Media Tepat Anak Cermat

September17

Pendidikan untuk anak bisa didapatkan melalui berbagai macam media, tidak hanya di bangku sekolah yan melalui perantara guru, atau di lembaga bimbingan belajar yang bersifat formal. Selalu ada perubahan demi mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan menghasilkan anak didik yang berkualitas pula. Berbagai media pendidikan digunakan dalam belajar mulai dari yang sederhana hingga yang memenuhi segala aspek pendengaran,ucapan, dan penglihatan yang lebih dikenal dengan media audio visual yang sekarang ini marak digunakandi sekolah-sekolah formal. Karena memang penggunaan media audio visual (seperti film, rekaman suara dan sebagainya) ini lebih mudah dan menarik untuk siswa, namun tidak semua mata pelajaran bisa menggunakan media yang sama.

Jika keluar dari bangku sekolah, tentu saja pendidikan masih melekat dan tetap perlu diterapkan. Kabiasaan anak ialah menonton televise. Beragam acara televisi yang berubah dengan cepat setiap jamnya mampu memberikan pengaruh luar biasa pada perkembangan anak. Jika anak mampu menirukan segala hal yang ditampilkan di televisi, berarti televisi mampu member pengaruh yang sangat besar dengan cara yang mudah.

Tidak jarang anak lebih memilih untuk berlama-lama di depan televisi hingga hafal dengan baik setiap acara televisi yang disiarkan. Apalagi menjamurnya sinetron-sinetron remaja yang berlatar sekolah yang selalu dikemas seragam dengan adegan-adegan yang hanya meenonjolkan persaingan tidak sehat antar siswa, menonjolkan kekayaan yang akhirnya mengajarkan bahwa ada pertentangan antara si miskin dan si kaya, dan yang paling sering ialah terlalu di eksposnya adegan cinta monyet yang sebenarnya tidak terlalu penting. Meskipun hal tersebut terjadi secara nyata di kehidupan yang sebenarnya, seyogyanya bisa dipikirkan kembali untuk menggunakan ide-ide semacam itu. Tidak jarang, banyak anak yang terprofokasi dengan hal semacam itu, membuat semacam kompotan (gang khusus misalnya), atau mebawa barang-barang mewah seperti telepon genggam yang sebenarnya tidak berguna dalam lingkungan sekolah.

Peran orang tua sangat diperlukan untuk memberikan pengetian kepada anaknya, untuk tetap berada pada gaya hidup yang sesuai dengan usia dan kebutuhannya, meskipun orang tua mampu memenuhi segala fasilitas ang dimaksudkan (HP misalnya). Dengan simpulan bahwa untuk memberikan pengertian dan pendidikan yang baik an sesuai bukan hanya tanggungjawab pendidik di sekolah saja dalam ha ini ialah guru. Tetapi pengawasan orang tua juga sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan dan perkembangan psikologi anak, dengan memberikan pembagian waktu dan tontonan yang tepat. Ini bisa dinakan kerjasama antara orang tua dan guru. Dengan begitu anak akan bisa mencemati mana yang bisa menjadi konsumsi mereka dan bukan. sehingga tidak terlalu terpengaruh.(apalagi dah ngerokok dari bayi hehehe)

posted under Pendidikan | No Comments »

??? EYD ??? susaaaaaaaah

September16

Tadi pagi ke kampus,…seneng sih ketemu temen-temen. Ada dua tujuan yang pertama bimbingan skripsi,…(pusiiiiiiiiiiiiiiiiiiing) yang kedua ngumpulin fotocopy KRS ktanya ada yang salah,..jadi dibenerinnya kolektif,…makasih ya mbak Wulan dah mau ngurus semuanya,…

EYD emang ga gampang,….ada yang mau ngajarin aku ga ?

Terima kasih,…..

September16

Makasih ya….. buat some1 yang dah bantuin aku bikin blog ini, dan ngajarin semua hal tentang blog,…^_^ makasih Pak guru…..

amplop.in Indola Baru Ibu RT

September15

Masalah ibu rumah tangga selain kegemukan adalah keuangan. Mengatur keuangan sebenarnya gampang-gampang susah. Awal bulan senyum mash manis mentereng di bibir. Kalau udah deket akhir bulan bawannya marah aja. Uang pada kemana ya, kok dompet udah tipis.Mungkin aplikasi ini bisa membantu.

amplop.in adalah aplikasi yang dibuat oleh dua orang hebat (menurut saya). M.Masbuchin dan Rizky Ramadhan. Aplikasi yang menyajikan cara untuk mencatat dan memprediksi pengeluaran sesuai dengan pendapatan. Hanya tinggal memasukkan berapa jumlah pendapatn kita. Kemudian menuliskan transaksi pada tiap tanggal yang kita perlukan. Secara otomatis jumlah pendapatan kita akan berkurang.

Angka kita minus atau plus akan diketahui dengan mudah. selamat mencoba amplop.in

posted under Umum | 9 Comments »

Plagiator

September15

Ini hanya ungkapan rasa kesal dan kecewa !!!

kabarinews.com (http://kabarinews.com/article.cfm?articleID=31508) ternyata memplagiat tulisan saya yang berjudul Mitos VS Logika,…

Ndak nyangka aja,..tulisan seringan itu redaksi mereka ndak bisa bikin,…emang gampangan kopas sih,…

saya kudu hamil dulu tuh, untuk dapetin inspirasinya,…

Apa dilaporin aja ya ke Google Adsense

posted under Umum | No Comments »

Mengapa Memilih TPA ?

September14

Pendapat miring mengenai anak yang dititipkan terkadang memancing emosi setiap ibu yang melakukan hal tersebut. Belum tentu yang bersangkutan paham atas apa yang dialami oleh seorang ibu yang menitipkan anaknya di TPA. Ada banyak alasan mengapa seorang Ibu memilih TPA sebagai tempat penitipan untuk anak mereka. Beberapa alasan tersebut tentunya tidak semua diterima oleh Ibu lain begitu saja. Namun, jika kita melihat :

1. Ibu berperan ganda (ikut bekerja).
Ketika seorang Ibu harus membantu kewajiban ayah mencari nasfkah, maka segala sesuatu yang menyangkut keluarga terutama anak harus rela terbagi-bagi. Baik waktu maupun kasih sayang. Demi mencukupi segala kebutuhan keluarga, sang ibu dan ayah memilih TPA untuk menjaga anakknya selama waktu bekerja.Sepulang bekerja mereka masih punya banyak waktu, minimal untuk mengajak si kecil berbaik dan komunikasi.

2. Melanjutkan Jenjang Pendidikan.
Sebuah pepatah berkata, tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Tak jarang banyak individu yang melanjutkan jejang pendidikan mereka uuntuk mendapatkan ilmu yang lebih matang. Tentunya gelar yang lebih tinggi pula. Misalnya, Jenjanng S-1 yang sudah dirampungkan, ingin dilanjutkan lagi ke S-2 bahkan sampai S-3. Tentunya tidak mudah mengatur waktu, menjadi seorang Istri, Ibu, dan Mahasiswa. Apalagi kampus yang dituju jauh dari kota asal. Keinginan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi sama kuatnya dengan tak mau berpisah dengan buah hati. Sekalil lagi TPA bisa menjadi solusi. Selama jam kuliah si kecil bisa berada di TPA. ketika usai bisa bersama lagi.

3. Kebutuhan Sosial Anak.
Layaknya orang dewasa. Anak-anak pun membutuhkan lingkungan sosial yang dapat membantu perkembangan mereka. Jika lingkungan tempat tinggal kita berada di sebuah perumahan yang pada umumnya sepi, jarang berjumpa tetangga, bahkan sifat saling acuh. Bisa saja si kecil kita ajak untuk bermain di dalam rumah, dengan beragam mainan yang ia punya. Atau mengajak jalan-jalan ke luar seperti ke taman atau mall. Namun, akan lebih baik jika si kecil bermain dan bergaul dengan teman sebayanya. Alasan inilah yang menjadikan TPA sebagai tempat untuk mencarikan si kecil teman bermain. Karena di TPA tidak hanya satu anak saja yang dititipkan. Biasanya satu TPA mengasuh 5-7 anak. Dengan begitu si kecil bisa mendapatkan teman yang sepadan, yang tentunya berprngaruh positif pada perkembangannya.

Beberapa Latar belakang tersebut yang menjadikan TPA sebuah alternatif. Bagi ibu yang bekerja, tetap bisa berkarir dan memberikan kasih sayang. Pendidikan yang diimpikan tetap tercapai, tanpa harus berpisah jauh dengan si buah hati. Begitu pula dengan kebutuhan sosial buah hati kita.

ga boleh pake spasi?….

September14

kenapa di depan huruf P pada Rp…… ga boleh ada spasi ???

Pak …Mengertilah !

September13

Pak …

Aku lupa wajahmu

Durhaka ?

Tidak !

Kecewa ?

Tidak juga !

Lalu ?

Biasa saja !

Pak …

Kau ingat wajahku ?

Tidak ! kau masih kecil waktu itu

Kalau begitu kau punya potret ku ?

Emmm, di mana ya?

Aduh… Pak … Pak …

Pak…

Kau ingat aku siapa ?

Emmm….???

Jawab Pak !

Anak dari pernikahan kedua ku ? benar ?

Sudah besar rupanya ?

Pak … mengertilah !

Aku kecewa

“untuk seseorang yang sebanarnya selalu ku rindukan”

posted under Pendidikan | No Comments »

latihan ngajar…

September13

dscn1005.JPG

foto ini mengingatkan saya pada kegiatan PPL I (micro taeching). Eeeeemmm ini waktu belajar ngajar, tapi muridnya teman-teman seperjuangan alias temen-temen satu tim hehehe

kompak banget, saling bantu, dukung, dan ngasih kritik membangun.

Sekarang mah dah jarang ketemu, sibuk sama tugas akhir masing-masing

ketemu pun seminggu sekali kalau kuliah

ternyata ngajar itu ga gampang ya…

Kuliah Gawat Darurat !

September12

Kehidupan selalu mengajarkan banyak hal, hal positif maupun hal negatif. Semuanya terangkum dalam satu kata “pengalaman” . pengalaman ialah guru terbaik, percaya atau tidak pepetah ini memang benar adanya. Tidak sulit untuk meyakini pepatah tersebut. Cukup dengan mengalami suatu kejadian, memahami kejadian tersebut, dan yang terakhir memaknai kejadian tersebut dalam bentuk simpulan. Maka dengan sendirinya akan percaya bahwa pengalaman itu guru yang terbaik.

Setiap orang pasti punya banyak pengalaman. Pengalaman yang membaca perasaan sedih, perasaan senang, perasaan marah, perasaan malu, perasaan bangga, hingga pengalaman yang unik dan lucu. Saya pikir pengalaman terunik dalam hidup saya ialah “ditembak” cowok di stasiun kereta api, itupun tidak sengaja ketemu hehehe (yang ngerasa pasti senyum baca ini…) ternyata ada pengalaman baru lagi yang tidak kalah unik.

Pernah batal kuliah gara-gara tidak kebagian kelas kosong ? Bersyukurlah kalau tidak pernah. Hal yang biasa terjadi di jurusan saya, karena kepadatan penduduk alias mahasiswa dan jadwal kuliah bersamaan, pasti akan ada kelas yang terlantar karena tidak kebagian ruang kelas yang kosong (kasian ya …hiks). Pengalaman seperti ini pun pernah terjadi pada kelas saya, PR’04 tercinta 😛 i biasalah yang tua ngalah,….hehehe.

Kalau sudah begini kejadiannya, bukan berarti KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) terhenti begitu saja. Ada beberapa alternatif tempat yang digunakan, misalnya ruang perpustakaan (kalau belum tutup…). Berkuliah di perpus lebih sejuk, tapi sayangnya mengganggu ketenangan mahasiswa yang sedang membaca atau cari data. Alternatif kedua, balkon lantai tiga…uuuuuuuuhh lebih seru lagi serasa belajar di balkon istana sang Juliet lo…^_^ . Alternatif ketiga, joglo FBS (Fakultas Bahasa dan Seni) tidak berbeda jauh dengan balkon, hanya saja joglo terlalu ramai dan banyak mahasiswa yang lalu-lalang, jadinya kurang konsentrasi. Tapi lumayan lah bisa liat yang cakep-cakep lewat heheh.

Kuliah di perpus, balkon, dan joglo adalah hal yang biasa dilakukan kalau tidak kebagian kelas kosong. Bagaimana jika kegiatan perkuliahan dilaksanakan di ruang Kajur (Ketua Jurusan) pernah punya pengalaman semacam ini ? kemarin, kuliah kehumasan dilaksanakan di ruang Kajur (metode baru ini) karena Kelas saya PR’04 tidak kebagian ruang kosong, kebetulan dosen yang mengajar adalah Kajur yang baru hehehe jadi lebih punya hak penuh untuk apa ruangannya digunakan termasuk untuk tempat berkuliah. Jarang-jarang lo, berlama-lama diruang Kajur. Paling-paling masuk hanya untuk minta tanda tangan. Tapi saya dan teman-teman masuk untuk berkuliah lesehan pula…kalah lo resto gurami bakar ^_^ .

Pengalaman aneh tapi nyata, sudahlah yang penting saya dpat pengalaman dan pelajaran dari kejadian ini. Belajar dapat dilakukan bagaimana pun keadaannya, kapan pun waktunya, dan dimana pun tempatnya. Asalkan ada kemauan dan semangat. Selain pepetah “pengalaman ialah guru terbaik”, dalam kejadian ini ditambah lagi dengan satu pepatah “kalau ada kemauan pasti ada jalan”. Minggu depan kuliah di ruang Kajur atau …

posted under Pendidikan | 2 Comments »
« Older Entries