M O S atau M O P D B

July18

Tahun ajaran baru dimulai,…Semangat !. Seragam baru, tas baru, alat tulis baru, eeeemmm teman baru, sampai status juga baru. Kalau tahun ajaran kemarin masih jadi anak SD, sekarang SMP dong. Tahun ajaran Kemarin SMP sekarang SMA lah !. Tahun ajaran kemarin SMA sekarang MAHASISWA cuiy!!!!. Perkenalan dengan status dan lingkungan baru ini tidak hanya pada atribut sekolah aja yang baru. Banyak hal yang bisa dipelajari dengan sekolah dan status baru sebagai siswa. Biasanya sekolah memfasilitasi acara kenalan di tahun ajaran baru dengan sebutan MOS (Masa Orientasi Siswa). Read the rest of this entry »

posted under Pendidikan | 1 Comment »

Contoh Puisi MOS

July13

Aku menghitung hari demi hal baru

Busana, suasana, hingga sebuah cerita

Merah ini jadi biru, dan kelak pudar abu-abu

dan inilah cerita terindah masa sekolah

Rupa-rupa jadi warna

Rupa-rupa jadi cinta

Rupa-rupa jadi cerita

Satu rasa dalam masa, masa yang kita sebut orientasi siswa

Entahlah, aku tak tau untuk apa

Yang ku tau hanya berkata IYA

IYA untuk perintah

IYA untuk satu suara

Mental jadi baja, laku jadi senjata

Malu tak lagi ada,

Dan Ilmu siap ditimba

Masa itu, yang kita sebut orientasi siswa

Ini contoh puisi sederhana untuk MOS,…monggo kalau mau di copy,…tapi wajib sebutkan sumber ya,…

JANGAN JADI PLAGIATOR,… Jelek gini juga karya asli lho !

posted under Umum | 29 Comments »

Jempol Jangan Cuma Diisep ya…!

July13

Kira-kira permainan apa yang menarik untuk anak usia 3 tahun?

Anak kecil diibaratkan pita kaset kosong. Otak mereka cepat tangkap akan apa saja yang dilihat dan dirasakan, kemudian ditirukan. Oleh karena itu, setiap orang tua harus memperhatikan perkembangan anak-anaknya. Termasuk memilih permainan yang tepat bagi si anak. Memang tidak ada salahnya, jika orang tua membelikan mainan bagus dan mahal. Tujuannya membuat anak mereka senang, tetapi benarkah mainan yang mahal dan bagus memberikan pelajaran yang berguna?

Sebenarnya ada banyak benda yang dapat digunakan untuk mainan si kecil. Tidak perlu mahal yang penting bisa memberikan kesan baik untuk si kecil hehehe (ngomongnya dah kayak Ibu-Ibu aja ya…:-P). misalnya saja, untuk memperkenalkan alat-alat dapur tidak harus dibelikan mainan miniatur alat masak. Cukup ajak si kecil main di dapur ketika Si Ibu sedang memasak. tapi tetap waspada ya,…jangan sampai kena api atau benda-benda tajam yang dapat melukai si kecil.

Untuk melatih kecakapannya berbicara dapat dilakukan dengan saling berkomunikasi. Adik saya Alma suka sekali bermain dengan jarinya. Masing-masing jari mungil kepunyaannya dijadikan tokoh, namanya disesuaikan. Ibu jari dia beri nama “jempol” dan seterusnya. Alma dapat berdialog apa saja yang dia suka dengan menggunakan jari kecilnya itu.

Supaya menarik, ada sedikit trik yang bisa dilakukan. Caranya mudah, hanya butuh spidol warna-warni dan kreasi gambar pada tiap jari. Jari yang dipilih Alma diberi gambar senyum, begitu juga dengan jari saya. Kalau Alma memilih jempol sebagai tokohnya, berarti saya harus memilih tokoh selain jempol (telunjuk, jari manis, jari tengah, atau kelingking).

Selesai diberi gambar, saya mulai menggerakkan kelingking saya, seolah-oleh sedang berbicara. Alma menggerakkan jempolnya dan menjawab semua pertanyaan saya. Biasanya dialog kami seperti ini:

Kelingking : “(sambil digerakan) Ao jempol,…kamu sedang apa?”

Jempol : “Ao kelingking, aku sedang main”.

Kelingking : “Lo..kok main? Jempol udah makan ta?”

Jempol : “Cudah”

Kelingking : “Maem sapa apa?”

Jempol : “Cama nacik, cama ikan, cama tempe”

dan seterusnya. Dialog biasanya saya kembangkan dengan menanyakan warna bajunya apa, sepatunya berapa, beli jajan dimana, dan lain-lain. Mungkin cara bermain semacam ini sudah banyak dilakukan oleh beberapa Ibu. Tapi bagi Alma bermain jari ialah hal baru. Dari permainan ini Alma lebih mudah berkomunikasi dengan orang selain keluarga. Jika Adik saya menikmati, teman sebayanya pasti sama bukan. Saya tidak perlu membeli boneka jari untuk bermain tokoh sperti itu dengan Alma. Cukup dengan jari dan gambar yang saya buat sendiri dengan spidol. Mau coba?

posted under Pendidikan | No Comments »

Tukang Parkir Itu Si Tunagrahita

July8

Akhirnya nulis lagi di blog kesayangan. semenjak ada masalah sama hosting blog saya hilang begitu saja. Tulisan yang ada juga belum bisa kembali. Tidak Ada salahnya mencoba lagi. Nulis, nulis, nulis !!!!

Tulisan saya yang hilang banyak membahas tentang Tunagrahita. Saya kembali membahas Tunagrahita karena pengalaman saya beberapa minggu kemarin.

Dua minggu lalu, saya pulang ke rumah Mama. Kebetulan susu Qays habis. Uang di dompet tinggal Rp.20.000,00 saja. Akhirnya dari stasiun kereta api Mojokerto saya mampir dulu di ATM terdekat yang kebetulan berada di dalam lingkungan hotel. Ketika saya sampai di ATM antrian sudah panjang. Saya deretan terakhir. Selama menunggu saya tertarik pada tukang parkir hotel yang sedang memberi aba-aba pada salah satu supir.

Karena sedikit lupa dan takut salah orang saya memutuskan untuk tidak menyapa. Namun, tiba-tiba saja tukang parkir itu mengucapkan Salam kepada saya. “selamat siang Bu…ini Ari”. Sapa dia agak kurang jelas.

Ari adalah salah satu anak penyandang cacat Tunagrahita dengan cacat ganda Tunarungu. Saya kenal Ari Dari salah satu SLB di Mojokerto. Dua tahun lalu saya mengambil data untuk skripsi Dari SLB tersebut.

Saya berbincang lama dengan Ari. Kebetulan Ari sudah dapat jam istirahat. Saya lebih banyak mendengarkan ceritanya. Ternyata setelah lulus dari SMALB ia memutuskan untuk bekerja.

Dia melamar di banyak tempat dengan profesi yang dia anggap bisa. Tuhan pasti memberikan jalan pada siapa saja yang mau berusaha. Ari pun mendapatkan pekerjaan sebagai tukang parkir.

Ari menutup ceritanya dengan sebuah berita yang jauh membuat saya senang. Dua bulan lagi dia Akan menikah. Pertemuan dengan Ari membuka pemikiran saya. Lagi dan lagi, bahwa serial orang berhak untuk sama. Baik dalam mendapatkan pekerjaan, bahkan asmara.

Karakter Golongan Darah A

July7

Kali ini boleh percaya boleh tidak. Sifat dan karakter seseorang dapat diketahui melalui golongan darahnya. Penjelasan ini saya dapat ketika ada pelatihan tentor di LBB tempat saya bekerja. Pengetahuan ini membantu saya mengetahui beberapa sifat dan karakter anak didik saya. Saya percaya, bagaimana dengan Anda ? Pemilik golongan darah A cenderung : Disiplin. Orang yang bergolongan darah A mampu tepat waktu dalam segala janji dan kegiatan. Kedisiplinan yang mereka miliki membuahka hasil yang baik pula. Tuntas. Ini buah dari sikap disiplin pemilik golongan darah A. Dalam mengerjakan pekerjaan (kantor atau rumah tangga) selalu tuntas, dan tidak menunda-nunda. Prosedural. Pemilik golongan darah A cenderung mematuhi prosedur. Keluar satu poin saja dari aturan yang telah dibuat akan membuat mereka tidak nyaman. Misalnya, setelah mandi harus meletakkan handuk pada jemuran yang sudah tersedia di luar kamar. Jika handuk tersebut diletakkan di atas kasur oleh pasangan mereka yang terjadi adalah perasaan marah dan dongkol. Perfeksionis. Karena pemilik golongan darah A cenderung taat aturan, hasilnya adalah sikap harus sempurna terhadap berbagai hal. Contohnya handuk tadi. Otoriter. Sikap ini adalah sikap lanjutan dari perfeksionis. Hati-hati jika punya atasan dengan golongan darah A. 🙂 Kurang Ide. Bukan berarti tak punya ide dalam setiap kinerjanya. Hanya saja sikap Proseduralnya mempengaruhi pemilik golongan darah A sedikit mengeluarkan ide baru. Rentan stres. Jika aturan yang dibuat tidak ditaati oleh pasangan atau orang terdekat. Pemilik golongan darah A akan merasa tidak nyaman. Sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan hati ini lah yang memicu stres pada pemilik golongan darah A. Sekali lagi saya tegaskan, boleh percaya boleh tidak. Sifat dan karakter seseorang tidak hanya terlihat dari golongan darahnya saja. Ada faktor keluarga dan lingkungan yang ikut membentuk. Bagaimana dengan golongan darah B, AB, dan O ? silahkan buka judul selanjutnya 🙂

posted under Umum | No Comments »

Akhirnya cium tangan juga,…

July3

Dulu,…gada alesan untuk masuk jurusan bahasa dan Sastra Indonesia,…apalagi ambil prodi pendidikan,…

Tapi,..makin lama masuk makin asik,…ada banyak hal yang aku anggap nguntungin banget buat pergaulan aku,…yang pasti ga pake minder ato ngrasa paling cupu,…hehe

Sekarang dah semester delapan, dah waktunya mikir kelulusan,…selama hampir empat tahun ini,..aku ga pernah malu atau ga bangga sama jurusan aku,..apalagi sama kampus UNESA tercinta,…

Ternyata JBSI punya banyak dosen yang super duper keren,…apalagi klo dah urusan pendidikan, bahasa, dan sastra…ada dua dosen yang menurut aku paling keren,…Pak Yatno sang pakar pendidikan,…beliau jagonya bikin permaian,…poko’nya asiiiiiiiik. Pak yatno ini juga yang ngasih tugas bikin blog. Kata temen-temen gini,”Pak Yatno ngasih tugas bikin blog,…biar mahasiswanya ga ****blog”. hehehe

Nah,…yang satu lagi Bapak Gatot Susilo dosen sintaksis,…aku paling takut klo ketemu ma beliau, bukan lantaran beliau nyeremin lo,…tapi gimana gt. Beliau ini pakarnya bahasa baku,…puisi dan cerpen karya beliau juga kalimatnya baku semua. Wah,…klau Pak Gatot baca tulisan ini aku pasti dapet julukan “pembunuh berdarah dingin” (Hai,..PR’04 kalian ga lupa kan julukan ini?)
Ga apa-apa deh yang penting aku dah dapet kesempatan cium tangan beliau tadi pagi,…di Ketintang,…kereeeeeeeeeen padahal selama ini aku takut banget. Beliau masih inget nama aku juga lo,…

kenapa ya,..Pak Gatot ga pernah minta ganti rugi untuk setiap fotoCopy materi yang diberikan?

LBB yang Salah Guna

July3

Menjadi Guru les merupakan pengalaman yang tidak kalah menarik jika dibandingkan dengan Guru mapel di sekolah pagi. Entah sejak kapan LBB menjadi alternatif kebanyakan orang tua untuk membantu anak-anak mereka mengejar ketinggalan pelajaran. Banyak orang tua yang mengatakan kepada saya beberapa alasan memasukkan anak mereka ke LBB.

