Susu gratis biar ga telat,…

Saya pernah membaca tulisan seorang teman bernama Dian Komala, tentang bagaimana mengatasi siswa yang suka datang terlambat ke sekolah, sebuah trik yang unik. Dalam tulisannya Dian menjelaskan supaya siswa tidak datang terlambat ke sekolah, ada baiknya jika disediakan segelas susu untuk sarapan pagi di masing-masing meja siswa. Secara otomatis siswa yang terlambat tidak mendapatkan bagian. Cukup unik memang,…apalagi kalau segelas susu itu disediakan dengan roti bakar isi coklat ^_^ pasti lebih seru…..gratis pula…
Namun, dalam mengatasi keterlambatan siswa. Pihak sekolah mempunyai cara yang berbeda, tentunya tetap dikemas dalam sebuah hukuman dengan tujuan meningkatkan kedisiplinan siswa, terutama dalam hal disiplin waktu. SMA Islam Brawijaya Mojokerto, mempunyai kebiasaan menghukum siswa yang terlambat dengan cara jalan di tempat sebanyak seratus kali (hukuman yang sehat bukan?…) ini juga pengalaman saya hehe…nah kalau terlambatnya sudah tiga kali…Emak atau Bapak siswa yang dipanggil…biasalah diwawancara sama guru kesiswaan.

Contoh lain, ketika saya melaksanakan praktik lapangan di MAN 2 Madiun, hukuman untuk siswa yang terlambat lebih seru lagi. Setiap siswa yang terlambat harus menyalin sepuluh surat pendek dari Al-Quran ke dalam buku hukuman siswa. Kemudian, setelah selesai harus diserahkan kepada guru piket, yang nantinya ditandatangani sebagai izin masuk kelas. Keren kan, selain dihukum gara-gara telat, siswa juga dapat pelajaran tambahan baca tulis Al-Quran (itung-itung ngaji dulu…). Contoh tersebut hanya sebagian kecil saja, tentunya masih banyak lagi upaya untuk mengatasi masalah keterlambatan siswa.

kalau siswanya yang telat hukumannya buaaaaaaaanyaaaaaaaaaak banget. Kalau gurunya yang telat gimana ya?

16 Comments

  1. kalo gurunya yang telat, mungkn sesekali perlu dikasih “hukuman”….misalnya nraktir bakso kepala sekolahnya atau murid yang paling bandel di kelas…gimana, setuju gak??? hehehe…

  2. jikalau murid tersebut sudah tidak lagi bersemangat untuk pergi ke sekolah karena pergaulan yang kurang baik di dalam kelas,,,sehingga membuatnya berontak dan bernai melwan kepada guru-guru pengajar,,,nah ini permasalahan yang cukup sulit bukan,,,jd nya bagaimana supaya murid ini mau krmbali belajar tanpa harus melalui kekerasan

  3. @Medina
    KAlau masalahnya seperti itu,…yang harus diketahui adalah akar masalahnya seperti apa. Pergaulan yang kurang baik yang model apa?

    Apakah si anak yang tidak bersemangat itu menjadi “bulan-bulanan teman satu kelas” atau bagaimana?

    jika itu masalahnya,…yang harus mendapatkan perhatian dan “pengobatan” bukan hanya yang tidak semangat lagi sekolah. Teman-temannya pun harus “diobati”. Mungkin, sikap brontak dan melawan dari si anak adalah salah satu bentuk cari perhatian,…

  4. saya pikir kalo guru telat seharusnya meminta maaf kepada siswa agar siswa merasa tidak ada perbedaan dan akan menumbuhkan rasa simpati dan penghargaan siswa kepada guru

  5. peeeeenyebab siswa terlambat ialah .. .

    1. adanya rasa bosan dalam belajar.
    2. adanya pikiran yang tidak enak.

  6. saya setuju dalam hal ini …

    karena adanya hal ini saya sadar saya sering terlambat, saya terkadang malu sama teman@. tapi bagaiman lagi .. . saya terlambat karena saya tiap malam pergi dari rumah, karena tidak ingin mendengarkan ortu berantam. maka dar itu saya sering terlambat .

  7. Smoga mnjdi pljarn bgi kita bhwa kslahan tdak harus diganjar dgan kkerasn…

    bgi gru marilah kta mnjadi tauladan yg baik bwt ank didik kta
    keep istiqomah dan slsalu intropeksi dri agr hari ini lbh baik dri hri kmarin dan hari esok lbih baik dri hri ini

    amiiiiiiiiiinnn…..

  8. Waktu SMA dulu, aku pernah terlambat….hukumannya menunggu 15 menit di pintu gerbang sekolah sebelum mendapat ijin masuk. Hal yg sama juga berlaku utk Bp/Ibu guru yg terlambat….jadi sama2 di depan pintu gerbang… Kalau sekarang, siswa terlambat hukumannya ya istighfar sebanyak2nya…itu lebih baik daripada dg hukuman fisik. tapi bila keseringan terlambat ya panggil ortunya….komunikasikan apa penyebabnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *