Lara Asih Mulya

Jauh jauh ya bad mood, biar bisa nulis terus..! :)
Browsing Umum

Karakter Golongan Darah A

July7

Kali ini boleh percaya boleh tidak. Sifat dan karakter seseorang dapat diketahui melalui golongan darahnya. Penjelasan ini saya dapat ketika ada pelatihan tentor di LBB tempat saya bekerja. Pengetahuan ini membantu saya mengetahui beberapa sifat dan karakter anak didik saya. Saya percaya, bagaimana dengan Anda ? Pemilik golongan darah A cenderung : Disiplin. Orang yang bergolongan darah A mampu tepat waktu dalam segala janji dan kegiatan. Kedisiplinan yang mereka miliki membuahka hasil yang baik pula. Tuntas. Ini buah dari sikap disiplin pemilik golongan darah A. Dalam mengerjakan pekerjaan (kantor atau rumah tangga) selalu tuntas, dan tidak menunda-nunda. Prosedural. Pemilik golongan darah A cenderung mematuhi prosedur. Keluar satu poin saja dari aturan yang telah dibuat akan membuat mereka tidak nyaman. Misalnya, setelah mandi harus meletakkan handuk pada jemuran yang sudah tersedia di luar kamar. Jika handuk tersebut diletakkan di atas kasur oleh pasangan mereka yang terjadi adalah perasaan marah dan dongkol. Perfeksionis. Karena pemilik golongan darah A cenderung taat aturan, hasilnya adalah sikap harus sempurna terhadap berbagai hal. Contohnya handuk tadi. Otoriter. Sikap ini adalah sikap lanjutan dari perfeksionis. Hati-hati jika punya atasan dengan golongan darah A. 🙂 Kurang Ide. Bukan berarti tak punya ide dalam setiap kinerjanya. Hanya saja sikap Proseduralnya mempengaruhi pemilik golongan darah A sedikit mengeluarkan ide baru. Rentan stres. Jika aturan yang dibuat tidak ditaati oleh pasangan atau orang terdekat. Pemilik golongan darah A akan merasa tidak nyaman. Sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan hati ini lah yang memicu stres pada pemilik golongan darah A. Sekali lagi saya tegaskan, boleh percaya boleh tidak. Sifat dan karakter seseorang tidak hanya terlihat dari golongan darahnya saja. Ada faktor keluarga dan lingkungan yang ikut membentuk. Bagaimana dengan golongan darah B, AB, dan O ? silahkan buka judul selanjutnya 🙂

posted under Umum | No Comments »

Guru Naksir Murid

April27

“Yah,..namanya juga jodoh, disyukuri saja”. Pernah dengar kalimat ini terucap dari orang tua kita ? Memang benar, yang namanya jodoh, pati, dan rizki itu sudah ada yang mengatur. Tak perduli siapa dan bagaimana, kalau jodoh ndak bakal kemana.

Kalau guru yang masih bujang ketemu jodohnya di sekolah dan seprofesi saya rasa ndak ada masalah. kalau terbalik, guru yang naksir muridnya ? Masalah akan jadi masalah kalau kita menjadikan itu masalah. Kalau tidak tentunya akan baik-baik saja.Banyak kok Guru yang nikah dengan muridnya sendiri.

Ketika seorang guru naksir muridnya adalah hal yang wajar. Manusia diciptakan dengan rasa saling asih. Kalau hal ini terjadi kepada Anda (yang berprofesi sebagai guru dan masih lajang) saran saya,

  • Pastikan perasan Anda tidak terdeteksi oleh biang gosip. Mengapa demikian mencegah adanya berita yang bukan-bukan.
  • Jangan membaurkan perasaan Anda dengan kegiatan akademik, apalagi yang berhubungan dengan nilai.
  • Pastikan siswa yang Anda taksir tahu tentang perasaan Anda.
  • Silaturahmi ke rumah murid Anda, Pelan tapi pasti utarakan perasaan Anda kepada orang tua murid.
  • Kalau si murid masih jauh dari kelulusan, sabar menunggu ya Bang,…
  • Bersikaplah profesional ketika di sekolah, kalau bisa kurangi pergi berduaan. Apelnya di rumah saja. (ini kalau udah disepakati sama ortu).

Guru juga manusia kan, jatuh cinta itu indah. Semangat !

posted under Umum | 32 Comments »

Tempat Penitipan Anak (TPA)

December3

Belum terlupakan, ada yang pernah berkata, bahwa perempuan terlahir dalam tiga kesempatan. Kesempatan pertama terlahir sebagai dirinya sendiri (bayi perempuan). Kesempatan kedua terlahir sebagai seorang istri. Ketiga terlahir sebagai seorang ibu. Bagi yang telah terlahir dikesempatan ketiga ini, tentunya bisa merasakan bagaimana suka dan dukanya menjadi Ibu.

queen n qays

Sering kita jumpai, terutama di kota-kota besar. Seorang Ibu memiliki peran ganda, harus menjadi Ibu yang sesungguhnya sekaligus berkarir. Beragam alasan yang dikemukakan, mengapa mereka harus menjalani dua hal tersebut. Salah satunya adalah demi mempersiapkan masa depan terbaik si kecil, para Ibu itu rela membagi waktu mereka. Antara keluarga dan karir.

Ketika pagi dimulai, mereka harus mrnyiapkan segala kebutuhan, untuk si kecil dan suami tercinta. Pukul 8 pagi sudah harus berada di tempat kerja (kantor. sekolah, rumah sakit, dll). Hingga nanti pukul 4 sore. Nah, si kecil ? tak jarang anak-anak mereka yang masih kecil terpaksa ditinggal di rumah dengan neneknya (seperti saya :(), solusi lain ialah membayar jasa pengasuh. Namun, kasus pengasuh yang menyiksa anak majikan menjadikan para ibu enggan mengambil langkah ini.

Solusi lain ialah mempercayakan anak mereka kepada lembaga penitipan anak. Lebih dikenal denga sebutan TPA. Apa TPA itu sebenarnya ? Kalau menurut saya, TPA ialah sebuah jasa kepengurusan anak yang dikelola secara kolektif. Keberadaan TPA mulai menjamur di kota-kota besar. Karena sudah jelas siapa yang menjadi sasarannya.

Keberadaan TPA cukup membantu, terutama bagi para Ibu yang harus bekerja sampai sore. Selama bekerja si kecil bisa dititipkan kepada TPA dengan para perawat yang sudah terlatih, bahkan teruji kesabaran dan ketelatenannya. Namun, keberadaan TPA ini tidak semuanya pro. Ada beberapa orang tua yang bertahan untuk tetap menitipkan anaknya kepada orang tua atau sanak keluarga. Alasannya karena takut anak mereka tidak dirawat dengan baik dan aman. Bahkan, banyak orang tua yang rela bertemu anak-anak mereka seminggu hingga sebulan sekali karena rasa takut tersebut.

Segala keputusan pasti ada resiko yang harus dihadapi. Begitu pula dengan keberadaan TPA. Bagaimana sikap kita sebagai orang tua.TPA memiliki sisi positif yang menguntungkan, juga memiliki bagian yang harus disikapi secara hati-hati dan lebih bijak.

posted under Umum | 5 Comments »

Seragam Seorang Guru

July18

Bismillahirrahmanirrahim…

Lulus dari sebuah perguruan tinggi negeri memberikan banyak kemudahan bagi saya. Terlebih jurusan yang saya ambil adalah pendidikan. Tepatnya bahasa Indonesia.

Saya punya beberapa pengalaman mengajar, dan semuanya luar biasa. Setelah menikah saya semakin mendapat pelajaran yang berharga. Tentunya dari suami tercinta.

Pelajaran tersebut beragam. Salah satunya adalah etika berpakaian bagi seorang muslimah (di Google lengkap). Akhirnya saya memutuskan untuk memakai pakaian (baca abaya, gamis, atau jubah) untuk melamar kerja di salah satu sekolah swasta di Surabaya.

Saya memang diterima, karena Cara mengajar yang dianggap memenuhi syarat (menurut Kasek). Namun begitu saya meminta ijin untuk mengenakan pakaian abaya untuk mengajar, Beliau menolak.

Jika sekolah tersebut bisa menerima siswa beragama selain Islam, mengapa saya harus dijadikan masalah?

Pengalaman lain, ketika sudah tidak bekerja lagi di sekolah A. Saya kembali mengajukan lamaran ke sekolah B. Tanpa berpikir, bahkan bertanya saja tidak. Lamaran saya diabaikan. Lagi-lagi karena abaya saya. Saya disangka istri “teroris”.

Ya… Sudahlah. Alloh Maha Tahu. Dua minggu kemudian saya mengajukan lamaran lagi ke sekolah C. Masih di kawasan Surabaya. Pihak sekolah melakukan sederetan tes.

Pembuatan RPP Dan simulasi mengajar sudah pasti. Saya pikir cukup. Ternyata saya masih harus menjalankan tes tentang pengetahuan agama dan tes mengaji.

Ada pertanyaan yang terlontar,”Bu Lara ini Islam berbendera apa? Hijau, biru, orange, atau Hitam?”. Lagi-lagi karena abaya saya.

Ya Alloh….apa Ada yang salah dengan baju yang saya kenakan itu ?

Apakah memang baju mengajar seorang guru sudah memiliki ketetapan harus begini dan begitu? Tidak boleh begini dan begitu ?

Katanya Bhineka Tunggal Ika…. Masih berbeda cara berpakaian saja sudah disangka macem-macem…. Belum lagi kalau ternyata saya bisa bikin BOM (Bakso Oedang Maknyus) Astagfirullah.

posted under Umum | 1 Comment »
Newer Entries »

Yuk Kenalan dengan Penulis