Guru Ku Tukang Bully..! 

June5

Bismillah,…kira nya semua pengalaman adalah guru terbaik untuk kita semua. 

Sore itu, ketika kami begitu bosan di rumah, dan anak-anak sedang asik sendiri dengan kegiatan nya. Kami meminta ijin untuk pergi berdua saja. Alhamdulillah mereka paham dan mau ditinggal. Kemana..? walah hanya kesana kemari tanpa turun mobil. Sembari bawa krupuk dan es teh dari rumah hehehe. 

Sengaja kami memilih jalanan yang isinya hanya persawahan. Bukan jalan utama. Lebih adem lah ya. Banyak hijau hijauan hehe. Sembari jalan, tetiba suami membuka pembicaraan tentang masa masa SMP nya..SMA nya.Sampai saat kuliah. 

Kalau boleh diberi tema, saat itu temanya “bullying”. 

“Ditiap tempat pasti ada tukang bully ya Bun, pernah ndak di bully..? kabar mereka yang doyan nge-bully gimana ya..? Kalimat tanya itu menjadi pembuka. 

“Ya pernah atuh Yah,  dibully sih bukan jadi tukang bully. Cuma sebab dibully nya yang ndak banget…perkara cemburu, soalnya pacar nya naksir bunda hahahaha.” 

Obrolan semakin serius ketika yang dibahas adalah pengalaman dipermalukan di depan kelas. Dan, pelaku nya adalah guru kita. Tadinya begitu hormat, begitu mengidolakan guru tersebut. Tetapi ketika dipermalukan rasanya pataah hati sepatah patahnya. 

Itu lah, yang menjadi alasan saya pengen banget jadi guru yang terlope-lope. Susah sih, tapi dengan segala usaha InsyaAllah bisa. Ternyata, mempermalukan murid di muka kelas adalah hal yang tak bisa dilupakan. Bahkan ketika murid itu sudah memiliki gelar dan jabatan yang sama. Sama-sama menjadi guru. 

Hai, kawan kawan yang berprofesi guru. Pernah seperti ini kah..? 

1. Ketika Presensi (mengecek kehadiran siswa) terlebih ketika awal masuk ajaran baru. Kita memanggil nama murid kita satu persatu. Dengan gaya yang sok tau, mencoba mengartikan nama murid kita kata per kata dengan menyematkan arti yang konyol. Bahkan bukan arti nama dia sebenarnya. Demi apa..? Demi seisi kelas tertawa terbahak-bahak. Dan mendapatkan predikat Guru lucu. Padahal, dimata murid kita. Khusus nya yang punya nama. Sikap dan perbuatan kita itu sangat menyebalkan. Bahkan memberi kesan pertama yang super buruk. 

2. Membandingkan kecerdasan murid satu dengan yang lainnya. “Duuh, masak giru aja kamu ga bisa, tuh lihat teman sebangku kamu. Nilai ga pernah jelek. Mbok belajar yang bener, biar kayak teman mu. Ndak malu ta..?. Uluuuuuuuh, Bapak..Ibu..orang tua kami kan emang beda. Kecerdasan berbeda jelas wajarlah. Emang kalau satu kelas kecerdasan, kepintaran dan keahlian harus sama ya..? 

3. Menghina secara fisik hingga memiliki julukan yang memalukan. Ingat kan dalam satu kelas teman kita beragam secara fisik. Ada yang tinggi, kurus, gemuk, berkulit putih, sawo matang dan lain-lain. Jika memang sudah jelas berbeda satu sama lain, mengapa Bapak atau ibu masih menaggil kami dengan julukan tambahan. Misal, menyebut namanya tetapi ditambahin ceking, karena postur tubuh yang tinggi dan kurus. Atau ditambah kata Kriwul gegara rambutnya yang ikal. Padahal mereka yang di panggil dengan nama tambahan yang tidak penting memiliki nama yang cukup baik. Dan tentunya mengandung doa dan harapan bagi orang tua mereka. 

4. Menghukum secara verbal dan fisik di depan teman-teman satu kelas nya. Gegara tidak bisa mengerjakan soal atau beberaoa tes. Dengan leluasa dan tanpa berdosa mengatakan, ” Otak kok ga ada encer-encernya, masak soal seperti ini aja kamu ndak becus.” Bicara seperti itu sembari mendorong kepala dengan telunjuk atau bulpoin. Duh duh duh sediiiiiih. Ditambah lagi ada yang pernah menjewer bahkan menampar muridnya di muka kelas. Hanya karena kesalahan yang sebetulnya masih bisa di komunikasikan dan di cari tahu kebenarannya. Demi Allah, itu luka bukan hanya di tempat yang dipukul atau digampar. Tapi di dalam hati. 

5. Membandingkan seisi kelas dengan kelas yang disemati kata “Unggulan”. Adanya spesifikasi tentu ada tujuannya. Salah satunya supaya metode dan media ajar bisa di sesuaikan dengan kemampuan seisi kelas. JIka memang anak akselerasi yang isi nya anak-anak yang bisa belajar dengan mandiri. Tentunya akan sangat berbeda dengan kondisi kelas yang butuh pembelajaran dengan cara yang unik. So, sudahi ya membandingkan kelas A tidak sepeti kelas B,C,D dan seterusnya. 

6. Mengumbar aib atas nama curhat di ruang guru. Ada yang pernah mendapat tugas masuk ke ruang guru untuk mengambil tas, atau buku guru kita yang tertinggal..? daaaan tetiba kita mendengarkan ada nama teman sekelas atau teman beda kelas kita yang aibnya sedang diumbar oleh seorang guru ke guru yang lain..? Parahnya, semua yang mendengarkan “curhatan” guru tersebut menertawakan bahkan mengumbar aib yang lainnya. Heeeeemmmm apalah daya seorang murid. 

Bukan bermaksud mengorek luka lama. Kiranya hal semacam ini bisa menjadi pelajaran. Bahwa murid kita yang beragam itu memiliki hati dan memori. Jika memang harus menghukum dan menasehati. Lakukan dengan personal tanpa harus menyakiti, meremehkan, hingga mempermalukan.  

Jangan sampai, selama beberapa tahun sekolah. Yang dikenang oleh murid kita adalah “Guru Ku Tukang Bully..!” 

posted under Pendidikan | No Comments »

Jangan Remehin Kaos Kaki..!

June4

Siapa sih yang ndak suka liburan. Banyak pilihan tempat asik yang bisa menjadi wacana untuk di kunjungi. Contohnya pantai. Liburan ke pantai memang asik. Main pasir, main ombak, foto bareng keluarga atau teman. Stres pun hilang. Posting di akun sosial media masing-masing tentu tak ketinggalan. 

Tapiiiiii….banyak yang melupakan penampakan kaki yang terkadang terekspos oleh kamera. Padahal nih, kaki seorang muslimah termasuk aurat. Itu kenapa harus ditutup dengan kaos kaki.

 “Tapi kan ribet, masak main air, kena pasir pantai harus pakai kaos kaki. Ndak nyaman lah.” Heeemmm banyak alasan memang, tapi semua itu demi kebaikan akhirat kita ya Cantik. 

Sesuatu yang kadang menurut kita nggak banget, ternyata sudah Allah atur untuk kebaikan kita. Pastinya, kalau mau basah-basahan di pantai baju ganti ndak akan terlewat kan ya. Nah, ndak susah juga kan bawa sepasang kaos kaki bersih untuk ganti juga hehehe. 

Ada keasikan lain yang sering melupakan kita tetap menggunakan kaos kaki. Masih ada hubungannya dengan air lo. Naaaaaaah…bener banget. Bereeeenang 😀 

Siapa yang suka banget berenang..? sudah pakai kaos kaki kah kalau mau nyemplung dengan gaya bebas yang tak tertandingi hehehe. “Haduuh, apa ndak licin kak ? di dalam kolam pakai kaos kaki gitu..? ntar ga jadi bergaya bebas malah terjun bebas lagi gegara kepleset..?” 

Hehehehe santai, InsyaAllah ndak akan terjadi kok. Udah saya buktikan, kita bisa pakai kaos kaki yang ada anti selip nya itu lo. Yang dibagian bawahnya kayak ada titik titik nya itu lo. Itu aman kok, ndak bikin terpeleset. Kan sayang tuh, sudah pakai baju renang yang khusus muslimah, tapi kakinya diabiarin terbuka. 

Saran tambahan nih, kadang baju renang di bagian lengan kan agak longgar. Kadang pas bergerak ndak sengaja tersingkap. Tak jarang tangan kita kelihatan. Nah, solusinya bisa tetap pakai handsock. InsyaAllah aman. 

Mulai sekarang, tambahkan kaos kaki sebagai barang kebutuhan wajib yang harus kita gunakan dalam kegiatan sehari-hari. Tertutama di luar rumah ya. Ndak papa ribet-ribet dikit, gerah-gerah dikit. Asalkan Allah ridho :* 

Mau mantai, mau berenang, mau naik gunung, mau ngemall, mau apa aja. Kalau kaki kita ada potensi terbuka dan bikin Allah murka. Segera di tutup ya cantik. Semangaaaat :*

posted under Umum | No Comments »

 Mbak, kordennya Lho..! 

June4

 

Astagfirullah, kadang kasian sama orang-orang yang mengolok-olok muslimah yang memakai baju dan kerudung syar’i. Pengalaman semacam ini pernah saya alami ketika baru belajar menggunakan hijab syar’i. Sakit hati..? iya atuh, da manusiawi. Marah, pengen ngelempar itu orang pakai sendal atau batu. Tapi ternyata, mereka yang berperilaku semacam itu kasihan. Bagaimana tidak, realitanya, membedakan antara korden dan kerudung saja mereka belum bisa. 

Adek ke dua saya sempat curhat perihal dia dikatain semacam ini. Bahkan yang lebih nyesek tuh dikatain,  “Awas kerudung nya kena tai ayam lo kalau panjang gitu.” Huaaaaa segitunya sih. Jelas Tante nya anak-anak super baper. 

Ini mah yang kita pengen ya Mak. Setidaknya, kalau belum bisa melakukan dan mendukung, jangan mengejek. Tapi ya sudahlah, kesadaran dan hidayah orang di tangan Allah dan pribadi masing-masing. Maklumi dan doakan saja. Masa depan tidak ada yang tau to. Hehehehe. 

Andai lelaki yang mengolok-olok tadi paham, tentu saja tidak akan berkata demikian. Justru sebaliknya, ia akan sangat bersyukur, karena banyak muslimah yang membantunya menjaga pandangan matanya. Terlebih jika yang seperti itu ialah anggota keluarganya. 

Ia akan terhindar dari tuntutan di akhirat kelak tentang kewajibannya menjaga dan medidik “Perempuannya” tentang aurat. Karena sesungguhnya, terjaganya aurat seorang perempuan ialah tanggungjawab ayahnya, saudara laki-lakinya, suaminya, dan anak laki-lakinya kelak. 

Teruntuk kalian yang mengalami hal serupa, terutama adekku sayang,  tetap semangat ya, maafkan. Meski rasanya tidak adil.Sayang waktu dan usaha kita selama ini untuk berunah menjadi lebih baik. Jika harus meladeni hal semacam itu. Semoga Allah selalu memudahkan dan meridhoi setiap langkah kalian. Aamiin. 

posted under Umum | No Comments »

Pelan Asal progres..! 

June3

 

Ada beragam alasan ketika kita ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Ini jelas terjadi, karena saya pun merasakannya. Banyak yang akan berubah. Ada yang bisa bertahan pun menyerah dan memilih kembali kepada kebiasaan awal. 

“kalau aku berhijab, aku ga akan bisa tertawa terbahak-bahak lagi”. 

“Kalau aku berhijab, jelas ga bisa dong main sama teman-teman cowok lagi.” 

“kalau aku berhijab, ga akan bisa lagi dong pakai baju yang kekinian.” 

 

Dan  masih banyak lagi pemikiran negatif setelah kata kalau. karena apa..? karena kita takut kehilangan. kehilangan teman yang dianggap asik. kehilangan kebiasaan yang dianggap kekinian. 

Faktanya, semua itu bisa dikompromi oleh diri kita sendiri. Tanpa kita sadari, pribadi ini dengan sendirinya akan beradaptasi. Coba pakai Motto “biar sedikit asal progres”. 

Jika awalnya tidak pakai kerudung sama sekali. Keluar rumah tanpa menutup aurat. Hanya menggunakan pakaian yang ala kadarnya. Cobalah memperbaiki penampilan dengan tidak lagi menggunakan baju-baju mini ketika keluar rumah. 

