Menghadirkan Scrum dalam Kehidupan Rumah Tangga..! #part1

Bismillah..!

Semoga Allah memberikan banyak rejeki dan keberkahan kepada kita semua. Aamiin.

 

Assalamualiakum Maaak..! Apa kabar..? jangan lupa tersenyum dan bahagia ya. Sebanyak apapun pekerjaan rumah yuk wolesin aja. Dikerjain sambil ngemil, gendut yo ben ๐Ÿ˜€

Baca judul diatas ndak ngerasa berat..? saya yang nulis aja ngerasa gitu. Santai aja, judulnya biarin seperti itu. Isinya tetep dibikin santai dan asik ๐Ÿ˜€

Mak..pernah ndak merasakan beberapa hal ini :

  • Tidak ada yang paham akan diri kita selain kita sendiri..?
  • Merasa paling banyak berkorban waktu dan tenaga, tapi tak ada satu pun yang mengucapkan terimakasih..?
  • Merasa tidak memiliki pendengar yang baik, padahal yang dibutuhkan hanya sekedar didengarkan saja..!
  • Kenapa sih harus akuuuuuuuu terus yang ngajak bicara, akuuuuu terus yang ngasih tau seharusnya seperti apa..?
  • Dan paling mentok nih, merasa rumput tetangga paling hijau..!

Santai maak, kamu ndak sendirian. saya juga pernah seperti itu. Rasanya geregetaaaaaaan banget. Dan efeknya kehilangan kecantikan sebanyak 10 % ๐Ÿ˜€ dan selalu yang terlihat salah adalah pasangan kita. Pak suami ๐Ÿ˜€

*salim, “maafkan aku yang dulu ya ciiin”. ๐Ÿ˜€ย 

 

Ndak mau dong bad mood berkepanjangan sukses menghilangkan kecantikan kita. Ogah ah kalau saya mah. Terus caranya gimana..?

Banyak cara yang saya lakukan waktu itu. Mulai dari ngerem ini bibir biar ndak bawel. Tapi akhirnya remnya blong juga. Ngomel lagi..ngomel lagi..:D. Curhat ke orang yang terpercaya dan super spesial. Dan ternyata curhatan saya bikin orang lain ketularan “bad mood” saya. Maafkan, ndak curhat curhat lagi deh kalau ndak penting banget :D. Hingga menulis surat cinta kepada pasangan saya. ๐Ÿ˜€

Intinya adalah komunikasi yang efektif. Inget ya Mak,..komunikasi efektif. Ada yang bicara ada yang merespon. Kalau cuma bicara aja ndak di respon namanya Khutbah. Ogah kan kita nya mencurahkan segenap uneg-uneg dalam jiwa raga eeeeh yang dengerin ngoprek HP. Begitu sadar kita cemberut respon nya, ” Heh tadi bahas apa..?”

Tepok jidat deh..!

 

Suami saya seorang programmer. Yang kesehariannya lebih mesra dengan kode kode PHP bikinannya (*didramatisir :P). Jelas dong lebih fokusnya sama mikirin dan ngerjain kode. Mau protes ya ndak bisa lah Mak. Demi kemaslahatan bersamaย  saya harus maklum. :D.

Ketika suami fokus dengan pekerjaannya. Saya merasa ia tak pengertian. Tak jarang nggrundel sendiri, “Mbok ya dibantuin. Momong anak-anak kek pas saya masak. Atau sekedar nyuci piring. Buang sampah juga ndak papa”. Dan waktu itu saya memilih untuk diam saja. Merasakan ketidakadilan itu (Menurut saya ini mah hahaha) dalam waktu yang lama. Alhasil, suami saya ndak ada baik baiknya Maak, salaaaaah terus..!

*kiss kis, “Maafin aku ya mas”. Sampai akhirnya kami memutuskan untuk saling terbuka, jujur, dan apa adanya. meskipun akan menyakiti satu sama lain. Setelah itu kami pikirkan solusi yang terbaik. Kami mulai menghadirkan SCRUM dalam rumah tangga kami. Yang mengenal SCRUM terlebih duluadalah suami. Karena digunakan untuk menjalankan tim nya saat itu.

Coba, apa yang ada dipikiran begitu lihat gambar buku ini..? Apa itu scrum..? emang bisa isi buku itu bikin pasangan suami istri efektif berkomunikasi..?

Nyatanya, bisa pake banget Maaak..!

Saya nunjukin aja itu bukunya. Kalau mau beli sendiri monggo. Di Gramedia ada kok. ๐Ÿ˜€ . Mikir kan SCRUM itu apa..? Masih ngemil Maak..? tak bantu mikir ya..! Intinya SCRUM adalah kerangka kerja untuk memecahkan masalah kompleks. Termasuk masalah kita dengan pasangan kita. Yang jomblo gimana..? lanjutin aja bacanya, siapa tau bermanfaat.ย 

Ini lah tim yang saya ceritakan tadi Mak..! Mereka tim yang keren menurut saya ๐Ÿ˜€ coba fokus sama tempelan kertas di papan dan di pintu. itu semua list kerjaan mereka. yang terdiri dari tiga kolom. TODO, DOING, DAN DONE.

  1. KOLOM TODO. kolom ini berisi daftar pekerjaan apa saja yang akan dikerjakan. Pekerjaan mana yang harus di dahulukan, hingga yang paling ringan pun bisa dimasukan dalam kolom ini.
  2. KOLOM DOING. sedangkan kolom doing berisi pekerjaan yang sedang kita kerjakan saat ini. dengan kurun waktu yang harus jelas juga.
  3. KOLOM DONE. nah, kolom ini berisi pekerjaan apa saja yang sudah di kerjakan sampai benar-benar selesai.

kalau urusan rumah tangga contohnya seperti apa. yuk kita lihat..!

comtoh nya seperti gambar diatas ya maak. Apa aja yang jadi tugas masing-masing di tulis aja. Sebetulnya lebih enak di tempel di tembok atau papan. Dan diletakkan di tempat yang gampang terlihat. Supaya ketika akan menabahkan atau mengurangi tugas nya bisa dilakukan dengan cepat dan mudah. Selain itu pasangan kita tau, apa saja tugas yang mejadi tanggungjawab masing-masing. Dan sudah mengerjakan apa saja seharian ini.

Apakah hanya ditulis seperti itu Mak..? Tidak mak, ada sesi yang di sebut DAILY SCRUM. Menyampaikan secara lisan. Apa yang telah di kerjakan kemarin. Apa saja yang akan dikerjakan hari ini. Kendala apa saja yang sedang dihadapi. waktunya jangan terlalu panjang, maksimal 15 menit. sampaikan semua demi berunah lebih baik.

 

Kami duduk berhadapan, kadang lesehan kadang di kursi. Bi ssaiapa saja yang memulai daily scrum nya. Biasanya dibikin bergantian. Kalimat pembuka yang biasa kami sampaikan adalah

*Ketika saya yang memimpin

“Assalamualaikum.wr.wb. Alhamdulillah. Puji Syukur kepada Allah yang telah memberikan banyak rejeki pagi ini. Memberikan banyak kebahagiaan dan pelajaran pagi ini. sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW. Karena beliaulah sebaik-baik panutan dalam berumah tangga. Bersyukur karena masih menjadi istri dari seorang suami yang hebat dan sholih. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan, kepanjangan umur, riski yang halal, melimpah, dan berkah kepada Ayah. Aamiin. Ayah, bunda berterimaksih atas semua yang sudah ayah lakukan kemarin, hari ini, dan nanti. Bunda juga meminta maaf atas semua kesalahan baik yang disengaja atau tidak.”

 

Nah, setelah mengucapkan “Magic words” baru saya sampikan apa saja yang sudah saya lakukan. biasanya langsung saya berikan catatan nya. jika ada kendala, atau sesuatu yang tidak saya suka saya langsung bilang. “Sebelumnya bunda minta maaf, bunda ingin kalau ayah sedang bersama bunda. HP nya di kantongin dulu ya yah. Bunda tau pekerjaan ayah penting. tapi bunda inginย  kebersamaan kita lebih berkualitas”.

sampai masalah meletakkan handuk setelah mandi pun dibahas. pokoknya apa aja deh Mak. Yang Mak pengen dari si babe ungkapin. luapin. yang penting tetep sopan ya…!. dan sebaliknya, kudu siap lo ya kalau si babe ungkapin semua uneg-uneg nya. niat nya bukan saling mengkritik. tapi menyampaikan masalah dari akar-akar nya untuk mencari solusi bersama.

Akhiri daily scrum dengan saling peluk dan cium. sebagai bentuk rasa saling cinta, sayang dan respek satu sama lain.

Insyaallah tidak ada lagi tuh saling “egois”. merasa tidak dibantu. tidakm dimengerti bahkan merasa pasangan orang lain lebih baik dan lebih hebat dari pasangan kita. Tak perduli berapapun usia kita. komunikasi adalah yang penting untuk dijaga. jangan ditunda jika curahan hati mu sudah penuh sesak di dada mak. Jangan gengsi untuk memulainya. semangat ya Mak..! :*

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *