Lara Asih Mulya

Jauh jauh ya bad mood, biar bisa nulis terus..! :)
Browsing Pendidikan

Etika Berpakaian Seorang Guru

February7

Orang jawa menyebutkan bahwa Guru berasal dari kata “digugu lan ditiru”. Artinya bahwa seorang Guru harus bisa dipercaya dan ditiru setiap hal yang positif. baik dari segi keilmuan yang dikuasainya hingga sikap dan etikanya ketika di sekolah. Peraturan sekolah selalu memberikan aturan kepada semua siswanya mulai dari A sampai Z. Termasuk bagaimana bentuk seragam mereka. Rata-rata sekolah mengharuskan seragam siswa tidak neko-neko. Misalnya, celana siswa putra tidak boleh domodel seperti celana pensil, atasan tidak boleh dimodel jangkis, kaos kaki harus putih dan hitam saja, sepatu harus bertali, dan sebagainya. Begitu pula dengan anak perempuan, bawahan panjangnya harus mencapai lima centimeter dibawah lutut, atasan tidak boleh ketat, bagi yang berkerudung tidak diperbolehkan memakai kerudung instan, dan lain-lain.

BAnyaknya peraturan yang menjerat siswa bisa saja menimbulkan protes yang luar biasa, jika ada salah seorang Guru yang berbusana diluar etika. Misalnya, “Bu X pake rok mini,..ketat,..dibelah belakang lagi,…gitu aja dibiarin,…lipstiknya merah banget lagi,..belum lagi sepatunya tuh,..tinggi banget kek tangga,…huh coba kita yang pake rok pendek dikit pasti deh,..lari lapangan,…hormat bendera“. Pernah mendengar celotehan ini / atau bahkan kita yang pernah mengatakan hal yang sama semasa sekolah dulu ?

Segalanya jelas,..karena si murid merasa sekolah tidak adil,…jika mereka dijerat oleh banyak peraturan. Ada baiknya Dewan guru dan karyawan pun dikenakan peraturan yang sama mendidiknya. Intinya seorang guru haruslah berpakaian yang sopan jika ke sekolah. mengenakan pakaian yang sesuai ukuran tubuh (tidak terlalu ketat atau kedodoran) begitu pula dengan model bajunya. Menggunakan tata rias yang jauh lebih natural (Ndak norak,..yang penting kelihatan bersih). Sepatu yang digunakan pun jangan yang berlebihan, hindari hak terlalu tinggi dn motif yang terlalu rame. Perhiasan dan asesoris sewajarnya saja, jangan sampai dapat julukan toko mas berjalan daari murid kita.

Yang terpenting dari semua itu ialah menjaga segala tingkah dan laku. Termasuk perkataan dan pergaulan sesama guru. Karena apa yang dilihat oleh anak didik kita akan selamanya melekat. Julukan Bu Hebring (berlebihan memakai perhiasan), Miss RingRing (Tukang telpon), dan sebagainya ialah berasal dari perilaku dan cara seorang guru mendandani fisiknya. Semoga bisa saling berintropeksi 🙂

posted under Pendidikan | No Comments »

Penyebab Anak Terlambat Masuk sekolah

January23

Penyebab anak sering terlambat masuk sekolah terjadi karena beberapa hal. Bisa jadi Orang Tua atau keluarga, Lingkungan, dan si anak itu sendiri. Keterlambatan ini menyebabkan anak sering mendapatkan hukuman di sekolah alias disetrap. Dampaknya, si anak menjadi kebal dengan beragam hukuman yang diberikan oleh Guru di sekolah. Meskipun hukuman itu bertujuan membuat si anak jera dan tidak megulangi hal yang sama.

1. Faktor Keluarga.

Pernah mendengar, atau melihat kisah tentang anak keluarga miskin yang harus bersekolah sembari bekerja ? saya punya murid yang cukup cerdas, namun berasal dari keluarga miskin. Dia terpaksa membantu neneknya menjual susu sapi sebelum berangkat ke sekolah. keuntungan dari susu tersebut digunakan untuk uang saku sekolahnya. Sedikit memeng, tetapi uang itu sangat bermanfaat baginya. Saya bertanya-tanya mengapa setiap kelas saya dia selalu terlambat.

Ternyata, itulah sebab kenapa dia sering terlambat masuk sekolah. Selain itu dia berjalan kaki untuk sampai di sekolah. Hal seperti ini seharusnya tidak terjadi. seorang pelajar selalu terlambat masuk sekolah karena harus membantu orang tuanya berjualan hanya untuk memenuhi uang sakunya. Belajar dari pengalaman ini. Pihak Sekolah memberikan beasiswa kepadanya. Tentunya lebih selektif memilih siapa saja yang benar-benar membutuhkan beasiswa tersebut. Alhasil,…murid hebat itu tidak pernah terlambat lagi. Karena biaya sekolahnya lebih ringan, dan orang tuanya cukup terbantu tanpa harus melibatkan anaknya ketika menjual susu.

2. Faktor Lingkungan

Pergaulan adalah hal yang paling cepat mempengaruhi psikologi seorang anak. Terutama dengan siapa si anak berteman. Misalnya, lingkungan seorang anak berada ditengah masyarakat yang terbiasa disiplin mengatur waktu. Mulai pagi hingga malam, semuanya telah terjadwal dengan baik. Termasuk dalam mengatur sekolah anaknya.Lingkungan yang seperti ini biasanya mempengaruhi aktifitas seorang anak. Sebelum subuh sudah bangun dan melalukan aktifitas sekaligus melibatkan si anak, akan melatih si anak untuk bangun lebih awal. Jika sudah terbiasa seperti ini, cerita keterlambatan anak mungkin sudah tidak terdengar lagi.

Jika kita sebagai orang tua, tidak hidup pada lingkungan seperti itu. Maka kita bisa menciptakan lingkungan sperti itu dalam rumah mungil kita. Kerjasama antar angggota keluarga sangat dibutuhkan. anggap saja bekerja dalam tim. awalnya memabg susah, seiring kebiasaan segalanya akan terlampaui dengan baik.

3. Faktor Pribadi

Rasa malas ialah penyakit yang hanya bisa disembuhkan oleh diri kita sendiri. Bagaimanapun bentuk motofasi yang diberikan kepada si anak untuk tidak terlambat masuk sekolah, tidak akan ada gunanya jika si anak tidak menginginkan perubahan itu. Namun, sebagai orang tua kita harus belajar memahami alasan kenapa anak kita tidak mau berubah dalam hal kedisiplinan. Guru adalah orang tua kedua setelah Ayah dan Ibu. Karakter Guru bermacam-macam, yang sesuai dengan hati si anak akan jadi Guru favorit di sekolah. Begitu sebaliknya, jika Gurunya dianggap tidak asik dimata si anak maka akan menjadi orang yang sangat menyebalkan.

Karena pengalaman inilah si anak kadang menanamkan pada dirinya. Bahwa berangkat sekolah di hari Selasa tidak perlu tepat waktu. Karena Pak X yang mengajar matematika tidak asik. Mengulur waktu dengan bermalas-malasan di rumah atau mengulur waktu di kamar mandi, merupakan bentuk protes si anak. Hasinya adalah si anak sengaja berangkat terlambat ke sekolah.

singkatnya seperti itu, semoga bermanfaat. Masih banyak hal yang bisa diketahui alasan seorang siswa selalu terlambat masuk sekolah. Mengajarkan disiplin kepada anak haruslah dimulai dari orang tua yang melakukan disiplin itu pada keseharian mereka dalam sebuah keluarga. karena mengajarkan sesuatu kepada anak yang paling efektif adalah biarkan anak itu meniru segala kebiasaan kita 🙂

posted under Pendidikan | 6 Comments »

Belajar dengan Alam

November29

Teringat sebuah pengalaman. Berawal dari sms seorang teman, yang memberikan tawaran mengajar di sebuah SMP. Ketika tawaran itu datang, saya sedang tidak bekerja. Lokasi SMP tersebut di salah satu pegunungan yang berada di Mojokerto. Jarak sekolah dari rumah saya cukup jauh. Saat itu juga rasa kangen untuk kembali mengajar mulai timbul. Pertimbangan demi pertimbangan, akhirnya saya memutuskan untuk menerima tawaran tersebut.

Saya datang secara langsung ke SMP tersebut. Bertemu dengan salah seorang petinggi di SMP tersebut. Hari itu juga saya menjalani sederetan tes dan wawancara. Kalimat klisik yang muncul, “Nanti kami hubungi kembali !”. Dua hari kemudian, saya ditelepon dan diminta mengajar hari itu juga. Sekolah ini berbasis pesantren, cabang dari sekolah ternama di Surabaya.

Awal mengajar, saya mendapatkan banyak sekali kejutan. Seperti ini kejutannya :
1. Ruang kelas tempat saya mengajar adalah di depan kamar tidur santri.
2. Memakai sepatu dan berpakaian rapih adalah kostum yang salah.
3. Waktu KBM tidak sesuai jadwal yang tertera.
4. Saya harus mengajar tidak hanya ditemani siswa (santri), tetapi saya juga ditemani bantal, guling, kasur, dan jemuran.

Benar-benar membuat saya geleng-geleng kepala. Terakhir mengajar, saya mendapatkan fasilitas yang luar biasa. Kelas yang dijaga kebersihannya, ber-ac, bahkan ruang guru yang cukup nyaman. Bahkan untuk berlama-lama pun tak masalah. Kembali lagi pada kejutan. Namun,otak saya tak mau berhenti berpikir. Bagaimana caranya supaya saya dan para siswa nyaman ketika belajar ?

Kelebihan SMP berbasis Pesantren tersebut ialah berada di tengah alam yang hijau dan sejuk. Satu hal yang saya suka, Guru bebas membawa siswa belajar di luar. Kesempatan ini saya gunakan dengan sebaik-baiknya. Setiap mengajar saya selalu membawa mereka ke sungai dengan bebatuan yang besar. Air sungai yang jernih, suasana yang tenang, dan udara yang sejuk. Belum lagi hutan pinus yang selalu rimbun :). Belajar menulis puisi? pas banget!.


Dari pengalaman ini saya sadar.Ternyata setiap kekurangan memiliki sisi lebih yang bisa menjadi potensi luar biasa. Salah satunya meningkatkan kemampuan belajar dengan menyeimbangkan diri dengan alam.

posted under Pendidikan | 4 Comments »

CONTOH KONTRAK BELAJAR

July25

Dalam kegiatan belajar mengajr bukan hanya kerja sama antara pendidik dan peserta didik saja yang menjadi poin penting. Sarana dan prasarana yang memadai dan mendukung pun ikut memberikan peranan dalam keberhasilan belajar siswa. Peraturan sekolah yang dibuat secara sepihak kadang-kadang menciptakan pemberontakan kecil pada diri siswa. Seandainya semua aturan sekolah berasal dari kesepakatan Guru dan Siswa mungkin saja akan ada cerita yang berbeda. Masing ingat dengan kontrak belajar?
Kontrak belajar ialah salah satu aturan yang diciptakan sendiri atas dasar kesepakatan. Tentunya antara pihak pendidik dan pihak yang dididik. Siswa dilibatkan langsung ketika proses pembuatan kontrak belajr berlangsung. Berikut contoh kontrak belajar yang saya buat dengan siswa MAN 2 Madiun ketika berPPL. Kebetulan, kontrak belajar ini berlaku untuk mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Tetapi, dapat disesuaikan dengan setiap mapel karena pada dasarnya sama saja.

KONTRAK BELAJAR
MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
1. Siswa harus datang tepat waktu, dispensasi waktu hanya 15 menit.
2. Siswa yang datang lebih dari dispensasi waktu yang ditentukan, dapat mengikuti pelajaran dengan membawa ijin tertulis dari Wali Kelas dan Kepala Sekolah.
3. Siswa harus berseragam rapi dan sopan sesuai ketentuan umum dari sekolah.
4. Siswa harus bersikap sopan dan santun selama pembelajaran berlangsung.
5. Siswa dilarang mengaktifkan telepon genggam ketika pelajaran berlangsung.
6. Siswa dilarang makan dan minum diluar jam istirahat.
7. Siswa harus menggunakn bahasa Indonesia yang baik dan benar selama pembelajaran berlangsung.
8. Siswa harus mengerjakan semua tugas dari Guru yang berhubungan dengan pelajaran.
9. Siswa bersama dengan Guru menentukan hukuman bagi siswa yang melanggar kontrak belajar (hukuman yang mendidik).
10. Siswa harus menaati dan melaksanakan kontrak belajar yang telah dibuat dan disepakati oleh Guru dan siswa.
Contoh kontrak belajar di atas, merupakan contoh kontrak belajar yang sederhana. Kontrak belajar dapat disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan. Tentunya dengan bertolok ukur pada kesepakatan siswa dan Guru. Kontrak belajar di atas dapat dikembangkan dalam beberapa kategori. Misalnya, menyertakan kewajiban dan hak siswa, begitu pula dengan kewajiban dan hak Guru. Dengan begitu kegiatan belajar mengajar akan lebih lancar,…semoga saja hehehehe ☺. Selamat mencoba ya Bapak dan Ibu Guru terhormat!

posted under Pendidikan | 5 Comments »

HYMNE GURU YANG TERLUPAKAN

July10

Masih ingat dengan lagu ini?
Terpujilah wahai Engkau Ibu Bapak Guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan ku ukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terimakasihku tuk pengabdianmu,…
Dulu, waktu masih dibangku SD, SMP, terakhir SMA lagu ini masih sering kita nyanyikan pada hari-hari tertentu. Terutama peringatan hari guru nasional, acara lain ya,..waktu perpisahan kelas tiga sebagai pengiring puisi yang dipersembahkan untuk Guru tercinta.
Kalau sekedar bernyanyi semua siswa pasti bisa, tapi memahami dan menghayati setiap arti lirik lagu tersebut belum tentu. Lihat saja pada lirik namumu akan selalu hidup dlam sanubariku,…benarkah demikian?
Baca cerita berikut ini…Somat sedang berkencan dengan pacar barunya yang ia dapat di SMA ketika MOS berlangsung. Sore itu di sebuah pertokoan Somat sedang memilihkan ceweknya sepatu kaca. Tiba-tiba matanya tertuju pada seorang perempuan paruh baya yang sedang memilih kemeja bersama Suaminya. Dalam angannya Somat berpikir dan bertanya-tanya,”itu kan Guru SD aku, namanya siapa ya…?aduh siapa ya? Bu IPS tuh”. Somat menyebut Bu Guru tersebut Bu IPS karena waktu SD Ibu guru itu mengajar IPS di kelasnya. Somat terus berpikir keras, namun hasilnya nihil. Dia sma seklai tak ingat siapa nama Gurunya itu.
Ketika antri di kasir untuk membayar belanjaan, ternyata Somat bersebelahan dengan Guru Sdnya itu. “Aduh,..dah deket banget nih, negor ga ya? Mana lupa ma namanya lagi, piye iki Rek?” gerutu Somat dalam hati. Guru Somat bersikap wajar, maklum saja kalau Guru lupa sama muridnya. Karena lebih banyak murid kan dari pada Guru hehehehe.
Somat tidak berani menegur sampai acara belanjanya selesai, dan pulang dengan membawa rasa penasaran, siapa nama Guru IPS itu.
Jika dihubungkan dengan lirik lagu di atas, apakah benar nama sang Guru selalu hidup dalam sanubari sang murid?….buktinya Somat lupa tuh sama nama Guru IPSnya…jadi kebenaran dan pertanggungjawaban dari lagu tersebut mana dong? Sebagai calon Guru saya sedikit kecewa lo.
Ada lagi cerita lain yanng kadang bikin Guru kecewa. Ketika bertemu si murid lupa nama beliau. Dengan Pdnya ia menyapa,”Bu/Pak Geografi…!!!” pernah seperti ini? Kuarang sopan sih,…tapi lumayan lah tidak lupa Guru itu ngajarin apa waktu di sekolah. BUAT KALIAN YANG MASIH SERING BERSIKAP DEMIKIAN, NYANYIKAN LAGI HYMNE GURU ITU, DAN HAYATI ARTINYA! OKE….

posted under Pendidikan | 6 Comments »

GAYA BERHUBUNGAN GURU DENGAN SISWA

July5

Jangan berpikiran aneh dulu ya,…!!! Judul tidak selalu mencerminkan isi tulisan lo hehehe.
Supaya tahu,…baca lengkap tulisan ini ya. Syarat pertamanya jauhin piktor (pikiran kotor) kalian sepakat?
Kalau berbicara tentang gaya berhubungan, banyak yang berasumsi pada hubungan **** (termasuk Anda kan?). sebenarnya bergantung topik yang dibahas. Gaya berhubungan Guru dengan siswa maksudnya apa ya?
Maksud saya, gaya berhubungan disini bukan berhubungan **** tetapi cara guru berkomunikasi dan menjalin kerja sama dengan siswanya. Sebagai anak didik, tentunya Anda pernah merasakan bagaimana jadi anak emas Bapak/Ibu Guru kan? Atau merasakan bagaimana jadi bahan omelan? Semua itu pengalaman yang menarik dan banyak pelajaran yang dapat diambil dari sikap Bapak/Ibu Guru tersebut.
Tahukah Anda, bahwa sikap yang seperi itu ialah cara mereka menjalin sebuah gaya berhubunga dengan siswanya. Siswa yang menjadi anak emas pasti akan merasakan pengalaman yang luar biasa menyenangkan dan membanggakan. Begitu pula sebaliknya.
Hubungan baik atau buruk antara siswa dan Guru akan menciptakan sebuah pengalaman yang selamanya menjadi kenangan dan cerita yang tak lekang dimakan zaman.
Gaya berhubungan siswa dengan Guru bentuknya bermacam-macam. Masih ingat tulisan yang berjudul “Kriteria Guru Nyebelin di Mata Siswa”. Beberapa kriteria yang disebutkan dalam tulisan itu ialah buah dari gaya berhubungan Guru dan siswa yang kurang baik dan menyenangkan.
Lalu, bagaimana dengan gaya berhubungan Guru dengan siswa yang menyenangkan. Lihat beberapa contoh berikut ini.
1. Guru yang tidak pernah membeda-bedakan siswa mana yang lebih unggul dan tidak akan memberikan kesan kepada siswa bahwa Guru tersebut berlaku adil. Ini salah satu gaya berhubungan Guru dengan siswanya supaya siswanya ketika belajar tidak merasa dikotak-kotakkan. Dengan begitu guru dengan gaya berhubungan semacam ini akan menjadi pengajar yang banyak mendapatkan perhatian dari siswa.

2. Guru yang suka memberikan penghargaan setiap kali siswanya melakukan suatu hal yang baik dan menghasilkan prdikat memuaskan. Misalnya Guru yang memberikan permen atau minuman secara cuma-cuma kepada siswanya ketika semua siswa di kelas yang dia ajar tidak ada yang remidi. Gaya berhubungan semacan ini menjadikan Guru dan siswa saling menghargai. Guru menghargai jerih payah siswanya dengan memberikan hadiah karena hasil belajar yang memuaskan. Begitu pula sebaliknya siswa akan belajar giat setiap kali ada tes dengan pertimbangan hadiah kecil namun berarti dari Guru mereka menjadi penghargaan yanng luar biasa.

3. Guru yang selalu menemani siswanya ketika ada pertandingan. Biasanya hal semacam ini dilakukan oleh wali kelas. Gaya berhubungan Guru dengan siswa yang satu ini dapat mempengaruhi siswa secara mental. Karena siswa yang berkompetisi merasa mendapatkan dukungan yang lebih. Sekalipun siswanya kalah dalam kompetisi tersebut, rasa kecewa yang dibawa tidak begitu membebani.

4. Guru yang selalu memasukkan permainan disela-sela mengajar. Gaya berhubungan semacam ini akan membantu siswa mengatasi kejenuhan selama kegiatan belajar mengajar. Dengan begitu Guru akan lebih dapat mengontrol siswa, begitu pula dengan siswa, ketika mengetahui Guru yang berada dihadapan mereka sik dan menyenangkan mereka tidak akan sungkan untuk mengutarakan keinginan mereka ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Semua yang tersebut di atas merupakan gaya berhunbungan Guru dengan Siswa. Semua gaya tersebut belum punya nama yang mearik memang. Namun, tujuannya menciptakan situasi dan kondisi yang baik selama pembelajaran berlangsung. Sementara yang bisa dicantumkan adalah gaya nomor 1 sampai nomor 4, kalau ada yang mau nambahin ya tidak masalah, komentar saja hehehe…

posted under Pendidikan | 6 Comments »

Tunagrahita Tidak Selalu Idiot

July1

Pendidikan ialah salah satu hal penting bagi manusia. Betuk pendidikan bisa secara akademik atau non akademik. Pemerintah telah melakukan berbagai cara untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia tercinta ini. Mulai dari Program Wajar (wajib belajar) Sembilan Tahun sampai Wajar Dua Belas Tahun. Pembagian beasiswa dalam dan luar negeri pun termasuk dalam salah satu program pemerintah.

Adanya UU tentang pendidikan memberikan garis tebal bahwa pendidikan harus dilaksanakan secara merata dan tanpa pengecualian. Sekolah negeri, sekolah swasta, bahkan sekolah luar biasa (SLB) menjadi tempat formal untuk mendapatkan pendidikan.Berbicara tentang SLB, tidak akan lepas dari keberadaan anak luar biasa (ABK). ABK ialah anak yang memiliki grafik perkembangan yang berbeda dari anak normal. Grafik tersebut bisa naik dan turun. Ada beberapa kategori ABK diantaranya Tunagrahita, Tunawicara, Tunarungu, Tunalaras, Tunanetra, Tunadaksa, Anak berkesulitan belajar, dan anak yang terlampau pintar.

