Umum

Memutuskan Menikah Muda #Hijrah Part 4

Bismillah, kenangan tentang Bu Risa membuat saya semangat nulis lagi. Walau, nulis di blog pakai hp itu sesuatu banget 😁.

Susah sih, tapi bisa..!  😎

Setalah meninggalkan dunia keartisan 🤭. Fokus di mata kuliah dan tugas akhir menjadi prioritas.  Sudah mencoba lempeng selempeng lempeng nya. Masiiiih aja banyak godaan.

Maaf nih Maak, bukan nya sok laku atau sok kecantikan ya 😁. Yang datang ke rumah untuk meminang tetiba aja banyak. Mulai dari tetangga lima langkah sampai anak nya teman mama. Dan, saat itu belum tertarik untuk menikah.

Cita cita boleh lah ya sebanyak lembaran buku harian. Tapi Allah tetap sutradara terbaik. “Mbaaak, mama harus bilang apa ? Mereka tanya terus. Setelah kuliah mau dilamar ndak ?”.  Tanya mama hampir setiap minggu ketika pulang ke rumah.

Oke oke, waktunya berpikir keras. Mau dibawa kemana hubungan kita..? 😂 iiih padahal mah waktu itu jomblo Maak..!. Minta waktu ke mama, kalau dalam setahun ini saya ndak ketemu tambatan hati yang klik. Mama boleh nikah in Lara sama siapapun yang mama anggap baik. Daaan mama sepakat.

 

Allah tuh bener bener sutradara terbaik. Qodarullah, di semester akhir kuliah, ketemu lagi sama sang Mantan 😂. Mantan yang dulu pernah mutusin saya tiga hari sebelum ujian nasional berlangsung. Bisa bayangin kan, sayur asem banget tuh orang..! 🤭🤣

Bukan karena cewek lain yang lebih cantik. Bukan karena cowok lain yang lebih ganteng. Atau karena ujian nasional kami putus. Tapi, karena saya nolak diajak nikah saat SMA. Nanti deh saya cerita 😁

Singkat kata, do’i pas ketemu ngajak nya sama lo Maak. Ngajak nikah…! 😂 Tanpa pikir panjang, “Oke, kalau serius akhir bulan ini, ke rumah, ngomong aja sama orang tua ku. Kalau kamu serius”. 🤭

Beneraaaan datang dan bilang lo Maaak..! Waduuh salah nantangin orang saya..! 🙈 Baiklah, tak mau sia sia in waktu. Lamaran di terima doong. Sebulan setelah lamaran nikah. Padahal kuliah belum kelar 😂

Kenapa nikah muda menjadi pilihan..? Dan menjadi bagian dari hijrah nya seorang lara. Karena,

1. Anak pertama, dengan banyak adek tuh kudu kasih contoh yang bener. Ndak cukup baik aja.

2. Dengan menerima pinangan pemuda yang berani nikah. Sedangkan pada bilang masih bau kencur. Sudah menyeleksi sekian banyak pemuda yang bilang cinta tapi ndak berani berkomitmen.

3. Dengan menerima pinangan pemuda yang berani menikah. Setidak nya tidak buang buang waktu untuk menanti yang tidak pasti. Dalam bentuk pacaran.

4. Dengan segera menikah bisa move on dari yang “kemarin” 🤭🤭🤭

 

Setelah menikah ini, banyak hal yang berubah. Mulai dari cara bicara, sampai berbusana. Tentunya dengan ridho suami 💕.

Alhamdulillah, berubah nya pelan tapi pasti. Terlebih cara berbusana. Next cerita lagi ya Maak 😘

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *