan masa lalu mencuat dengan sendiri nya. Membuka album-album kenangan bersama mama. Mengingatkan lala pada masa kecil yang begitu indah nya. Mama adalah perempuan yang paling simpel pemikirannya, yang pernah lala  kenal.lebaran

Pagi itu, lala memang malas sekali ke sekolah. Ada perasaan, “Ah, di sekolah  hari ini ndak ada yang penting, gitu-gitu aja”. Bangun tidur pun tak seperti biasanya. Tanpa buru-buru dan tanpa rasa takut akan terlambat. “Mbak,…kamu ndak sekolah ta ? kok masih santai”. Tanya mama dari dapur. Ya,…mama selalu memanggil lala dengan sebutan “mbak”. Kata mama supaya adek-adek ndak “njambal atau ngoko”. Kalau memanggil lala.

Lala masih belum menyahut. Tapi matannya sudah terbuka, dan sadar. “mama marah ga ya kalo lala bilang ga mau sekolah hari ini”. Dalam pikirannya lala terus memikirkan hal itu. Karena lala lama tidak menyahut, mama mendekati lala. “Hei,…mbak sakit ?”. Sembari memengang kening lala. “Enggak sih ma,…lala malas ke sekolah hari ini ma, boleh kah kalau lala bolos ? janji hari ini aja kok ma?”.  Mama menghujani lala dengan banyak pertanyaa, “Mbak ada masalah sama teman ? atau sama guru ?”.  Lala tetap menjawab dengan jawaban yang sama, “enggak ma, lala males aja ke sekolah, bosan”.

Akhir nya mama yakin juga kalau lala memang sedang malas ke sekolah. “Mbak, ga boleh main-main ke luar ya, di rumah aja, bantuin mama beberes”. Tanpa protes lala melakukan apa yang di perintah kan mama. Sekitar jam 11 siang mama mengajak lala ke Pasar. “mbak,..mau ikut mama ke pasar ? tapi ndak boleh mengeluh ya, panas lo di pasar itu”. Tanpa ragu lala menjawab iya. Continue reading »

Ketika Minuman Tumpah, Piring Pecah Saat Family Time.. Laa Taghdob ^_^

12170767_10208263574096678_1616917096_n“Siang itu, di sebuah restoran siap saji. Masih di daerah Sidoarjo. Anak laki-laki sekitar usia 3,5 tahun. Sedari masuk memang sudah sangat senang dan tidak mau diam. Mungkin itu cara dia mengekpresikan segala rasa positif yang sedang ada dalam dirinya. Semua lengkap, ada Ayah dan Bundanya. Anak laki-laki itu cukup aktif. Bertanya tanpa henti, “Bun, ini apa ? Yah dapat mainan ndak”, dan banyak sekali pertanyaan lainnya yang sayang sekali hanya dapat respon, “SSSSttttt adek jangan berisik”. Maklum ayah dan bundanya sedang repot dengan HP masing-masing. Seketika itu si anak diam, dan beralih ke gerakan memegang semua benda yang ada di sekitarnya. Mulai dari tempat sedotan. Tempat saus, tempat cuci tangan, sampai kursi yang bentuknya hanya bulat saja. Dan lagi-lagi dapat respon, “Adek,…jangan,  nanti rusak, sini!”.

Hingga akhirnya, gerakan aktif si Adek tidak sengaja menumpahkan minuman dan menjatuhkan piring. Seketika itu cubitan kecil di lengan Adek mendarat dari Bunda nya yang marah, “ Bunda bilang apa tadi ? mangkannya adek diam !!! tumpah kan semuanya, bikin malu aja !!!”. Continue reading »