  • Perbedaan cara belajar.

Sebagian besar orang tua mengeluh bahwa sistem belajar pada zaman mereka jauh berbeda. Apalagi teknologi informasi yang mulai dijadikan media pembelajaran. Mereka menginginkan anaknya tetap sekolah dan bisa mengikuti segala bentuk pembelajaran yang ada di sekolah. Akhirnya, LBB menjadi salah satu alternatifnya.

  • Keterbatasan waktu.

Kedua orang tua yang sibuk bekerja, merasa kesulitan membagi waktu mereka dengan waktu belajar anak mereka. apalgi untuk memantau pembelajaran mereka. Tipe orang tua yang seperti ini, hanya ingin rapor anak mereka naik nilainya pada tiap semester. Minimal tidak ada angka merah. Keterbatasan waktu yang mereka alami, menjadikan LBB sarana yang tepat untuk memantau kegiatan belajar anak-anaknya.

Pada kenyataannya, anak-anak yang ikut LBB terbagi dalam beberapa kategori. Pertama, mereka yang termasuk dalam lingkaran anak-anak yang serius belajar. Kedua, lingkaran anak-anak yanng terpaksa oleh anjuran orang tua. Ketiga, anak-anak yang masuk dalam lingkaran LBB hanya dijadikan tempat untuk nongkrong dan adu gengsi.

Sebagai seorang tentor di salah satu LBB, saya hampir tiap hari kewalahan dengan anak-anak yang masuk dalam lingkup ketiga. Bagaimana tidak, mereka hanya datang, duduk, kemudian pulang. Kebiasaannya adalah saling menyombongkan apa yang mereka punya. Misalnya, motor, Helm seharga ratusan ribu, HP, baju, tas, bahkan uang saku.

Jumlah uang yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Namun, yang mereka lakukan seolah tanpa penyesalan. Seharusnya orang tua mereka tidak begitu saja meluluskan keinginan mereka untuk masuk LBB jika niat mereka hanya semacam itu. Karena tak jarang jika nilai mereka tetap atau turun yang dituding selalu LBB yang bersangkutan. Sudah bayar mahal kok tetap saja sama. Mohon lebih bijak.

posted under Pendidikan | No Comments »

CERPEN SI BOIM

July1

Pernah merasa pengorbanan kita sia-sia? Padahal yang kita korbankan segenap jiwa dan raga, tenaga dan biaya. Demi mendapatkan sesuatu yanng kelak membuat kita menjadi orang yang lebih mulia. Kalau kalian jadi Boim respon apa yang akan timbul? Ceritanya seperti ini!
Boim adalah Mahasiswa jurusan X di Universitas XXL. Setiap hari dia harus naik ojek dari gang rumahnya ke jalan raya, dengan ongkos Rp.1500,00 sekali jalan. Kemudian, Boim harus naik bus kota untuk sampai diterminal AIUEO dengan ongkos Rp.3000,00. Selanjutnya, Baim harus naik Angkot XYZ dengan ongkos yang sama ketika naik bus kota yakni Rp.3000,00 barulah Boim bisa sampai di kapus XXL tercinta.
Turun dari angkot, Boim harus jalan kaki kurang lebih 10 menit untuk sampai di jurusannya, kalau udah sarapan jalannya bisa rada cepet 5 menit hehehehe perjuangan Baim belum berakhir lo… sesampai di Jurusan Boim harus menaiki kurang lebih 100 anak tangga untuk bisa berkuliah di salah satu ruangan jurusan.
Saudara-saudara, tahukah Anda apa yang terjadi? Pengorbanan dan jerih payah si Boim untuk mengemban tugas mulia gagal total. Padahal pagi itu semangat menuntut ilmu lebih dari 45!. Begitu sampai di kelas ternyata ada pemberitahuan bahwa Dosen mata kuliah hari itu tidak bisa mengajar. Alasannya apa belum jelas, yang jelas hari itu tidak ada kuliah. Mungkin hal semacam ini pengalaman yang sering terjadi selama proses studi berlangsung. Ciri-ciri Cerita Pendek (Cerpen)

posted under Pendidikan | 3 Comments »