Setelah progres itu terlampaui. Berusaha istiqomah menutup aurat ketika keluar rumah dan di depan yang bukan mahram. “Tapi aku ndak bisa pakai rok, apalagi gamis gamis gitu kak..!” Ah yang bilang ndak bisa kan mulut nya, badan kita belum tentu. Semangat, sugesti diri kita dan pikiran kita untuk selalu mencoba hal baru yang membawa kebaikan untuk diri kita. 

Semua hal yang di perintahkan oleh Allah tentu nya baik untuk dunia dan akhirat kita. terkadang kitanya yang banyak nawar dan banyak alasan untuk tidak patuh. Astagfirullah, semoga Allah mengampuni kekeraskepalaan ini. 

“Terus, aku kan aku adanya celana-celana gitu kak, masak di buang semua..? beli baru juga butuh banyak uang.” Tidak harus dibuang, baju-baju sebelumnya masih bisa dipakai. syaratnya ya itu tadi di dalam rumah dan di depan mahram kita saja. Tak apa, sesuaikan kemampuan membeli baju yang syari. Walau hanya satu paket saja. InsyaAllah niat baik dan taat akan dibukakan solusinya oleh Allah. 

Pelan, asal ada progres. Lebih membahagiakan. Semangat 🙂 

posted under Umum | No Comments »

Masa Lalu, Biarkan Saja..! 

May30

Atas nama “terbuka pada pasangan” kiranya hentikan menceritakan masa lalu. Sekelam apapun, bahkan seindah apapun. Sudah biarkan saja. Tidak ada untungnya menceritakan masalalu (Baca : Mantan) kepada pasangan masa depan kita. 

Beruntung jika dapat pasangan yang rasional dan bisa menerima masa lalu kita dengan legowo. Lah kalau kebalikan..? sudah, biarkan saja. 

Sungguh, menceritakan masa lalu itu menyakitinya. Apalagi sampai tau wajah dan perangainya. 

posted under Umum | No Comments »

Tentang Patah Hati..!

May29

Perasaan penuh kecewa, penuh putus asa, dan tak ingin lagi mengulang hal yang sama sering aku sebut patah hati.

Patah hati tak melulu terjadi pada pasangan yang sedang kasmaran kemudian berpiusah. Entah baik-baik atau pergi begitu saja.

Tentang patah hati anak gadis kepada bapak nya. Seorang anak harus nya menjadi buah hati. Tentunya hadir dari perasaan di dalam hati. Anak gadis ini sudah tumbuh menjadi perempuan dewasa. Dengan patah hati yang mungkin termaafkan. Namun tak bisa diutuhkan.

posted under Umum | No Comments »

Puding Ceria Ala  Mak e Safinah 

February22

Bahan : 

Buah buahan favorit (mangga, pepaya, semangka, anggur, kiwi, melon, pokonya apa aja) 

2 Agar-agar atau bubuk jelly tanpa warna 

2 Yoghurt rasa Mangga atau rasa apa aja. 

2 Buavita Mangga atau rasa apa aja. Yang penting harus sama dengan rasa yoghurt nya. 

1 sendok makan Susu bubuk atau Krimer bubuk 

500ml Air 

Caranya simpel banget Maak : 

Read the rest of this entry »

posted under Umum | No Comments »

Potato Wedges Ala Emak e Safin 

February16

 

Bismillah..! 

Assalamualaikum Emak tersayang..! Tadi siapa yang tanya resep nya..! Sok Mangga di copy we gratiis..! 💕

Potato Wedges Ala Emak e Safin 

Read the rest of this entry »

posted under Umum | No Comments »

Memutuskan Menikah Muda #Hijrah Part 4

June23

Bismillah, kenangan tentang Bu Risa membuat saya semangat nulis lagi. Walau, nulis di blog pakai hp itu sesuatu banget 😁.

Susah sih, tapi bisa..!  😎

Read the rest of this entry »

posted under Umum | No Comments »

Dear Buchin, I LOVE YOU..!

May29

 

Bismillah..!

Mendengar lafadznya, seketika aku tersenyum. Dekatkan ia, pintaku. Sempat terputus, hingga Allah ridhoi, dengan istiqarah untuk sebuah kata “haalan”. Dear Buchin, I Love You 😘

posted under Umum | No Comments »
« Older Entries