Sementara ini yang akan saya bahas ialah tentang anak tunagrahita. Banyak yang berasumsi bahwa anak tunagrahita sama dengan anak idiot. Asumsi tersebut kurang tepat karena sesungguhnya anak tunagrahita terdiri atas beberapa klasifikasi. Tunagrahita ialah istilah yang digunakan untuk anak yang memiliki perkembangan intelejensi yang terlambat. Setiap klasifikasi selalu diukur dengan tingkat IQ mereka, yang terbagi menjadi tiga kelas yakni tunagrahita ringan, tunagrahita sedang dan tunagrahita berat.

1. Tunagrahita Ringan

Anak yang tergolong dalam tunagrahita ringan memiliki banyak kelebihan dan kemampuan. Mereka mampu dididikdan dilatih. Misalnya, membaca, menulis, berhitung, menjahit, memasak, bahkan berjualan. Tunagrahita ringan lebih mudah diajak berkomunikasi. Selain itu kondisi fisik mereka tidak begitu mencolok. Mereka mampu berlindung dari bahaya apapun. Karena itu anak tunagrahita ringan tidak memerlukan pengawasan ekstra.

2. Tunagrahita Sedang

Tidak jauh berbeda dengan anak tunagrahita ringan. Anak tunagrahita sedang pun mampu diajak berkomunikasi. Namun, kelemahannya mereka tidak begitu mahir dalam menulis, membaca, dan berhitung. Tetapi, ketika ditanya siapa nama dan alamat rumahnya akan dengan jelas dijawab. Mereka dapat bekerja di lapangan namun dengan sedikit pengawasan. Begitu pula dengan perlindungan diri dari bahaya. Sedikit perhatian dan pengawasan dibutuhkan untuk perkembangan mental dan sosial anak tunagrahita sedang.

3. Tunagrahita Berat

Anak tunagrahita berat disebut juga idiot. karena dalam kegiatan sehari-hari mereka membutuhkan pengawasan, perhatian, bahkan pelayanan yang maksimal. Mereka tidak dapat mengurus dirinya sendiri apalagi berlindung dair bahaya. Asumsi anak tunagrahita sama dengan anak Idiot tepat digunakan jika anak tunagrahita yang dimaksud tergolong dalam tungrahita berat.

Melalui sedikit penjelasan tentang anak tunagrahita, semoga pembaca yang masih menganggap semua anak tunagrahita itu anak idiot dan tidak memiliki kemampuan apa-apa tidak lagi berpikiran semacam itu. Setelah mengetahui hal ini pula kiranya dapat disosialisasikan kepada siapa saja yang masih belum tahu.

Anak luar biasa hanya sdikit berbeda dari anak normal. Namun sesungguhnya dibalik “keluarbiasaannya” mereka benar-benar luar biasa. Kepercayaan ialah hal yang sangat dibutuhkan dan menjadi bagian yang sangat berharga. Jangan pernah memandang sebelah mata akan apa yang hanya terlihat dari luarnya saja 🙂

posted under Pendidikan | 26 Comments »

Pentingnya kontrak belajar di kelas

March12

“Peraturan keempat ialah dilarang makan selama pelajaran berlangsung (dan seterusnya)!”. Pernah tahu peraturan seperti ini? Ini yang dinamakan kontrak belajar. Pengertian tentang kontrak belajar yang saya dapatkan dari PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) Unesa ialah sesuatu (peraturan) yang telah dibuat dan disepakati oleh peserta didik dan pendidik yang hanya berlaku di dalam kelas ketika pembelajaran berlangsung, bagi yang melanggar akan mendapatkan hukuman sesuai kesepakatan kelas.

Pihak luar yang memasuki kelas tersebut ketika pembelajaran berlangsung harus menyesuaikan kontrak belajar yang menjadi peraturan kelas tersebut. Tujuan kontrak belajar ialah untuk menciptakan suasana kelas yang kondusif dan nyaman, selain itu kontrak belajar cukup ampuh untuk mengajarkan kedisiplinan. Kontra belajar bukanlah peraturan yang dibuat berdasarkan paksaan melainkan kesepakatan.

Adanya kontrak belajar di kelas, akan menegaskan batasan antara hak dan kewajiban siswa. Selain itu siswa dan guru akan terlatih untuk berhati-hati sebelum melakukan sebuah tindakan.

posted under Pendidikan | No Comments »
Newer Entries »

Yuk Kenalan dengan Penulis